Month: Februari 2026

Menghormati Tuhan Yesus

Seorang wanita menyerahkan selembar amplop bertuliskan “Hari untuk Berbuat Baik dari John Daniels, Sr.” saat saya sedang berjalan kaki di area sebuah kampus. Isi amplop itu adalah uang kertas 20 dolar dan dua lembar selebaran dengan pesan tentang Tuhan Yesus. Setahun sebelumnya, John meninggal dunia karena tertabrak mobil setelah membantu seorang tunawisma dan membagikan kabar baik tentang kasih Kristus kepadanya. Teladan John yang bersaksi melalui kata dan tindakan itu masih hidup, lewat perbuatan wanita yang saya temui hari itu dan juga anggota keluarganya yang lain.

Pertukaran

Elijah tidak sengaja merobek uang kertas 10 dolar saat bermain bersama teman-temannya. Namun, alih-alih marah, sang ayah justru menawarkan untuk menukar uang yang robek itu dengan lembaran baru dari dompetnya.

Kejatuhan Si Sombong

John Taylor adalah seorang dokter bedah mata asal Inggris pada abad ke-18 yang memalsukan reputasinya karena terdorong oleh kesombongan. Ia senang mencari nama besar, hingga menjadi dokter mata pribadi Raja George II. Taylor berkeliling dari kota ke kota, menggelar pertunjukan medis yang menjanjikan mukjizat penyembuhan, lalu melarikan diri di malam hari dengan membawa tas-tas berisi uang milik warga. Namun, sejarah mencatatnya bukan sebagai ahli medis yang ternama, melainkan sebagai penipu yang kemungkinan besar telah membutakan ratusan pasien—termasuk dua komponis terbesar sepanjang masa: Bach dan Händel.

Ketika Kasih Hadir

“Mengapa kamu menangis?” tanya seorang sukarelawan dari pelayanan kemanusiaan Kristen kepada seorang wanita yang rumahnya hancur akibat terjangan badai Helena. Wanita yang tadinya menangis tersedu-sedu itu menjawab, “Aku menangis bukan karena semua milikku lenyap, tetapi karena aku baru saja mengalami kasih.”

Mata Air atau Saluran Pembuangan?

Terkadang, hikmat muncul dari sumber yang paling tak terduga. Baru-baru ini, saya menemukannya saat membaca sebuah artikel tentang pemain sepak bola Amerika, Travis Kelce. Pelatihnya yang frustrasi pernah berkata kepadanya, “Setiap orang yang kita jumpai di dunia ini adalah mata air atau saluran pembuangan.” Mungkin keduanya ada dalam hidup kita, dan pada waktu-waktu tertentu, kita cenderung berperilaku seperti salah satunya. Namun, mengikuti Yesus berarti kita dipanggil untuk lebih menyerupai mata air yang mengalirkan kebaikan daripada saluran pembuangan yang menguras kehidupan.