
Mencari Wajah Allah
Para pengendara mobil yang melewati Highway 18 di kawasan barat Oregon pada musim gugur akan disambut dengan kejutan menyenangkan: sebuah wajah tersenyum raksasa di lereng bukit yang ditutupi pepohonan. Wajah ceria itu hanya terlihat pada musim gugur, ketika cabang-cabang pohon cemara jenis Larch menjadi berwarna kuning, kontras dengan pohon cemara jenis Douglas berwarna hijau gelap di sekelilingnya (yang membentuk mata dan mulut wajah itu). Sebuah perusahaan pengolahan kayu menanam wajah berdiameter 90 meter itu pada tahun 2011 sebagai upaya penghijauan kembali dari hutan yang telah mereka tebang.

Kerinduan untuk Pulang
Ethel dan Ed tinggal di daerah gurun pada pegunungan Rocky, AS. Saat mengunjungi keduanya di peternakan mereka yang penuh dengan barang kenang-kenangan, kami bercakap-cakap tentang masa kecil mereka—saat menunggang kuda di padang rumput North Dakota dan menggembalakan ternak di Montana. Kini mereka sudah berusia lanjut, dan dari cerita mereka, saya dapat mendengar kerinduan akan rumah mereka yang lama.

Sukacita dalam Yesus
Pernahkah Anda merindukan sesuatu yang samar, tetapi tidak pernah benar-benar Anda raih? C. S. Lewis merindukan sukacita. Ia menulis, “Kerinduan kita untuk dipersatukan kembali dengan sesuatu di alam semesta yang kini terasa terpisah dari kita, untuk memasuki sesuatu yang selama ini kita lihat dari luar, adalah . . . petunjuk sejati dari keadaan kita yang sebenarnya. Kemudian, ketika akhirnya kita masuk, itu akan membawa . . . penyembuhan dari luka lama yang kita derita. . . . Kita akan sepenuhnya menikmati sukacita dari sumbernya.”

Sepenuhnya Mengabdi kepada Allah
Seperti halnya semua warga laki-laki Singapura yang sudah berusia 18 tahun, saya diwajibkan menjalani dinas militer. Sejujurnya, saya merasa berat hati harus menempuh kewajiban selama dua setengah tahun itu. Seperti banyak pemuda lainnya, saya berusaha memenuhi syarat yang paling minimum: menaati perintah yang diberikan secara harfiah, tidak lebih dan tidak kurang.
