Category  |  Santapan Rohani

Allah Mendengar Doa-Doa Kita

Teman saya, Christine, dan suaminya diundang untuk makan malam di rumah paman dan bibinya. Bibi Christine baru saja didiagnosis menderita kanker ganas. Sebelum mereka mulai makan, sang paman bertanya, “Apakah ada yang ingin menyampaikan sesuatu?” Christine tersenyum, karena ia tahu maksud pamannya adalah, “Apakah ada yang ingin berdoa?” Pamannya belum percaya kepada Yesus, tetapi beliau tahu Christine adalah seorang percaya. Jadi itu adalah cara pamannya meminta Christine untuk berdoa. Dengan tulus hati, Christine lalu berdoa mengucap syukur atas pemeliharaan Allah dan memohon supaya Dia mengadakan mukjizat bagi bibinya.

Disatukan oleh Yesus

Karya seni Grand Rapids Arch karya Andy Goldsworthy terletak di sisi sebuah jalan, seolah-olah terlihat sedang berjalan bersama para pengunjung. Sang seniman menciptakan lengkungan setinggi hampir 5,5 m dari 36 buah lempengan batu pasir Skotlandia tanpa menggunakan semen atau pasak. Batu-batu yang berbeda dan yang potongannya dicocokkan itu disusun menjulang pada kemiringan tertentu, kemudian ditopang oleh tekanan yang dihasilkan oleh batu kunci berbentuk baji agar tetap utuh dan tidak goyah. Batu kunci itu berperan penting untuk menjaga kesatuan seluruh bangunan, seperti halnya sebongkah batu penjuru.

Paradoks dari Penganiayaan

Sesuatu yang tidak biasa terjadi dalam rangkaian sepuluh ayat yang dimulai dengan Kisah Para Rasul 7:59. Kisahnya begitu cepat beralih dari kematian mengerikan dari Stefanus yang dirajam batu, kepada pengalaman orang-orang percaya lainnya yang tersebar dan “memberitakan Injil,” hingga akhirnya tiba pada kalimat yang luar biasa ini: “Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu” (8:8).

Kumpulan Besar Orang Banyak

Pada tahun 2010, hampir 4.000 orang percaya berkumpul di Cape Town, Afrika Selatan. Para peserta konferensi dari 198 negara hadir dalam pertemuan yang dianggap paling mewakili gereja Kristen dalam 2.000 tahun terakhir, sejak masa Yesus hidup di dunia.