“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.” (Efesus 1:3)
Di awal suratnya kepada jemaat di Efesus, Paulus langsung memberikan pujian yang tertinggi kepada Allah Tritunggal untuk segala berkat yang telah dikaruniakan Bapa, Anak, dan Roh Kudus kepada orang-orang kudus. Dalam teks bahasa Yunani, Efesus 1:3-14 merupakan satu kalimat panjang yang indah tanpa tanda baca atau jeda. Paulus seakan sedang menyelami kedalaman rahasia berkat Allah dan enggan kembali ke permukaan karena ia telah menemukan kebenaran tentang kekayaan hikmat dan rahmat Allah yang begitu mempesona.
Ayat 3 adalah ringkasan dan pengantar bagi ayat-ayat berikutnya. Semua berkat yang kita peroleh dari surga bersumber dari Allah Tritunggal: Bapa dan Anak jelas disebut dan, menurut para ahli, kata rohani mengacu kepada Roh Kudus yang memberikan berkat-berkat tersebut.
Tritunggal adalah doktrin alkitabiah yang sentral bagi iman Kristen, tetapi sulit dimengerti oleh pikiran manusia. Buku A Handbook of Christian Truth menyatakan dengan bijak, “Orang yang berusaha memahami Tritunggal sepenuhnya akan kehilangan nalarnya, tetapi orang yang menyangkal Tritunggal akan kehilangan jiwanya.”
Di Kitab Efesus saja, Tritunggal ditekankan beberapa kali di 1:3,11-14,17; 2:18,22; 3:2-5, 14-17; 4:4-6; 5:18-20. Alkitab menggambarkan kerja sama Allah Tritunggal dengan kesatuan yang sempurna dalam penciptaan dunia (Kejadian 1:1-3; Yohanes 1:1), peristiwa inkarnasi (Lukas 1:30-35), penebusan manusia berdosa (Ibrani 9:14), persekutuan orang percaya dengan Allah (Efesus 2:18), dan dalam doa (Roma 8:27,34).
Ketiga pribadi dalam Tritunggal secara aktif berkarya dalam hidup kita, mengaruniakan berkat-berkat yang luar biasa dan mengagumkan. Ada dua ungkapan yang digunakan Paulus untuk menggambarkan berkat-berkat itu:
“Di dalam sorga.” Ungkapan ini akan diulang empat kali lagi dalam surat Efesus (1:20; 2:6; 3:10; dan di 6:12 diterjemahkan sebagai “di udara”). Terjemahannya dalam bahasa Inggris menggunakan frasa “in the heavenly realms.” Ungkapan yang merujuk pada dimensi rohani itu menegaskan bahwa kita telah dikaruniai segala berkat rohani, meskipun kita masih menantikan penggenapannya di surga. Perhatikan bahwa fokus Paulus bukanlah berkat-berkat jasmani, karena ia menggambarkan apa yang telah dilakukan Allah bagi kita melalui Kristus di ayat 4-8 dan 13-14.
“Dalam Kristus.” Kita telah dikaruniai “segala berkat rohani” dalam Kristus (1:3). Tidak ada berkat tanpa Kristus dan tidak ada berkat di luar Kristus. Sia-sia kita mencari berkat lain di luar Kristus.
Allah Tritunggal sedang bekerja dalam hidup kita dan telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani yang hanya dapat ditemukan di dalam Kristus.
Mari renungkan: Segala berkat rohani dapat ditemukan di dalam Kristus. Bagaimana kebenaran itu mempengaruhi cara hidup Anda dan hubungan Anda dengan-Nya?
Dikutip dan diadaptasi dari Teman Jelajah “Kitab Efesus” oleh Robert M. Solomon, terbitan DHD Indonesia.
Baca Juga:
Teman Jelajah “Kitab Efesus”
Temukan apa yang dikatakan Rasul Paulus dalam Kitab Efesus tentang segala berkat yang telah dikaruniakan Allah Tritunggal kepada jemaat-Nya, rahasia Injil yang dipercayakan-Nya kepada jemaat, dan bagaimana jemaat sepatutnya hidup sesuai dengan identitas dan panggilannya.
Teman Jelajah dirancang bagi setiap orang yang rindu menyediakan waktu bersama Allah untuk menjelajahi firman-Nya dari kitab ke kitab.
Pelayanan Our Daily Bread Ministries di Indonesia didukung terutama oleh persembahan kasih dari para pembaca, baik individu maupun gereja di Indonesia sendiri, yang memampukan kami untuk terus membawa hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup kepada banyak orang di dalam negeri.
