Month: March 2021

Siapa Tahu?

Menurut cerita rakyat Tiongkok, ketika Sai Weng kehilangan salah seekor kuda yang sangat disayanginya, seorang tetangga mengungkapkan keprihatinan atas kehilangannya itu. Namun, Sai Weng justru tidak begitu peduli. Katanya, “Siapa tahu itu justru baik buatku?” Yang mengejutkan, kuda yang hilang itu kembali dengan disertai seekor kuda lain. Ketika si tetangga memberikan selamat kepadanya, Sai Weng kembali berkata, “Siapa tahu itu justru buruk bagiku?” Di kemudian hari, anak lelaki Sai Weng mengalami patah kaki karena terjatuh ketika menunggangi kuda barunya. Peristiwa itu mungkin dianggap buruk, sampai suatu hari sepasukan tentara datang ke desa mereka dengan maksud merekrut semua lelaki yang berbadan sehat dan kuat untuk ikut berperang. Karena patah kaki, anak lelaki Sai Weng tidak ikut direkrut, dan terluput dari kemungkinan tewas di medan perang.

Mengenal Bapa

Konon, konduktor asal Inggris, Sir Thomas Beecham pernah bertemu dengan seorang wanita berpenampilan terhormat di lobi sebuah hotel. Karena merasa kenal dengan wanita itu tetapi tidak mengingat namanya, Beecham menghampiri dan menyapanya. Ketika mereka sedang berbincang-bincang, samar-samar Beecham ingat kalau sang wanita memiliki seorang saudara laki-laki. Berharap bisa mendapatkan petunjuk yang lebih jelas, ia pun menanyakan kabar kakak wanita itu, dan apakah ia masih bekerja di tempat yang sama. “Oh, ia baik-baik saja,” jawab wanita itu. “Dan sampai sekarang masih menjadi raja.”

Terluput

Ketika sedang membersihkan tanah di kebun agar siap ditanami selama musim semi, saya mencabut segumpal besar gulma yang tumbuh sejak musim dingin . . . dan terlonjak kaget! Seekor ular kepala tembaga yang berbisa sedang bersembunyi di balik semak-semak, tepat di bawah tangan saya. Seandainya tangan saya lebih rendah sedikit, hampir pasti saya akan memegang ular itu dengan tidak sengaja. Saya langsung melihat kulitnya yang berwarna-warni begitu mencabut gulma; sisa badannya melingkar di semak-semak di antara kedua kaki saya.