Month: Mei 2017

Indahnya Kehancuran

Kintsugi merupakan seni memperbaiki tembikar hancur yang berasal dari Jepang dan telah berusia ratusan tahun. Serbuk emas yang dicampur dengan resin digunakan untuk menyambung patahan keramik atau menambal retakan hingga menghasilkan suatu perpaduan yang indah. Alih-alih menyembunyikan perbaikannya, seni tersebut justru menonjolkan sisi indah dari suatu kehancuran.

Belas Kasihan

Ketika saya mengeluhkan keputusan seorang teman yang membawanya semakin jatuh ke dalam dosa dan dampak dari perbuatannya itu terhadap saya, seorang wanita yang setiap minggu berdoa bersama saya meletakkan tangannya di atas tangan saya. Ia berkata, “Mari berdoa untuk kita semua.”

Pengabdian Sepenuh Hati

Saya selalu terkesan akan kesederhanaan yang anggun dan khidmat dari upacara Pertukaran Prajurit Penjaga di Makam Pahlawan Tak Dikenal di Taman Makam Nasional Arlington. Acara yang dikoreografi dengan saksama itu merupakan penghormatan bagi para tentara yang namanya—dan pengorbanannya—“hanya dikenal oleh Allah”. Yang sama mengesankannya adalah momen-momen di saat tidak ada orang yang menyaksikan mereka: para prajurit itu tetap melangkah bolak-balik dengan teratur, jam demi jam, hari demi hari, bahkan dalam cuaca yang paling buruk sekalipun.

Tak Seekor Burung Pun

Di sepanjang hidupnya, ibu saya adalah seorang wanita yang sangat menjaga martabat dan perilakunya. Namun, kini ia terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit karena termakan usia. Pergulatan Ibu untuk bernapas dan kondisi fisiknya yang semakin menurun terasa sangat berlawanan dengan cerahnya suasana musim semi yang terlihat dari jendela kamar rumah sakit.