Category  |  Santapan Rohani

Berlimpah dengan Kasih

Semasa remaja, saat mengikuti sebuah perkemahan musim panas, saya pernah merasa tidak nyaman dan terasing di tengah sekelompok peserta lainnya. Ketika salah seorang dari mereka mengolok-olok penampilan saya, hati saya terasa perih. Saya langsung berlari pulang ke tenda dan berpura-pura tidur ketika pemimpin grup datang memeriksa. Keesokan harinya, saya memilih untuk menghindar saat ia mencoba membicarakan kejadian itu.

Berfokus pada Allah

Suatu kali, seorang rekan kerja menelepon untuk membahas sebuah masalah. Ia sempat menanyakan kabar saya, dan saya menceritakan bahwa saya sedang mengalami infeksi sinus yang cukup menyiksa, sementara obat yang saya konsumsi belum memberikan hasil. Mendengar itu, ia bertanya, “Bolehkah aku mendoakanmu?” Setelah saya mengiyakan, ia pun menaikkan doa singkat sepanjang 30 detik kepada Allah untuk memohon kesembuhan bagi saya. Saya mengaku kepadanya, “Kadang aku lupa berdoa. Aku terlalu berfokus pada rasa sakitku hingga lupa untuk mencari Tuhan.”

Dalam Hadirat Allah

Pada tahun 1692, tulisan seorang biarawan bernama Brother Lawrence, The Practice of the Presence of God, pertama kali diterbitkan. Di dalamnya dijelaskan bagaimana ia mengundang Allah untuk hadir dalam aktivitas yang biasa dikerjakannya sehari-hari. Hingga saat ini, tulisan Brother Lawrence masih mendorong kita untuk sungguh-sungguh merindukan hadirat Allah dalam setiap hal yang kita lakukan—dari memotong rumput, berbelanja kebutuhan rumah tangga, atau menemani anjing peliharaan berjalan-jalan.

Berdiri Teguh di dalam Kristus

Baru-baru ini, ibu saya menceritakan dengan penuh semangat suatu konfrontasi mengejutkan yang ia saksikan melalui siaran langsung kamera web di sebuah sumber air di Afrika. Seekor Gemsbok—antelop berukuran besar dengan tanduk panjang hingga lebih dari 60 cm—terlihat seperti makhluk yang tangguh dan tidak mudah takut. Namun, sifat asli Gemsbok baru terlihat saat berhadapan dengan sekelompok burung unta yang berani dan liar.