Allah Melihat, Mengerti, dan Peduli
Adakalanya menjalani hidup dengan sakit dan kelelahan yang kronis membuat saya terisolasi di rumah dan merasa sendirian. Saya sering merasa tidak terlihat oleh Allah dan sesama. Suatu pagi buta, saya bergumul dengan perasaan itu ketika sedang berdoa sambil berjalan-jalan bersama anjing saya. Kemudian saya melihat sebuah balon udara di kejauhan. Orang-orang di dalam keranjang balon itu dapat menikmati pemandangan lingkungan kami yang tenang dari atas, tetapi mereka tidak bisa melihat saya. Sambil terus berjalan melewati rumah-rumah tetangga, saya menghela napas sambil berpikir, Di balik pintu-pintu rumah ini, berapa banyak orang yang merasa tidak terlihat dan tidak penting? Selesai berjalan pagi, saya meminta Allah memberi saya kesempatan untuk mengungkapkan kepada para tetangga bahwa saya—dan Allah—melihat serta mempedulikan mereka.
Mengasihi Seperti Yesus
Seorang pria muda yang mengenakan celana bahan dan kemeja rapi duduk di sebuah bangku stasiun sembari menunggu kereta di Atlanta, Georgia. Melihat pria itu kesulitan memasang dasi, seorang wanita tua mendorong sang suami untuk membantunya. Saat lelaki tua itu membungkuk dan mengajari si pemuda mengikat dasinya, seorang asing mengambil foto ketiganya. Ketika foto tersebut menjadi viral, banyak yang meninggalkan komentar positif tentang pentingnya berbuat baik kepada sesama.
Air Mata Syukur
Bertahun-tahun lalu, saya pernah merawat ibu saya yang dirawat secara paliatif. Saya bersyukur atas empat bulan yang Allah berikan kepada saya untuk dapat merawat beliau. Saya juga meminta-Nya untuk menolong saya melewati masa duka. Sering kali saya bergumul untuk dapat memuji Allah di tengah gejolak emosi yang saya rasakan. Namun, saat ibu saya mengembuskan napas terakhir dan saya menangis tak terkendali, saya bisa membisikkan “Haleluya.” Saya sempat merasa bersalah karena bersyukur kepada Allah dalam momen duka itu, tetapi bertahun-tahun kemudian, pemahaman saya berubah setelah saya merenungkan Mazmur 30 dengan lebih dalam.
Mengenali Suara Allah
Setelah bertahun-tahun meneliti, para ilmuwan meyakini bahwa kawanan serigala mengeluarkan suara yang berbeda-beda untuk membantu mereka saling berkomunikasi. Dengan menggunakan kode analisis suara yang spesifik, seorang ilmuwan menemukan bahwa volume dan nada yang berbeda-beda dalam lolongan serigala memampukannya untuk mengenali kawanan serigala tertentu dengan ketepatan 100 persen.
Menyiangi Dosa
Meski sempat melihat sejenis perdu bertunas di sebelah selang untuk menyiram tanaman dekat beranda rumah kami, saya mengabaikan tanaman yang tampak tidak berbahaya itu. Saya pikir, mana mungkin rumput liar sekecil itu merusak halaman kami? Namun, minggu demi minggu berlalu, dan rumput liar itu pun tumbuh hingga seukuran semak kecil dan mulai menguasai pekarangan kami. Cabang-cabangnya yang liar menutupi sebagian jalan masuk rumah dan bertunas di bagian-bagian lain. Setelah menyadari keberadaannya yang merusak, saya meminta suami saya untuk mencabut rerumputan liar itu, lalu melindungi halaman kami dengan pembasmi gulma.
Kartu-Kartu Doa
Dalam suatu lokakarya penulisan tempat saya melayani sebagai salah satu pengajar, Tamy memberi saya kartu pos berisi doa dengan tulisan tangan di belakangnya. Ia menjelaskan bahwa setelah membaca biografi para pengajar, ia menuliskan doa khusus pada setiap kartu, lalu mendoakannya sembari memberikan kartu-kartu tersebut kepada kami. Saya sangat terkesan membaca pesan pribadi yang ia tuliskan untuk saya, dan berterima kasih kepada Allah yang menguatkan saya melalui apa yang Tamy lakukan. Saya pun balas mendoakannya. Setiap kali saya merasa sakit dan kelelahan selama lokakarya itu, saya mengeluarkan kartu pos tersebut, dan semangat saya disegarkan kembali saat membaca pesan dari Tamy.
Tak Terbayangkan
Saya duduk di bangku gereja tepat di belakang seorang wanita, saat para pemuji mulai mengajak jemaat menyanyikan lagu “I Can Only Imagine” (Sungguh Tak Terbayangkan). Saya memuji Allah sambil mengangkat tangan, sementara suara sopran yang indah dari wanita di depan saya menyatu dalam harmoni dengan suara saya. Setelah ibadah, beliau menceritakan tentang pergumulan kesehatannya, dan kami pun berdoa bersama untuk perawatan kanker yang akan dijalaninya.
Lebih dari Pemenang
Ketika suami saya melatih tim bisbol putra kami di Liga Kecil, ia menggelar pesta akhir musim sebagai hadiah untuk para pemain atas kemajuan yang mereka capai. Dustin, salah seorang pemain yang termuda, menghampiri saya dan bertanya, “Bukankah hari ini kita kalah?”
Misi Penyelamatan
Para relawan yang bekerja bagi lembaga penyelamatan hewan ternak di Australia menemukan seekor domba kesasar dengan bulu gimbal yang kotor seberat hampir tiga puluh lima kilogram. Mereka menduga domba tersebut telah terlupakan dan terhilang di padang belantara selama setidaknya lima tahun. Sambil menenangkan domba tersebut, para relawan mencukur bulunya yang tebal. Begitu terbebas dari bulu-bulu yang membebaninya, domba itu pun makan. Kaki-kakinya bertambah kuat. Domba yang diberi nama Baarack itu menjadi lebih nyaman dan gembira setelah melewati hari-harinya bersama para penyelamatnya dan hewan-hewan lain di tempat perlindungan tersebut.