
Mendoakan Isi Hati Kita
Brenda dan Eddie masuk ke mobil dan juga masuk ke dalam kebiasaan Kamis malam mereka. “Mau makan di mana?” tanya Eddie. “Oh, Eddie, terserah, di mana saja boleh,” jawab Brenda. Ini bukan situasi yang baru bagi Eddie. “Oke, bagaimana kalau di The Windmill?” Brenda langsung kesal, “Tidak mau. Di mana saja asal tidak di situ!” Eddie menghela napas. “Jadi mau di mana?” Brenda tetap bersikukuh, “Di mana saja boleh.”

Allah Melihat Saya
Ketika suami Sun terserang stroke, hidupnya berubah drastis. Ia harus membantunya menjalani aktivitas sehari-hari dan menghadapi luapan emosi yang muncul. Selama 17 tahun, ia setia merawat suaminya. Namun, ketika suaminya terjatuh dan kesehatannya semakin memburuk, perawatan pun menjadi beban yang terlalu berat. Sun lalu jatuh dalam depresi. “Aku merasa telah kehilangan iman,” akunya, “dan aku tidak dapat melihat Allah.”
Pesan Natal dari Ladang Gandum
Tahun 2025 membawa kejutan tak terduga bagi saya. Sukacita menerima beasiswa studi lanjut diwarnai dengan rangkaian diagnosa medis.

Berjalan bersama Allah
Suatu hari di gym, istri saya bergabung dengan para pejalan kaki yang mengikuti aturan berjalan searah jarum jam. Tiba-tiba, seorang perempuan melangkah masuk ke lintasan dan berjalan berlawanan arah. Beberapa temannya menyusul, dan tak lama kemudian orang-orang lain mengikuti. Lintasan yang semula tertib pun berubah menjadi kacau. Butuh beberapa menit untuk mengembalikan keteraturan dan memastikan semua kembali ke arah yang benar.
Pesan Natal dari Ladang Gandum
Tahun 2025 membawa kejutan tak terduga bagi saya. Sukacita menerima beasiswa studi lanjut diwarnai dengan rangkaian diagnosa medis: mulai dari pneumonia hingga risiko strok.
