
Menyerahkan Kekhawatiran
Saya berjalan ke kios di bandara untuk melakukan check in dengan menggunakan nomor konfirmasi yang tersimpan dalam ponsel saya. Pada saat itu saya baru sadar, ternyata ponsel saya hilang! Ponsel itu tertinggal di dalam mobil yang tadi mengantar saya. Bagaimana saya dapat menghubungi pengemudi taksi daring yang mengantar saya itu?

Sikap Berdoa
Perjuangan panjang melawan suatu penyakit kronis telah membuat Jimmy menderita. Walau rindu meluangkan waktu bersama Allah setiap pagi, dengan berdoa dan merenungkan firman-Nya, Jimmy kesulitan menemukan posisi duduk yang tidak membuatnya kesakitan. Ia sudah menggeser tubuhnya dari satu sisi ke sisi yang lain, tetapi tidak juga menemukan posisi yang nyaman. Akhirnya, dalam keputusasaannya, ia berlutut. Namun, tanpa diduga, sikap seperti berdoa itu ternyata dapat mengurangi rasa sakit pada tubuhnya. Jadi, di hari-hari berikutnya Jimmy pun mengambil waktu bersama Allah dengan berlutut—posisi yang membuatnya nyaman sembari berdoa kepada-Nya.

Jalan Allah adalah Kasih
Dengan kelebihan waktu yang saya punya, saya sudah berencana akan melayani orang-orang semampu saya selama beberapa bulan ke depan. Namun, ketika sedang membantu seorang teman, saya tersandung dan jatuh hingga lengan saya patah di tiga bagian. Kini sayalah yang membutuhkan pertolongan. Saudara-saudari seiman menunjukkan kepedulian mereka dengan menjenguk, memberikan hadiah, mengirim bunga, menelepon, mengirim pesan pendek, doa, menyediakan makanan (bahkan sekotak cokelat), dan membantu saya berbelanja. Saya sungguh terharu mengalami betapa baiknya anggota keluarga, teman-teman, dan rekan-rekan gereja saya! Saya merasa seolah-olah Allah berkata kepada saya, “Tenang saja. Kamu membutuhkan pertolongan, dan kamu akan melihat seperti apa kepedulian itu.” Berkat kepedulian itu, saya lebih memahami apa artinya melayani dengan sepenuh hati dan mengucap syukur kepada Allah atas kehadiran sesama.

Dikejar oleh Allah
David Uttal adalah seorang ilmuwan dalam bidang kognitif yang mempelajari navigasi, tetapi ia sendiri mengalami kesulitan saat harus menemukan arah atau letak suatu tempat. Ini bukan masalah baru baginya, karena sewaktu masih berusia 13 tahun, ia pernah tersesat lebih dari dua hari dalam suatu pendakian. Uttal mengakui bahwa ia masih bergumul untuk mengikuti petunjuk arah yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Memang sebagian orang adalah navigator alami, yang tahu persis di mana mereka berada dan bagaimana caranya mencapai tempat yang ingin mereka tuju. Namun, seperti Uttal, ada orang-orang yang kesulitan mengikuti petunjuk yang jelas sekalipun, sehingga mereka sering tersesat.
