Category  |  Santapan Rohani

Menyandang Nama-Nya

Pada bulan Juli 1860, sekolah keperawatan pertama di dunia dibuka di Rumah Sakit St. Thomas di London. Saat ini sekolah tersebut menjadi bagian dari King’s College, dan para siswa jurusan keperawatan di dalamnya disebut Nightingales. Sekolah itu—sebagaimana praktek keperawatan modern—didirikan oleh Florence Nightingale yang mengubah dunia keperawatan pada masa Perang Krimea. Ketika calon perawat menyelesaikan pelatihan mereka, mereka harus mengucapkan “Ikrar Nightingale”, suatu cerminan dari pengaruh Florence Nightingale yang selalu mewarnai dunia keperawatan.

Menenangkan Badai

Ketika Badai Katrina mengarah ke pesisir Mississippi, seorang pendeta yang telah pensiun beserta istrinya memutuskan untuk meninggalkan rumah mereka dan menetap di suatu rumah penampungan. Putri mereka memohon supaya mereka mau pergi ke Atlanta agar ia bisa merawat mereka. Namun pendeta dan istrinya tidak dapat mengambil uang untuk membiayai perjalanan karena semua bank tutup. Setelah badai berlalu, mereka kembali ke rumah untuk mengambil beberapa barang dan hanya berhasil menyelamatkan beberapa foto keluarga yang mengapung di atas air. Lalu, ketika pendeta itu mengeluarkan foto ayahnya dari bingkai untuk dikeringkan, jatuhlah uang sejumlah $366—jumlah yang persis dibutuhkan untuk membeli dua tiket pesawat ke Atlanta. Pasangan itu belajar bahwa mereka bisa mempercayai Yesus untuk apa pun yang mereka perlukan.

Kekuatan dan Pujian Kita

John Philip Sousa adalah seorang komponis, pemimpin band, dan pencipta ternama dari lagu-lagu mars yang telah dimainkan oleh berbagai band di dunia selama lebih dari seratus tahun. Menurut Loras John Schissel, sejarawan musik dan dirigen dari Virginia Grand Military Band, “Sousa bagi lagu mars adalah seperti Beethoven bagi musik simfoni.” Sousa, yang sering dijuluki “Raja Lagu Mars”, sangat memahami kekuatan musik untuk memotivasi, membangkitkan semangat, dan menginspirasi orang.

Tupai yang Ketakutan

Saya telah menata jaring tanaman di halaman saya. Kemudian saya berniat untuk menyebarkan bebatuan hiasan di atasnya. Setelah pekerjaan tersebut hampir selesai, saya melihat ada seekor tupai yang terjerat di dalam jaring itu.

Terjebak dalam Lumpur

Kami benar-benar terjebak! Ketika saya sedang menaruh rangkaian bunga di atas makam orangtua saya, suami saya menepikan mobil agar mobil lain bisa lewat. Hujan telah turun selama berminggu-minggu sehingga area parkir menjadi sangat basah. Ketika kami hendak meninggalkan tempat itu, kami baru menyadari bahwa mobil kami terjebak dalam lumpur. Semakin kencang roda berputar, semakin terbenam pula mobil kami ke dalam lumpur.

Para Pencari Hikmat

Pada setiap musim semi, berbagai perguruan tinggi dan universitas mengadakan upacara wisuda untuk merayakan keberhasilan para mahasiswa yang telah menyelesaikan studi dan memperoleh gelar mereka. Setelah menjalani wisuda mereka, para lulusan ini akan memasuki dunia yang menantang mereka. Memiliki pengetahuan akademis saja tidaklah cukup. Kunci meraih keberhasilan dalam hidup adalah dengan menerapkan segala sesuatu yang telah mereka pelajari dengan berhikmat.

Awal Baru untuk Hati yang Remuk

The Museum of Broken Relationships (Museum dari Relasi yang Kandas) di Zagreb, Kroasia menyimpan benda-benda tanda kasih yang telah kandas dari orang-orang yang tidak disebutkan namanya. Di sana ada sebilah kapak yang digunakan oleh seseorang untuk menghancurkan perabotan milik pasangan yang telah menyakitinya. Beragam boneka hewan, surat cinta dalam bingkai kaca yang sudah pecah, dan gaun pengantin melukiskan pedihnya hati yang telah hancur. Sementara sejumlah pengunjung meninggalkan museum itu dengan berurai air mata karena terkenang akan peristiwa kehilangan yang mereka sendiri alami, ada juga pasangan-pasangan yang saling berpelukan dan berjanji untuk tidak menyakiti satu sama lain.

Pusatkan Perhatian Anda

Itu muridku, lho,” demikian ujar seorang wanita tentang seseorang yang sedang dibantunya. Sebagai murid-murid Kristus, kita semua menerima tanggung jawab untuk memuridkan—membagikan kabar baik tentang Kristus kepada orang lain dan menolong iman mereka bertumbuh. Namun kita bisa dengan mudah memusatkan perhatian itu kepada diri kita dan bukan kepada Yesus.

Maha Penyembuh

Para dokter yang saya kenal adalah orang-orang yang cerdas, bekerja keras, dan penuh belas kasih. Mereka telah sering menolong saya terlepas dari penderitaan saya, dan saya bersyukur untuk keahlian mereka dalam mendiagnosis penyakit, meresepkan obat, membantu pemulihan tulang yang patah, dan menjahit luka. Akan tetapi itu semua tidak berarti bahwa saya lebih memilih untuk mempercayakan iman saya pada para dokter dibandingkan pada Allah.