Category  |  Santapan Rohani

Iman Belle

Belle tidak ingin mengikuti iman orangtuanya di dalam Tuhan Yesus. Semasa kuliah, ia menyebut dirinya agnostik dan berusaha menjalani hidupnya tanpa Allah. Namun, ketika mengalami putus cinta yang berujung pada depresi, ia merasa hancur dan mulai berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Di tengah keputusasaan itu, Belle teringat akan kebahagiaan orangtuanya dalam mengikut Tuhan. Meski masih bergumul, ia akhirnya mau menerima Yesus sebagai Juruselamat.

Diperlukan Kerendahan Hati

Sepupu-sepupu saya tinggal hanya tiga kilometer dari rumah keluarga kami, tetapi mereka dilarang berinteraksi dengan kami. Mereka tidak pernah datang berkumpul bersama kami atau menyapa kami kalau bertemu di tempat perbelanjaan. Orangtua mereka berkata bahwa karena kami tidak beribadah di gereja pada waktu itu, kami dianggap memberi pengaruh buruk. Jadi, sungguh mengejutkan ketika bertahun-tahun kemudian salah seorang sepupu saya datang ke pemakaman kakak tertua saya, lalu menghampiri kami satu per satu dan dengan rendah hati meminta maaf atas sikap mereka. Hubungan kami pun mulai dipulihkan.

Tangani dengan Hati-Hati

Biola, celo, dan gitar Stradivarius termasuk alat musik paling berharga di dunia. Dibuat pada abad ke-17 dan ke-18, instrumen-instrumen tersebut sangat langka dan tak ternilai. Karena itu, mereka layak diperlakukan dengan sangat hati-hati. Tidak heran ketika sebuah celo Stradivarius—yang bernilai lebih dari 20 juta dolar—jatuh dari meja dalam suatu sesi pemotretan, kejadian itu sangat menghebohkan!

Kekasih Abadi Allah

Salah satu surat cinta paling dramatis dan misterius sepanjang masa ditulis oleh komponis Ludwig van Beethoven, ditemukan setelah kematiannya pada tahun 1827. Ditulis dengan tergesa-gesa dan penuh gairah, surat itu memuat kalimat seperti, “Kekasih abadiku . . . aku hanya bisa hidup sepenuhnya bersamamu atau tidak sama sekali.” Yang tragis, surat itu tampaknya tak pernah terkirim, dan siapa penerimanya pun tetap menjadi misteri.