Category  |  Santapan Rohani

Kejutan!

Michelangelo Merisi da Caravaggio (1571–1610) adalah seorang seniman asal Italia yang dikenal karena pembawaannya yang temperamental dan tekniknya yang tidak lazim. Ia suka memakai orang biasa sebagai model untuk tokoh Alkitab dalam lukisannya dan mampu membuat orang yang memandangi lukisannya merasa sebagai bagian dari lukisan itu. Lukisan Supper at Emmaus (Makan Malam di Emaus) menampilkan pemilik penginapan yang sedang berdiri, sementara Yesus dan kedua murid-Nya duduk di meja ketika mereka mengenali-Nya sebagai Tuhan yang telah bangkit (Luk. 24:31). Salah seorang murid itu sedang akan beranjak dari tempat duduknya, sedangkan murid yang lain membentangkan tangannya karena keheranan.

Awal Paskah

Ada satu bagian dalam kisah Paskah yang selalu membuat saya bertanya-tanya. Mengapa Yesus membiarkan bekas-bekas luka dari penyaliban-Nya tetap ada? Yesus tentu dapat memiliki apa pun tubuh kebangkitan yang diinginkan-Nya, tetapi Dia memilih suatu tubuh yang mudah dikenali orang terutama melalui bekas luka-Nya yang dapat dilihat dan disentuh. Mengapa demikian?

Tidak akan Pernah Ditinggalkan

Penulis asal Rusia, Fyodor Dostoyevsky, pernah berkata, “Tingkat peradaban suatu masyarakat dapat dinilai dengan melihat isi penjaranya.” Sambil mengingat pernyataan itu, saya membaca sebuah artikel di dunia maya yang mengupas tentang “8 Penjara Paling Mematikan di Dunia”. Dalam salah satu penjara yang disebutkan, setiap tahanannya dikurung dalam sel isolasi.

Obituarium Tiga Kata

Sebelum Stig Kernell meninggal dunia, ia menitipkan pesan kepada rumah duka setempat bahwa ia tidak menginginkan obituarium (berita kematian) yang seperti biasanya. Sebaliknya, pria asal Swedia itu menginstruksikan supaya mereka hanya menerbitkan tiga kata untuk memberitakan tentang kematiannya: “Aku sudah mati.” Ketika Kernell wafat di usia 92 tahun, benar-benar hanya tiga kata itulah yang dicantumkan. Keberanian dan kesederhanaan dari pemberitaan tentang kematiannya yang tidak lazim tersebut telah menarik perhatian surat kabar di seluruh dunia. Ironisnya, keingintahuan dunia internasional tentang pria dengan obituarium tiga kata itu justru membawa lebih banyak perhatian pada kematiannya daripada yang ia kehendaki.

Pemeras Minyak

Jika Anda mengunjungi pedesaan Kapernaum di sebelah Danau Galilea, Anda akan melihat pameran alat pemeras minyak kuno. Dengan bahan dari batu basal, alat pemeras minyak itu terdiri atas dua bagian: bagian dasar dan roda penggiling. Bagian dasarnya berbentuk bundar, berukuran besar dan mempunyai cekungan yang terpahat di dalamnya. Buah zaitun ditaruh dalam cekungan itu, lalu roda penggiling yang juga terbuat dari batu berat digulirkan di atas buah zaitun tersebut untuk mengeluarkan minyaknya.

Pondok Kuno yang Sarat Kisah

Ada sebuah pondok kuno indah yang dibangun dengan ahli dari kayu-kayu yang dipotong dengan tangan. Namun bangunan itu sendiri hanyalah sebagian dari keunikan yang dimiliki pondok tersebut. Pada dinding dalamnya tergantung berbagai harta warisan keluarga yang sarat dengan kenangan. Di atas meja, terletak sebuah keranjang telur hasil anyaman tangan, baki kuno, dan lampu petromaks. Di pintu depan bertengger sebuah topi yang telah usang. “Ada kisah di balik setiap benda tersebut,” ucap si pemilik pondok dengan bangga.

Yang Terbaik Masih Menjelang

Bagi keluarga kami, bulan Maret tidak sekadar berarti penghujung musim dingin. Maret menandai dimulainya musim kompetisi bola basket kampus yang seru, yang disebut March Madness. Sebagai penggemar fanatik, kami menyaksikan kejuaraan itu di televisi sambil mendukung tim-tim favorit kami dengan antusias. Jika menyimak tayangannya sejak awal, kami berkesempatan menyaksikan para penyiar membahas tentang pertandingan yang akan disiarkan, sekaligus menikmati sesi-sesi latihan sebelum pertandingan, di mana para pemain berlatih menembakkan bola dan melakukan pemanasan dengan rekan satu tim mereka.

Perlu Banyak Sinar Matahari

Saya sudah tahu yang seharusnya saya lakukan, tetapi saya tetap mencobanya. Petunjuk yang tertulis di label tanaman itu sudah jelas: “Perlu banyak sinar matahari”. Sebagian besar area halaman kami berada di bawah naungan dedaunan dan tidak cocok untuk tanaman yang memerlukan banyak sinar matahari. Namun saya menyukai tanaman itu. Saya menyukai warnanya, bentuk daunnya, ukurannya, dan juga keharumannya. Jadi saya membeli tanaman itu, membawanya pulang, menanamnya, dan merawatnya dengan sangat baik. Namun tanaman itu tidak bahagia hidup di rumah saya. Perawatan dan perhatian saya tidaklah cukup. Tanaman tersebut memerlukan sinar matahari, dan itu tidak bisa saya berikan. Saya menyangka saya dapat mengatasi kurangnya sinar matahari dengan memberi tanaman itu perawatan dalam bentuk lain. Namun ternyata hal itu tidak membantu sama sekali. Tanaman itu tetap memerlukan apa yang memang mereka perlukan.

Air Pun Merah Tersipu

Mengapa Yesus datang ke dunia sebelum ditemukannya fotografi dan video? Bukankah Dia akan bisa menjangkau lebih banyak orang jika setiap orang bisa melihat-Nya? Lagi pula, ada ungkapan yang berkata, sebuah gambar bernilai ribuan kata.