Category  |  Santapan Rohani

Kejatuhan Si Sombong

John Taylor adalah seorang dokter bedah mata asal Inggris pada abad ke-18 yang memalsukan reputasinya karena terdorong oleh kesombongan. Ia senang mencari nama besar, hingga menjadi dokter mata pribadi Raja George II. Taylor berkeliling dari kota ke kota, menggelar pertunjukan medis yang menjanjikan mukjizat penyembuhan, lalu melarikan diri di malam hari dengan membawa tas-tas berisi uang milik warga. Namun, sejarah mencatatnya bukan sebagai ahli medis yang ternama, melainkan sebagai penipu yang kemungkinan besar telah membutakan ratusan pasien—termasuk dua komponis terbesar sepanjang masa: Bach dan Händel.

Ketika Kasih Hadir

“Mengapa kamu menangis?” tanya seorang sukarelawan dari pelayanan kemanusiaan Kristen kepada seorang wanita yang rumahnya hancur akibat terjangan badai Helena. Wanita yang tadinya menangis tersedu-sedu itu menjawab, “Aku menangis bukan karena semua milikku lenyap, tetapi karena aku baru saja mengalami kasih.”

Mata Air atau Saluran Pembuangan?

Terkadang, hikmat muncul dari sumber yang paling tak terduga. Baru-baru ini, saya menemukannya saat membaca sebuah artikel tentang pemain sepak bola Amerika, Travis Kelce. Pelatihnya yang frustrasi pernah berkata kepadanya, “Setiap orang yang kita jumpai di dunia ini adalah mata air atau saluran pembuangan.” Mungkin keduanya ada dalam hidup kita, dan pada waktu-waktu tertentu, kita cenderung berperilaku seperti salah satunya. Namun, mengikuti Yesus berarti kita dipanggil untuk lebih menyerupai mata air yang mengalirkan kebaikan daripada saluran pembuangan yang menguras kehidupan.

Permulaan yang Kecil

Pada tahun 1848, insinyur Charles Ellet Jr. menghadapi kebingungan besar: bagaimana membangun jembatan untuk melintasi jurang Air Terjun Niagara? Bagaimana menyeberangkan kabel melintasi sungai yang deras? Terinspirasi oleh sebuah mimpi, Charles memutuskan untuk mengadakan kontes menerbangkan layang-layang. Seorang remaja asal Amerika Serikat, Hofman Walsh, meraih hadiah lima dolar ketika layang-layangnya berhasil mendarat di sisi sungai yang terletak di wilayah Amerika Serikat. Tali layang-layang Hofman kemudian diikat pada sebatang pohon dan digunakan untuk menarik tali yang lebih ringan ke seberang sungai. Secara bertahap, tali yang lebih berat pun ditarik hingga akhirnya kabel utama dapat diseberangkan. Dari permulaan yang kecil inilah, konstruksi Jembatan Gantung Air Terjun Niagara dimulai.

Istirahat yang Menyegarkan

Dalam pesta ulang tahun seorang teman, Mia yang berusia lima tahun menikmati permainan, bernyanyi lagu “Selamat Ulang Tahun,” makan kue, dan melihat temannya membuka-buka hadiah. Ketika semua orang pergi keluar ruangan untuk bermain, Mia berkata kepada ibunya, “Ma, ayo kita pulang.” Di perjalanan pulang, sang ibu bertanya kepada Mia bagian mana yang paling ia sukai hari itu. “Pulang,” jawab Mia. Tidak lama setelah itu, ia langsung tertidur pulas dengan gembira.