Month: Juli 2026

Hati Gembala

“Ada anak rusa tersangkut di pagar kita!” seru Heather memanggil suaminya, Tim. Dengan hati-hati, Tim melepaskan anak rusa itu, tetapi induk rusanya tidak terlihat di sana.

Berjalan dengan Iman

Suatu malam, seorang perempuan menapaki anak-anak tangga di gereja dengan hati-hati menuju ruang ibadah untuk menghadiri kebaktian doa. Ketika ia berhenti sejenak karena merasa sakit atau kehabisan napas, seorang pria yang lewat berkata, “Selangkah demi selangkah. Itulah satu-satunya cara Anda akan sampai di atas. Pelan-pelan saja.” Kata-kata pria tersebut dimaksudkan untuk memberi semangat kepada perempuan itu dan mungkin menjadi dorongan yang ia butuhkan untuk mencapai puncak tangga. Kata-kata tersebut juga menguatkan jiwa saya yang letih malam itu.

Ketika Allah Menggenapi Janji dan Menggerakkan Hati

Melalui kisah Ezra, kita diingatkan bahwa Allah tidak pernah melupakan janji-Nya. Pada waktu yang tepat, Dia bertindak dan menggerakkan hati umat-Nya.

Kerja Sama dalam Kristus

Pada tahun 1869 dimulailah pembangunan Jembatan Brooklyn di kota New York. Tak lama setelah itu, insinyur kepala Washington Roebling menderita sakit parah. Istrinya, Emily, turun tangan untuk membantu pekerjaannya. Ia mempelajari rancangan-rancangannya, merevisi spesifikasinya, dan memberi instruksi kepada para asisten. Emily membantu sang suami semampunya, dan ketika jembatan itu diresmikan pada tahun 1883, ia berada di dalam kereta kuda pertama yang melintasinya. Roebling pun memuji “bakat luar biasa” istrinya dan “pengetahuannya yang menyeluruh tentang proyek dan rancangan jembatan itu.”

Tinggal di dalam Yesus

“Kesenangan akan menjadi sempurna hanya bila dikenang.” Kalimat ini, yang diucapkan oleh salah satu tokoh dalam buku Out of the Silent Planet karya C. S. Lewis, menggambarkan sukacita yang dirasakan sewaktu mengenang pengalaman berharga dalam hidup. Saat kita menikmati pemandangan yang menakjubkan di sepanjang pendakian atau berbagi momen penting dengan orang terkasih, apa yang kita rasakan saat itu mungkin baru kesenangan mula-mula. Sering kali, dengan mengenang kembali momen-momen tersebut (dan yang serupa dengan itu), sukacita kita justru berlipat ganda.