
Jalan Allah adalah Kasih
Dengan kelebihan waktu yang saya punya, saya sudah berencana akan melayani orang-orang semampu saya selama beberapa bulan ke depan. Namun, ketika sedang membantu seorang teman, saya tersandung dan jatuh hingga lengan saya patah di tiga bagian. Kini sayalah yang membutuhkan pertolongan. Saudara-saudari seiman menunjukkan kepedulian mereka dengan menjenguk, memberikan hadiah, mengirim bunga, menelepon, mengirim pesan pendek, doa, menyediakan makanan (bahkan sekotak cokelat), dan membantu saya berbelanja. Saya sungguh terharu mengalami betapa baiknya anggota keluarga, teman-teman, dan rekan-rekan gereja saya! Saya merasa seolah-olah Allah berkata kepada saya, “Tenang saja. Kamu membutuhkan pertolongan, dan kamu akan melihat seperti apa kepedulian itu.” Berkat kepedulian itu, saya lebih memahami apa artinya melayani dengan sepenuh hati dan mengucap syukur kepada Allah atas kehadiran sesama.

Dikejar oleh Allah
David Uttal adalah seorang ilmuwan dalam bidang kognitif yang mempelajari navigasi, tetapi ia sendiri mengalami kesulitan saat harus menemukan arah atau letak suatu tempat. Ini bukan masalah baru baginya, karena sewaktu masih berusia 13 tahun, ia pernah tersesat lebih dari dua hari dalam suatu pendakian. Uttal mengakui bahwa ia masih bergumul untuk mengikuti petunjuk arah yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Memang sebagian orang adalah navigator alami, yang tahu persis di mana mereka berada dan bagaimana caranya mencapai tempat yang ingin mereka tuju. Namun, seperti Uttal, ada orang-orang yang kesulitan mengikuti petunjuk yang jelas sekalipun, sehingga mereka sering tersesat.

Berjalan dalam Terang Kristus
Sewaktu kedua keponakan perempuan saya masih kecil, mereka biasa merayu saya untuk bermain bersama mereka setelah makan malam. Mereka akan mematikan semua lampu di rumah, dan kami pun berjalan pelan-pelan sambil menyeret kaki di dalam kegelapan, saling berpegangan dan tertawa. Mereka senang menakut-nakuti diri sendiri dengan memilih untuk berjalan dalam gelap, karena tahu bahwa mereka bisa menyalakan kembali lampunya kapan saja.

Dibutuhkan Dua Orang
Mendaki air terjun Sungai Dunn di Jamaika adalah pengalaman yang mendebarkan. Air itu mengalir deras melewati bebatuan halus dalam perjalanannya menuju Karibia. Melawan arus air menjadi tantangan yang dihadapi para pendaki yang ingin mencapai puncak. Bagi seorang remaja bernama JW, hal itu hampir tidak mungkin dilakukan. Ia memiliki gangguan penglihatan, dengan kemampuan melihat hanya selebar lubang jarum.
