Penulis

Lihat Semua

Artikel oleh Xochitl Dixon

Aku Bersyukur untuk Dirimu!

Sewaktu merawat ibu saya di rumah perawatan bagi para penderita kanker, saya berkenalan dengan Lori, pengasuh lain yang tinggal bersama suaminya, Frank, di lorong yang sama dengan kami. Saya biasa mengobrol, bercanda, mencurahkan isi hati, menangis, dan berdoa bersama Lori di ruang duduk. Kami sangat senang dapat mendukung satu sama lain selagi kami merawat anggota keluarga terkasih kami masing-masing.

Berbuat Semampu Kita

Meski hanya bisa berbaring di tempat tidur, Morrie Boogaart yang berusia 92 tahun tetap bekerja merajut topi untuk para tunawisma di Michigan. Kabarnya Boogaart berhasil membuat lebih dari 8.000 topi dalam waktu 15 tahun. Alih-alih memikirkan masalah kesehatan dan keterbatasannya, Boogaart berbuat semampunya untuk menempatkan kebutuhan orang lain di atas dirinya sendiri. Ia berkata bahwa pekerjaan itu membuatnya senang dan memberinya tujuan hidup. Ia berkata, “Saya akan terus melakukannya sampai saya pulang ke rumah Bapa”—dan Allah memanggilnya pulang pada Februari 2018. Meski sebagian besar penerima topi buatannya tidak tahu kisah hidup Boogaart atau pengorbanan yang ia berikan untuk merajut setiap topi, ketekunan kasihnya dalam perbuatan yang sederhana itu kini menginspirasi banyak orang di seluruh dunia.

Senantiasa Mengucap Syukur

Tahun-tahun yang melelahkan akibat penyakit kronis dan rasa frustrasi terhadap ruang gerak saya yang terbatas akhirnya memuncak. Ketidakpuasan yang saya rasakan membuat saya sering menuntut dan sulit mengucap syukur. Saya mulai mengeluh tentang perawatan yang diberikan suami. Saya mengomel tentang cara suami saya membersihkan rumah. Walaupun ia adalah koki terbaik yang pernah saya kenal, masih saja saya menggerutu tentang kurangnya variasi menu makanan kami. Ketika akhirnya ia mengatakan bahwa keluh-kesah saya melukai perasaannya, saya malah menjadi jengkel. Pikir saya, mana mungkin ia tahu apa yang saya alami? Namun akhirnya, Allah menolong saya untuk melihat segala kesalahan yang saya lakukan, dan saya pun meminta pengampunan dari suami dan Tuhan.

Tampil Apa Adanya

Selama bertahun-tahun, perasaan tak berharga dan malu atas masa lalu saya yang bobrok telah merusak hidup saya. Saya khawatir ada yang tahu tentang kebobrokan saya. Suatu hari saya mengundang seorang rohaniwan makan siang di rumah saya. Untuk itu, saya mencoba tampil sempurna. Saya memastikan rumah saya bersih total, menyiapkan hidangan berkelas, dan mengenakan pakaian yang terbaik.

Cara Berdoa yang Benar

Saya mengagumi orang-orang yang tekun mencatat pokok-pokok doa mereka setiap hari dalam suatu jurnal. Saya kagum kepada mereka yang mengikuti perkembangan setiap permohonan dan pujian mereka serta dengan setia memperbarui daftar doa mereka. Saya terinspirasi oleh mereka yang mengajak orang lain untuk berdoa bersama dan yang khusyuk menaikkan doa-doa mereka setiap malam. Selama bertahun-tahun saya berusaha meniru gaya mereka, menata kehidupan doa yang sempurna, dan mencontoh tutur kata mereka yang lebih fasih dalam berdoa. Saya berjuang untuk menyingkapkan apa yang saya anggap sebagai misteri, karena saya rindu mempelajari cara berdoa yang benar.

Melampaui Bintang-Bintang

Pada tahun 2011, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat yang biasa dikenal dengan NASA merayakan 30 tahun perjalanan penelitian antariksa yang dilakukannya. Dalam tiga dekade itu, pesawat demi pesawat ulang-alik telah membawa lebih dari 355 orang ke luar angkasa dan membantu pembangunan Stasiun Luar Angkasa Internasional. Setelah berhenti mengoperasionalkan lima pesawat ulang-aliknya, NASA kini mengalihkan fokusnya pada eksplorasi luar angkasa jarak jauh.

Orang yang Murah Hati

Setelah melihat semua yang pernah Allah lakukan di sepanjang sejarah gereja kami, para pemimpin mengusulkan kepada jemaat untuk membangun gedung olahraga baru yang bisa kami gunakan untuk melayani masyarakat luas. Mereka menyatakan akan menjadi pihak pertama yang berkomitmen mendanai pembangunan itu. Awalnya saya berdoa dengan hati yang egois, karena tak ingin memberikan persembahan lebih dari yang kami tekadkan sebelumnya. Meskipun demikian, saya dan suami setuju mendoakan proyek itu. Namun, saat mengingat kembali pemeliharaan Allah atas hidup kami, kami memutuskan untuk memberikan persembahan bulanan. Pada akhirnya, total persembahan jemaat kami pun cukup untuk membayar seluruh biaya yang dibutuhkan.

Pencipta yang Menakjubkan

Sebagai fotografer amatir, saya suka sekali memotret potongan-potongan dari alam ciptaan Allah dengan kamera saya. Saya bisa melihat karya tangan-Nya pada kelopak bunga yang indah, pada pancaran sinar matahari yang terbit dan terbenam, serta pada kanvas langit yang dilukis oleh awan dan bintang yang bertebaran.

Bapa yang Baik

Ketika putra kami, Xavier, masih kecil, suami saya kerap kali harus bepergian karena pekerjaannya. Ayahnya sering menelepon, tetapi adakalanya itu tidak cukup bagi Xavier. Untuk membantu menenangkan Xavier yang merindukan ayahnya, biasanya saya mengeluarkan album foto sebelum ia tidur. Saya memperlihatkan foto-foto yang menunjukkan pengalaman mereka bersama dan bertanya, “Kamu ingat ini?” Ingatan itu menghibur anak kami, dan ia pun sering berkata, “Ayahku baik sekali.”