Category  |  Santapan Rohani

Mata yang Melihat Segalanya

Jason dan Pierre telah bekerja bersama selama satu dekade memasang pelapis dinding luar rumah. Mereka berdua sahabat baik, meski jarang berbicara. Saat bekerja, hampir tak ada kata yang terucap di antara mereka. Namun, mereka mengenal baik satu sama lain sehingga untuk berkomunikasi, mereka cukup menganggukkan kepala atau menggunakan lirikan mata. Isyarat-isyarat kecil seperti itu memiliki makna yang mendalam.

Mensyukuri Pemberian Allah

Seorang pria tua menghabiskan waktu yang panjang di dalam toko, sambil memperhatikan satu demi satu tas ransel anak-anak. Ia berkata kepada saya, “Cucu saya berulang tahun hari ini. Saya harap ia menyukai hadiah ini.” Akhirnya ia mendatangi kasir dengan menggenggam sebuah ransel merah muda bergambar karakter kartun, wajahnya penuh harap dan semangat.

Hari Ini Sangat Berharga

Pham, seorang kolektor asal Vietnam, telah menyelamatkan 20 buah jam gereja dari berbagai penjuru Eropa—jam-jam tua yang kini banyak digantikan oleh versi elektronik. Salah satu jam tersebut dibuat di Italia pada tahun 1750 dan, secara luar biasa, masih menunjukkan waktu dengan akurat. Pham menikmati proses perbaikan dan pelestarian benda-benda bersejarah itu. Baginya, jam-jam tersebut menjadi pengingat akan betapa berharganya waktu dan pentingnya menikmati setiap momen yang ada.

Masa Depan yang Allah Siapkan

Kita hidup di era digital, ketika internet seolah tak pernah melupakan apa pun. Setiap foto, unggahan, dan tulisan seperti tersimpan untuk selamanya. Namun, salah satu mesin pencari besar telah memperkenalkan fitur privasi yang memungkinkan pengguna meminta penghapusan data pribadi seperti nomor telepon dan alamat rumah. Meski tidak sepenuhnya menghapus data seseorang dari internet, fitur ini mengurangi visibilitasnya dalam hasil pencarian, sehingga terasa memberi orang semacam kendali atas jejak digitalnya.