
Kekuatan yang Lahir dari Kesulitan
Jess sudah berusia lanjut saat pertama kalinya mendengar dongeng anak-anak tentang seorang bocah laki-laki dan seekor kupu-kupu. Ia segera memahami pelajaran dari kisah tersebut tentang kekuatan yang lahir dari kesulitan. Dalam cerita itu, si bocah laki-laki menerima kepompong kupu-kupu dan diberi tahu agar tidak membukanya. Namun, saat kepompong itu mulai bergerak dan bergetar di tangannya, ia tak bisa menahan diri. Anak itu mengambil gunting lalu merobek kepompong itu agar kupu-kupu di dalamnya dapat keluar.

Para Wanita Tanpa Nama
Setelah mengelap meja dengan disinfektan, Shelia membungkuk untuk mengikat kantong sampah berisi gelas dan piring bekas. Ia mengangkat kantong itu ke atas bahunya, lalu menoleh untuk memantau ulang ruang serba guna gereja tersebut. Ia secara sukarela menawarkan diri untuk membersihkan ruangan itu dan ingin memastikan semuanya siap digunakan untuk pertemuan berikutnya. Namun, sebuah pertanyaan terlintas dalam benaknya: Adakah yang memperhatikan hasil pekerjaanku?
![[Allah] melepaskan dan menolong. (Daniel 6:28) [Allah] melepaskan dan menolong. (Daniel 6:28)](https://da4kwgmu3ugvs.cloudfront.net/wp-content/uploads/sites/60/2026/02/25102156/SOCIAL-POST_20260303-940x1175.jpg)
Kuasa Allah yang Tidak Terabaikan
Ketika Dinas Perhubungan Kentucky Tengah merenovasi kantor pusatnya, mereka ingin menarik perhatian publik. Alih-alih memasang penanda atau pengumuman sederhana, mereka memilih sesuatu yang menonjol: sebuah paku payung raksasa setinggi hampir 7 meter pada pintu masuk gedung. Paku payung yang memecahkan rekor dunia ini menjadi penanda yang tidak terabaikan, mustahil untuk dilewatkan oleh siapa pun yang melintas.

Kemurahan Hati yang Menyegarkan
Dalam auditorium Sekolah Kedokteran Albert Einstein, para mahasiswa berkumpul untuk menyimak dengan penuh perhatian pidato seorang wanita berusia 90 tahun bernama Ruth Gottesman. Di akhir pidatonya, Ruth mengumumkan sesuatu yang mengejutkan—ia akan menyumbangkan 1 miliar dolar AS agar para mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan tanpa harus membayar biaya kuliah. Kabar tersebut disambut sorakan dan ekspresi tak percaya dari seluruh hadirin. Donasi itu menjadi yang terbesar sepanjang sejarah sekolah kedokteran. Namun, dalam berbagai wawancara setelah momen itu, Ruth berbicara seolah-oleh dirinya yang menerima anugerah. Ia merasa begitu bersyukur, bersukacita, dan terhormat karena dapat membagikan kekayaannya.
Pergi dan Ceritakan tentang Yesus
Saat bus kami menanjak di jalan sempit yang membelah Pegunungan Andes, suasana di dalam kendaraan penuh tawa dan nyanyian dari rekan-rekan saya. Sementara saya yang menatap keluar jendela begitu terkejut melihat tidak adanya pagar pembatas antara bus dan jurang di sisi jalan. Rasa cemas mulai muncul seiring perjalanan yang makin mendaki, sehingga saya mempertanyakan dalam hati mengapa tim misi kami perlu jauh-jauh datang ke wilayah terpencil di Ekuador ini. Saat itulah saya tersadar: Allah begitu mengasihi orang-orang di sana, hingga Dia rela mengutus Putra-Nya sendiri untuk mati bagi mereka. Keyakinan itu memberi saya keberanian untuk menempuh perjalanan yang menegangkan ini demi menyampaikan kasih Allah tersebut kepada mereka.