Oleh Robert M. Solomon

“Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.” –Markus 1:1

Ulang tahun penguasa Romawi, Kaisar Agustus, dirayakan di seluruh wilayah kekaisaran sebagai “kabar baik” (Injil) dan dengan upacara besar nan megah ia dinyatakan sebagai “Anak Allah.” Dalam bahasa aslinya, kedua frasa itu sangat akrab di telinga orang-orang Romawi, dan Markus menggunakan keduanya untuk mengawali kitab yang ia tulis, menghubungkan kedua frasa tersebut dengan Perjanjian Lama dan Yesus Kristus (Markus 1:1). Pesan radikal itu menantang klaim Romawi: Siapa mereka dibandingkan dengan Raja segala raja? Klaim Kaisar atas otoritas khusus yang ia miliki, sebagaimana juga klaim semua penguasa di dunia, diperhadapkan pada otoritas mutlak Kristus, Pribadi yang tetap sama, kemarin, hari ini, dan sampai selama-lamanya (Ibrani 13:8). Bagian selanjutnya dari Injil ini memperkenalkan pembaca kepada Kristus, Tuhan sekaligus kabar baik bagi dunia.

Dalam Markus 1:2-3, sang penulis Injil mengutip Maleakhi 3:1 dan Yesaya 40:3 untuk mengumumkan bahwa Tuhan dan Mesias telah datang. Kedatangan-Nya telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama, dan kini, setelah sekitar 400 tahun Allah tidak berfirman kepada umat-Nya, utusan khusus yang sudah dinubuatkan dalam kitab terakhir Perjanjian Lama akhirnya datang mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Utusan itu adalah Yohanes Pembaptis, yang melayani di padang gurun dengan memberitakan baptisan pertobatan (Markus 1:4). Yohanes adalah sosok yang keras dan berpakaian seperti Elia dari masa Perjanjian Lama (2 Raja-Raja 1:8). Dalam Markus 9:12-13, Yesus menegaskan bahwa Yohanes telah datang seperti Elia, menggenapi nubuat dalam Maleakhi 4:5 (lihat Matius 11:14; Yesaya 40:3). Yohanes mempersiapkan orang banyak untuk kedatangan Tuhan dengan sungguh-sungguh mendorong mereka mengaku dosa dan memberi diri dibaptis di sungai Yordan.

Injil ini memperkenalkan pembaca kepada Kristus, Tuhan sekaligus kabar baik bagi dunia.

Baptisan Yohanes merupakan tanda yang paralel dengan pengalaman bangsa Israel keluar dari Mesir melalui Laut Merah. Baptisan itu memanggil orang-orang Israel untuk bertobat—untuk keluar dari dosa—dan mengalami pembebasan kedua melalui air baptisan yang menyiapkan mereka untuk masuk ke dalam perjanjian baru dengan Allah (Yesaya 51:10-11).

Yohanes menggambarkan Sang Mesias yang akan datang sebagai pribadi yang jauh lebih penting darinya (Markus 1:7-8). Yesus lebih berkuasa daripada Yohanes. Yesus jauh lebih agung daripada Yohanes yang merasa bahkan tidak layak untuk membuka tali kasut-Nya. Baptisan Yesus akan jauh lebih luar biasa daripada baptisan Yohanes; bila Yohanes membaptis hanya dengan air (lambang pertobatan seseorang sebelum memberi diri dibaptis secara fisik), Yesus akan membaptis dengan Roh Kudus (untuk mendatangkan transformasi hidup yang membawa seseorang kepada kekudusan setelah dibaptis secara rohani).

Ada sesuatu yang unik tentang Yesus, Pribadi yang sama sekali belum pernah dijumpai dalam sejarah manusia. Sungguh inilah kabar baik itu!

Renungkan:

  • Pikirkan semua “kabar baik” yang ditawarkan oleh dunia. Bagaimana semua itu dibandingkan dengan kabar baik tentang Yesus Kristus? Bagaimana Injil Yesus Kristus menjadi kabar baik untuk Anda secara pribadi?
  • Apa arti pertobatan bagi Anda? Menurut Anda, apa saja yang harus dilakukan seseorang yang mau sungguh-sungguh bertobat?

Dikutip dan diadaptasi dari Teman Jelajah “Markus” oleh Robert M. Solomon, terbitan PT Duta Harapan Dunia


Baca Juga:

Teman Jelajah Kitab Markus

Ambillah waktu untuk menggali Injil Markus lebih dalam. Anda akan terpesona melihat apa yang telah diperbuat Yesus Kristus, Sang Raja yang melayani itu bagi Anda. Dia juga memberi kita teladan untuk mengasihi sesama kita dengan tindakan nyata yang mencerminkan sifat Allah yang penuh belas kasihan. Ikutilah jejak Yesus, teladanilah kehidupan-Nya di bumi, dan alamilah perjumpaan pribadi dengan-Nya agar Anda makin serupa dengan Sang Raja yang melayani.

Dapatkan buku Teman Jelajah Kitab Markus dengan mendaftarkan diri mengikuti acara PA online, Temu Teman Jelajah Markus, Kamis, 22 Januari 2026!


Pelayanan Our Daily Bread Ministries di Indonesia didukung terutama oleh persembahan kasih dari para pembaca, baik individu maupun gereja di Indonesia sendiri, yang memampukan kami untuk terus membawa hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup kepada banyak orang di dalam negeri.