Penulis

Lihat Semua

Artikel oleh Xochitl Dixon

Allah Lebih Berharga

Karena di masa lalu pernah disakiti hatinya oleh beberapa orang Kristen, ibu saya sangat marah ketika tahu saya percaya kepada Tuhan Yesus. “Jadi sekarang kau akan menghakimi Mama? Tak usah, ya!” Ia menutup telepon dan menolak berbicara dengan saya selama satu tahun. Saya merasa sedih sekali, tetapi juga menyadari bahwa hubungan dengan Allah jauh lebih berharga daripada hubungan dengan orang-orang yang juga saya kasihi. Setiap kali ibu saya mengabaikan telepon saya, saya berdoa dan meminta Allah agar memampukan saya tetap mengasihinya dengan baik. 

Waktunya Berdoa . . . Lagi

Saya memarkirkan mobil di halaman rumah kami sambil melambaikan tangan kepada tetangga saya, Myriam, dan anak perempuannya yang masih kecil, Elizabeth. Selama beberapa tahun terakhir, Elizabeth sudah terbiasa menikmati obrolan santai kami berubah dari sesuatu yang “sebentar saja” menjadi waktu doa bersama. Elizabeth memanjat pohon yang ditanam di tengah halaman depan rumahnya, duduk di dahan sambil mengayun-ayunkan kaki, bermain sendiri sementara ibunya dan saya bercakap-cakap. Tak lama kemudian, Elizabeth melompat turun dari dahan pohon dan berlari menghampiri kami. Sambil menarik tangan kami berdua, Elizabeth tersenyum dan berkata dengan jenaka, “Ayo, waktunya berdoa . . . lagi.” Sekalipun masih kecil, Elizabeth seakan mengerti arti penting doa dalam hubungan pertemanan kami.

Berdua Lebih Menguntungkan

Meskipun sudah kepayahan, para pelari pada ajang triatlon Ironman tahun 1997 di Hawaii itu terus berjuang menuju garis finis. Di antara mereka ada dua atlet wanita yang sudah terhuyung-huyung. Pada satu titik, Sian Welch pun menubruk Wendy Ingraham dan keduanya jatuh ke tanah. Karena sulit berdiri, mereka terjerembap, lalu jatuh lagi kira-kira dua puluh meter dari garis finis. Para penonton bertepuk tangan ketika melihat Ingraham mulai merangkak. Ketika Welch juga mulai bangkit, penonton bersorak lebih keras lagi. Ingraham mencapai garis finis di posisi keempat, dan langsung ambruk ke dalam pelukan para pendukungnya. Namun, kemudian ia berbalik dan mengulurkan tangannya kepada Welch. Welch pun menjatuhkan badannya ke depan, mengulurkan tangannya yang letih ke arah Ingraham, dan melewati garis finis. Setelah ia menyelesaikan perlombaannya di posisi kelima, para penonton bersorak-sorai meneriakkan dukungan mereka.

Ketika Hidup Terasa Berat

Karena lelah fisik, mental, dan emosional, saya memilih meringkuk di kursi malas. Kami sekeluarga telah mengikuti pimpinan Tuhan dan pindah dari California ke Wisconsin. Setibanya kami di sana, mobil kami rusak sehingga kami tidak punya kendaraan selama dua bulan. Sementara itu, mobilitas suami saya yang terbatas setelah menjalani operasi punggung dan sakit kronis yang saya derita ternyata menyulitkan kami membongkar kembali barang-barang pindahan. Kami pun menemukan masalah pada rumah kuno yang akan kami tempati, yang memakan biaya cukup tinggi. Anjing kami yang sudah tua juga memiliki masalah kesehatan. Meskipun anak anjing kami yang baru membawa kegembiraan yang sangat besar, tetapi membesarkan anak anjing yang sedang lincah-lincahnya tidaklah semudah yang kami bayangkan. Saya mulai mengeluh. Bagaimana saya bisa memiliki iman yang tak tergoyahkan, sementara jalan yang harus saya lewati begitu sulit, terjal, dan berliku?

Misteri Terbesar

Sebelum saya percaya kepada Tuhan Yesus, saya sudah pernah mendengar Injil diberitakan. Namun, saya merasa sulit memahami identitas-Nya. Bagaimana mungkin Yesus dapat mengampuni dosa-dosa saya sementara Alkitab mengatakan hanya Allah yang dapat mengampuni dosa? Ternyata saya tidak sendirian dalam pergumulan tersebut. Setelah membaca Knowing God, penulisnya J. I. Packer menyatakan bahwa bagi banyak orang yang belum percaya, “klaim iman Kristen yang paling mengguncangkan adalah bahwa Yesus orang Nazaret itu Allah yang menjadi manusia . . . Dia sungguh-sungguh dan sepenuhnya Allah, sekaligus sungguh-sungguh dan sepenuhnya manusia.” Namun, kebenaran itulah yang memungkinkan tercapainya karya keselamatan.

Kiriman Rahasia

Sebuah vas dari kaca bening berisi beragam jenis bunga menyambut Kim di pintu depan rumahnya. Selama tujuh bulan terakhir, ada saudara seiman tanpa nama yang mengirimi Kim karangan-karangan bunga indah dari sebuah toko bunga lokal. Setiap bulan, hadiah karangan bunga itu datang disertai secarik kartu berisi kata-kata penyemangat dari ayat Alkitab dan ditutup dengan: “Dalam kasih, Yesus.”

Dibasuh dalam Kasih

Sebuah gereja kecil di California Selatan melihat kesempatan untuk menunjukkan kasih Allah dengan cara yang praktis. Jemaat gereja itu berkumpul di sebuah tempat cuci pakaian swalayan untuk membantu warga yang berkekurangan dengan cara mencucikan pakaian mereka. Mereka mencuci dan melipat pakaian bersama-sama, sambil membagikan makanan hangat atau sekantong sembako untuk mereka yang ikut dalam kegiatan itu.

Selalu Berjalan Bersama Allah

Dalam Mere Christianity, C. S. Lewis menulis: “Allah tidak berada di dalam waktu. Hidup-Nya tidak terdiri dari momen demi momen. . . . Saat ini—dan setiap momen lainnya sejak penciptaan dunia—selalu merupakan masa kini bagi-Nya.” Meski demikian, masa-masa penantian kita seringkali terasa tidak berujung. Namun, saat kita belajar mempercayai Allah, Sang Pencipta waktu yang abadi, kita bisa meyakini bahwa keberadaan kita yang rapuh ini aman di tangan-Nya.

Ucapan Terima Kasih yang Tulus

Untuk mempersiapkan Xavier, putra kami, menghadapi wawancara kerja pertamanya, Alan, suami saya, memberikan setumpuk kartu ucapan terima kasih untuk dikirimkan kepada calon pemberi kerja setelah selesai wawancara. Suami saya lalu berpura-pura menjadi pewawancara dan mengajukan berbagai pertanyaan kepada Xavier. Selesai latihan, Xavier memasukkan beberapa lembar surat lamarannya ke dalam map. Ia tersenyum ketika Alan mengingatkannya tentang kartu ucapan itu. “Aku tahu, Ayah,” katanya. “Ucapan terima kasih yang tulus akan membuatku terlihat berbeda dari pelamar-pelamar yang lain.”