Category  |  Santapan Rohani

Diperdamaikan dalam Yesus

Pemain akrobat Philippe Petit menjadi termasyhur pada tahun 1971 ketika ia berjalan di atas kawat yang terentang tinggi di antara menara-menara Katedral Notre-Dame di Paris. Tiga tahun kemudian, ia ditangkap pihak berwajib karena melakukan atraksi serupa tanpa izin di antara Menara Kembar yang pernah menjadi ciri khas pemandangan kota New York. Namun, pada tahun 1987, Petit melakukan sebuah atraksi di luar kelazimannya. Atas undangan walikota Yerusalem Teddy Kollek, Petit berjalan melintasi Lembah Hinnom di atas kawat tinggi sebagai bagian dari Hari Raya Israel tahun itu. Di tengah jalan, Petit melepaskan seekor merpati untuk melambangkan indahnya perdamaian. Aksi yang aneh dan berbahaya itu dilakukannya demi perdamaian. Di kemudian hari, Petit berkata, “Untuk sesaat, seluruh penonton melupakan perbedaan di antara mereka.”

Jeda Istirahat

Pelatih lari dan mantan atlet Olimpiade, Jeff Galloway, mengajarkan sebuah metode pelatihan maraton yang berisi komponen yang berlawanan dengan intuisi pada umumnya. Para pelari maraton yang masih baru maupun yang sudah berpengalaman sering dibuat terkejut saat mengetahui bahwa Galloway menganjurkan strategi yang memadukan unsur berlari dengan berjalan. Baginya, seorang pelari perlu menggantikan sejumlah waktu di tengah kegiatan larinya untuk berjalan kaki selama beberapa menit. Galloway berargumen bahwa selingan sejenak dengan berjalan kaki tersebut memungkinkan tubuh untuk kembali pulih secara cepat. Dengan demikian, para pelari mampu menyelesaikan perlombaan lebih cepat daripada jika mereka harus berlari tanpa henti sepanjang 42 km.

Dihormati dan Dibaca

Di rumah, kami memiliki sebuah rak yang penuh dan padat dengan buku. Saya sangat tertarik dengan buku-buku indah, terutama buku-buku bersampul keras (hardcover) yang bagus, dan dari tahun ke tahun koleksi tersebut terus bertambah. Sayangnya, saya tidak memiliki cukup waktu dan energi untuk benar-benar membaca semua buku yang saya koleksi. Buku-buku itu tetap indah, mulus, dan—sedihnya—tak terbaca.

Diciptakan untuk Berbuat Baik

Awalnya, saya mengabaikan kartu yang melayang jatuh ke tanah itu. Ayah dan anak perempuan kecilnya yang menjatuhkan kartu tersebut berada hanya sekitar 5 meter dari saya, tetapi saya sudah terlambat pergi bekerja. Tentu mereka akan menyadarinya, kata saya kepada diri sendiri. Akan tetapi, mereka terus berjalan. Hati nurani saya tertegur, sehingga saya pun berbalik untuk memungut kartu tersebut. Rupanya itu adalah tiket bus yang sudah dibayar. Waktu saya menyerahkannya kepada mereka, terima kasih yang mereka ucapkan berulang-ulang ternyata membuat hati saya senang. Saya bertanya-tanya, Mengapa saya merasa sangat bahagia karena melakukan hal sederhana seperti itu?Â

Hati yang Baru di dalam Kristus

Brock dan Dennis adalah sahabat sejak kecil, tetapi saat mereka sudah dewasa, Brock tidak tertarik untuk mengikuti Dennis yang beriman kepada Tuhan Yesus. Dennis mengasihi dan mendoakan sahabatnya itu karena ia menyadari bahwa jalan yang dilalui Brock adalah jalan yang gelap dan muram. Saat mendoakan Brock, Dennis mengadaptasi perkataan Nabi Yehezkiel: “Ya Allah, jauhkanlah hati yang keras dari Brock dan berikan ia hati yang taat” (lihat yeh. 11:19). Ia rindu Brock dapat hidup mengikuti Allah dan mengalami pertumbuhan yang baik.

Perawat Gajah

Suatu malam, sebuah suaka margasatwa gajah di Kenya menerima telepon yang mengabarkan bahwa seekor anak gajah telah jatuh ke dalam sumur. Regu penyelamat yang tiba di sana mendengar suara raungan putus asa di tengah kegelapan. Mereka menemukan bahwa dua pertiga belalai bayi gajah itu telah hilang dimangsa hyena. Anak gajah itu kemudian dibawa ke tempat yang aman dan diberi nama Long’uro, yang berarti “sesuatu yang telah dipotong.” Meskipun hanya memiliki sepertiga belalainya, Long’uro pun sembuh dan diterima kembali oleh kawanan gajah lainnya di suaka margasatwa tersebut. Karena secara naluriah gajah tahu bahwa mereka saling membutuhkan, mereka siap membantu satu sama lain.

Pewaris Keselamatan Allah

Ketika orangtua Abigail meninggal dunia secara tragis dalam sebuah kecelakaan mobil, ia mewarisi sekumpulan aset investasi perumahan dalam jumlah besar. Ia juga mengetahui bahwa orangtuanya telah menempatkan aset tersebut di bawah perwalian. Jadi, untuk sementara waktu, ia hanya dapat mengakses sejumlah besar uang yang cukup untuk biaya kuliahnya. Sisa uang itu akan diperolehnya pada saat ia sudah lebih dewasa. Meski sempat merasa frustrasi, Abigail akhirnya menyadari kebijaksanaan orangtuanya dalam merencanakan pemberian warisan itu secara bertahap.

Bekerja Bersama bagi Yesus

Dalam perjalanan misi jangka pendek ke Brasil, kami membantu membangun sebuah gedung gereja di tengah kawasan hutan Amazon. Di atas fondasi yang telah diletakkan, kami merakit berbagai bagian gedung tersebut bagaikan menyusun suatu set LEGO raksasa: tiang penyangga, dinding beton, jendela, balok baja untuk atap, dan genteng pada atap tersebut. Setelah itu semua selesai, kami bersama-sama mengecat dinding.

Tenang dalam Kristus

Beberapa tahun lalu, sebuah penelitian menganalisis hubungan antara depresi yang diderita remaja dan jumlah jam tidur mereka setiap malam. Setelah membaca hasil penelitian tersebut, seorang gadis muda mengomentari hasilnya: “Aku sendiri seperti tidak tahu kapan harus berhenti. Aku sering memaksakan diri begitu rupa hingga akhirnya jatuh sakit karena kurang tidur dan stres.” Lalu ia menyatakan kerinduannya untuk dapat mengatur waktu dengan baik supaya hidupnya sungguh-sungguh menghormati Allah. Jadi, apa bedanya kesibukan dengan keberhasilan menghasilkan buah?Â