Properti Allah
Apa yang pertama kali terlintas dalam pikiran Anda ketika mendengar kata properti? Mungkin pikiran Anda langsung terarah pada real estat, seperti sebidang tanah atau sebuah bangunan. Namun, Anda juga bisa mengartikannya sebagai “sifat atau ciri yang dimiliki oleh seorang individu atau suatu benda.” Misalnya, properti dari jenis kayu tertentu memberikan pemahaman tentang benda tersebut. Seperti apa tekstur kayunya? Seberapa mudah kayu itu menyusut? Apakah kayu itu tahan air? Dengan kata lain, kualitas apa saja dari kayu itu yang dapat diandalkan?

Allah Menyediakan
Sahabat saya Sally ingin mengadakan pesta ulang tahun untuk salah seorang temannya. Sally tahu temannya itu sedang mengalami masa sulit, jadi ia ingin menyemangatinya. Namun, Sally sedang menganggur dan tidak punya uang lebih untuk membeli makanan bagi pesta tersebut. Ia pun mengecek isi kulkas dan lemari dapurnya untuk melihat apa saja bahan makanan yang ada. Akhirnya, ia berhasil menyajikan beragam hidangan lezat dari bahan-bahan yang pernah dibeli dan disimpannya di rumah.

Mengenali Yesus
Sewaktu Carlotta masih kecil, ia mengira ibunya memiliki karunia istimewa dalam mengenali orang lain. Namun, sebenarnya Carlotta yang istimewa. Ia memiliki kondisi langka bernama prosopagnosia yang membuatnya tidak dapat mengenali atau mengingat wajah orang.
Ketika "Belum" adalah Bagian dari Rencana-Nya
Pernahkah Anda merasa tertinggal dalam hidup? Ketika teman-teman kariernya terlihat melejit, ekonominya membaik, dan impiannya terwujud, sementara Anda merasa masih berdiri di titik yang sama.

Jarak Sampai Bensin Habis
Mobil van mini saya yang sudah tua memiliki indikator digital bertuliskan inisial DTE: Distance ’Til Empty (Jarak sampai Bensin Habis). Indikator tersebut menolong saya untuk menghitung jarak yang tersisa sebelum saya perlu mengisi tangki bahan bakar. Sebagian besar mobil keluaran terbaru juga memiliki fitur yang sangat berguna ini. Alangkah pentingnya mengetahui persis sejauh mana saya bisa mengemudi agar terhindar dari bahaya mogok!
Ketika "Belum" adalah Bagian dari Rencana-Nya
Pernahkah kamu berlari mengejar kereta atau bus? Napasmu tersengal, jantung berdegup kencang, sembari berharap semoga belum terlambat.