Category  |  Kehidupan Kristen

Kasih Tanpa Rasa Takut

Selama bertahun-tahun, saya membentengi hati saya dengan ketakutan. Benteng itu menjadi alasan untuk tidak mencoba hal-hal baru, mengejar impian saya, dan menaati perintah Allah. Namun, rasa takut akan mengalami kehilangan, sakit hati, dan ditolak membuat saya tidak bisa membangun hubungan yang tulus dalam kasih dengan Allah dan sesama. Ketakutan membuat saya menjadi istri yang pencemburu, tidak percaya diri, dan selalu gelisah, serta ibu yang terlalu protektif dan selalu khawatir. Namun, sambil terus mempelajari betapa besarnya kasih Allah kepada saya, Dia juga mengubah cara saya berhubungan dengan-Nya dan dengan sesama. Karena tahu bahwa Allah akan selalu memelihara saya, saya merasa lebih aman dan bersedia menempatkan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri saya sendiri.

Panggilan untuk Berani

Di antara patung-patung tokoh pria (Nelson Mandela, Winston Churchill, Mahatma Gandhi, dan lain-lain) yang dipajang di Alun-alun Gedung Parlemen London, terdapat satu-satunya patung tokoh perempuan. Perempuan tersebut adalah Milicent Fawcett, pejuang hak pilih kaum wanita. Ia diabadikan dalam rupa patung perunggu yang memegang spanduk bertuliskan kata-kata yang ia sampaikan sebagai penghargaan kepada sesama pejuang hak pilih: “Courage calls to courage everywhere” (Keberanian memanggil keberanian di mana pun). Menurut Fawcett, keberanian satu orang akan memberikan semangat bagi yang lain—memanggil jiwa-jiwa yang takut untuk segera bertindak.

Kita Saling Membutuhkan

Ketika berjalan-jalan dengan anak-anak, kami menemukan tumbuhan hijau lebat yang tumbuh berkelompok di sepanjang jalan. Menurut papan nama, itulah lumut kerak, sejenis jamur yang tumbuh bersama ganggang dalam simbiosis mutualisme (masing-masing organisme membutuhkan satu sama lain). Baik jamur maupun ganggang tidak dapat hidup sendiri-sendiri, tetapi bersama-sama mereka dapat tumbuh menjadi tanaman keras yang hidup hingga 4.500 tahun di daerah dataran tinggi. Karena mampu bertahan dalam kondisi kekeringan dan suhu yang rendah, tumbuhan ini menjadi salah satu dari sedikit sumber makanan bagi caribou (rusa kutub) dalam musim dingin yang panjang.

Dekapan Si Beruang

“Si Beruang” adalah hadiah untuk cucu saya—ungkapan cinta dalam bentuk boneka beruang raksasa. Bagaimana respons Baby D? Pertama-tama, heran. Kemudian, takjub dan terkagum-kagum. Berikutnya, timbul rasa ingin tahu yang membuatnya berani menyelidiki lebih jauh. Ia memasukkan jarinya yang gemuk ke lubang hidung si Beruang, dan ketika si Beruang terjatuh ke dalam pelukannya, ia memekik gembira. Baby D lalu meletakkan kepalanya yang kecil ke dada si Beruang yang berbulu dan mendekapnya erat-erat. Senyum merekah di pipinya yang berlesung pipit ketika ia membenamkan wajahnya dalam-dalam di badan boneka beruang yang empuk itu. Bocah itu sama sekali tidak tahu si Beruang tidak bisa balik mengasihinya. Dalam kepolosan dan keluguannya, ia merasakan kasih dari si Beruang dan membalasnya dengan segenap hati.

Ketika Semua Terasa Hilang

Hanya dalam waktu 6 bulan, hidup Gerald berantakan. Krisis ekonomi membuat bisnisnya bangkrut dan merenggut hartanya, lalu kecelakaan tragis merenggut nyawa anak lelakinya. Karena sangat terguncang, ibunya terkena serangan jantung dan meninggal, istrinya menjadi depresi, dan kedua putrinya begitu sedih hingga menolak untuk dihibur. Yang bisa ia lakukan hanyalah menggemakan seruan pemazmur, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?”(mzm. 22:2).

Tuhan Menyediakan

Kegelisahan saya semakin menjadi-jadi sepanjang musim panas setelah saya lulus sarjana dan akan memulai program magister. Saya senang jika segala sesuatu sudah terencana, jadi membayangkan harus pindah ke luar negara bagian dan masuk kuliah tanpa memiliki pekerjaan membuat saya gelisah. Namun, beberapa hari sebelum mengakhiri pekerjaan saya di musim panas, saya diminta terus bekerja untuk perusahaan tersebut dari jarak jauh. Saya menerima tawaran tersebut dan merasa tenang karena tahu Allah memelihara hidup saya.

Mangkuk Air Mata

Di Boston, Massachusetts, terdapat sebuah plakat bertuliskan “Menyeberangi Mangkuk Air Mata” yang dipasang untuk mengenang orang-orang yang dengan berani menyeberangi Samudra Atlantik agar tidak mati kelaparan di tengah bencana kelaparan hebat yang melanda Irlandia di akhir tahun 1840-an. Lebih dari sejuta orang meninggal dalam bencana kelaparan itu, sementara satu juta lebih lainnya memutuskan meninggalkan kampung halaman untuk menyeberangi lautan, yang secara puitis oleh John Boyle O’Reilly disebut sebagai “Mangkuk Air Mata.” Terdorong oleh kepedihan dan kelaparan hebat, orang-orang itu pergi mencari setitik pengharapan di tengah masa-masa sulit.

Kasih yang Melampaui Batas

Di musim panas tahun 2017, serangan Badai Harvey telah mengakibatkan kerugian besar berupa nyawa dan harta benda di daerah Pantai Teluk Amerika Serikat. Banyak orang yang terpanggil untuk menyediakan makanan, air, pakaian, dan tempat tinggal bagi para korban yang sangat membutuhkan bantuan.

Resep Alkitabiah

Greg dan Elizabeth memiliki rutinitas “Malam Lelucon” bersama keempat anak mereka yang masih bersekolah. Masing-masing anak membawa beberapa lelucon yang mereka baca atau dengar (atau karang sendiri!) sepanjang minggu itu untuk diceritakan di meja makan. Tradisi ini menciptakan kenangan gembira mengenai hal-hal menyenangkan yang mereka nikmati bersama di meja makan. Greg dan Elizabeth bahkan menyadari bahwa tertawa itu sehat bagi anak-anak mereka, sehingga mereka tetap bersemangat di tengah hari-hari yang sulit.