Mendekati Allah
Dahulu saya sempat terusik ketika merasa semakin berdosa justru pada saat saya semakin dekat kepada Allah dalam perjalanan iman saya. Lalu sebuah fenomena di kamar telah menyadarkan saya. Sebuah celah kecil pada tirai yang menutupi jendela meloloskan seberkas cahaya ke dalam kamar saya. Saat mengamatinya, saya melihat partikel-partikel debu yang beter-bangan dalam jalan cahaya itu. Tanpa seberkas cahaya itu, kamar saya terlihat bersih, tetapi kini partikel debu tersebut dapat terlihat jelas.
Terbebani
Tanggal 10 Agustus 1628 adalah hari yang kelam dalam sejarah angkatan laut. Pada hari itu, sebuah kapal perang kerajaan Swedia, Vasa, diluncurkan untuk menjalani pelayaran perdananya. Setelah menempuh proses pembangunan selama 2 tahun, dengan dileng-kapi hiasan yang megah dan membawa persenjataan sebanyak 64 buah meriam, kapal perang kebanggaan angkatan laut Swedia itu tenggelam hanya dalam jarak satu mil setelah bertolak ke laut. Apa yang salah? Beban yang berlebihan menyebabkan kapal itu terlalu berat untuk layak berlayar. Kelebihan beban telah membuat Vasa karam di dasar laut.
Kehendak Siapa?
Kiranya segala sesuatu terjadi sesuai dengan kehendakmu.” Itulah salam yang sering diucapkan selama perayaan Tahun Baru Tionghoa. Seindah-indahnya ucapan itu, peristiwa-peristiwa yang terbaik justru terjadi saat segalanya sesuai dengan kehendak Allah dan bukan menurut kehendak saya sendiri.
Cermin, Cermin
Seberapa sering Anda melihat bayangan Anda pada cermin? Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa orang pada umumnya becermin 8-10 kali sehari. Survei lain mengatakan bahwa hitungannya bisa mencapai 60-70 kali sehari, jika yang disebut becermin juga termasuk lirikan sekilas untuk melihat bayangan kita di jendela toko dan di layar ponsel.
Membangun Jembatan
Buku karya James Michener yang berjudul Centennial (Seabad) berisi sebuah kisah fiksi tentang sejarah pada masa pendudukan wilayah barat Amerika. Berkisah melalui pandangan mata seorang pedagang berdarah Perancis-Kanada yang bernama Pasquinel, Michener menyatukan kisah-kisah tentang Arapaho dari Great Plains (Dataran Besar) dan komunitas para pendatang dari Eropa di St. Louis. Ketika si petualang yang bertabiat keras itu berpindah-pindah di antara kota yang semakin padat penduduk dengan area-area yang terbuka di dataran sekitarnya, dirinya kemudian menjadi sebuah jembatan yang menghubungkan dua dunia yang sangat jauh berbeda.
Menjinakkan yang Tak Terjinakkan
Manusia telah belajar untuk menjinakkan beragam jenis hewan liar, mulai dari babi Vietnam berperut besar hingga rubah Siberia. Ada yang suka mengajar monyet untuk “bergaya” dalam iklan atau melatih rusa untuk makan dari tangan mereka. Ini seperti yang dikatakan Rasul Yakobus, “Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia” (3:7).
Bawalah Anak Itu Kepada-Ku
Aku tak percaya kepada Allah dan aku tak mau pergi,” teriak Mark.
Tentang Kasih
Ketika akal budi dan emosi berbenturan, hati sering memberi jawaban yang lebih tepat,” demikian dikatakan para penulis dari A General Theory of Love (Suatu Pandangan Umum tentang Kasih). Konon pada masa lalu, orang meyakini bahwa akal budilah yang seharusnya mengendalikan hati. Namun kini, ilmu pengetahuan telah menemukan bahwa sesungguhnya kebalikannyalah yang benar. “Keberadaan diri kita saat ini dan kelak di masa yang akan datang, sebagian tergantung kepada siapa yang kita kasihi.”
Firman Itu Berdiam Di Antara Kita
Firman Allah kita terima melalui beraneka ragam cara. Melalui khotbah yang ber-pusat pada Alkitab, pembacaan Kitab Suci, kidung pujian, kelompok pemahaman Alkitab, dan artikel-artikel renungan, kita menerima kebenaran-kebenaran Allah dari Kitab Suci. Namun demikian, kita tidak dapat mengabai-kan pentingnya pembacaan dan pemahaman Alkitab yang kita lakukan sendiri.