Aku Bisa Melihat-Mu!
Ahli kacamata membantu Andreas yang berusia tiga tahun memasang kacamata pertamanya. “Coba lihat ke cermin,” katanya. Andreas memandang pantulan dirinya di cermin, kemudian menoleh ke arah ayahnya dengan wajah gembira dan senyuman lebar. Lalu sang ayah menyeka air mata yang membasahi pipi putranya dan bertanya, “Apa ada masalah?” Andreas memeluk leher ayahnya, sambil berkata, “Aku bisa melihat Ayah.” Ia menarik tubuhnya, mendongak, dan menatap mata ayahnya. “Aku bisa melihat Ayah!”
Mahakarya dalam Diri Kita
Dalam majalah The Atlantic, Arthur C. Brooks menceritakan kunjungannya ke Museum Istana Nasional di Taiwan. Museum tersebut memiliki salah satu koleksi seni Tiongkok terbanyak di dunia. Seorang pemandu museum bertanya, “Apa yang Anda pikirkan ketika saya meminta Anda membayangkan sebuah karya seni yang baru akan dibuat?” Brooks berkata, “Mungkin sebuah kanvas kosong.” Pemandu itu membalas, “Coba lihat dari sisi lain: Seni itu sudah ada, dan tugas sang seniman hanyalah untuk menyingkapkannya.”
Rancangan yang Elok
Sekelompok peneliti internasional berhasil menciptakan drone bersayap yang dapat menirukan gerakan burung walet. Burung walet dapat terbang hingga kecepatan hampir seratus lima puluh kilometer per jam dan mampu melayang, menukik, berbalik cepat, serta berhenti mendadak. Namun, drone bersayap itu masih kalah dengan burung tersebut. Seorang peneliti berkata bahwa burung “memiliki banyak rangkaian otot yang memungkinkannya untuk terbang sangat cepat, melipat sayap, memutar, membuka celah bulu, dan menghemat energi.” Ia mengakui bahwa drone yang diciptakan timnya hanya mampu menirukan sekitar “sepuluh persen dari cara hewan terbang.”
Orang yang Biasa-Biasa Saja
Film-film Hollywood menyajikan kepada kita sosok agen rahasia keren yang mengendarai mobil Aston-Martin dan beragam kendaraan sports mewah lainnya. Namun, Jonna Mendez, seorang mantan petinggi CIA, menunjukkan kenyataan yang sangat berbeda. Seorang agen rahasia haruslah “seseorang yang terlihat biasa saja,” ujarnya. “Dengan kata lain, mereka tidak mencolok dan mudah dilupakan.” Agen-agen rahasia terbaik justru yang tampil tidak seperti agen rahasia.
Hati yang Rela Memberi
Pada hari terakhir kami di Wisconsin, seorang teman mengajak Kinslee, anaknya yang berusia 4 tahun, untuk mengucapkan salam perpisahan. “Aku tidak mau tante pindah,” ucap Kinslee. Saya memeluknya dan memberinya hadiah sebuah kipas berbahan kanvas yang dilukis dengan tangan. “Kalau kamu kangen dengan tante, pakai saja kipas ini dan ingatlah tante selalu menyayangimu.” Kinslee bertanya apakah ia boleh mendapatkan kipas kertas di dalam tas saya saja. “Sayang, kipas itu sudah rusak,” ujar saya. “Tante ingin memberimu kipasku yang paling bagus.” Saya tidak menyesal telah memberi Kinslee kipas favorit saya. Melihatnya tersenyum sudah membuat saya bahagia. Beberapa waktu kemudian, Kinslee memberi tahu ibunya bahwa ia sedih karena saya menyimpan kipas yang rusak. Akhirnya mereka pun mengirimi saya kipas baru yang indah berwarna ungu. Pemberian yang tulus ini membuat Kinslee kembali bersukacita. Saya pun turut bersukacita.
Rawatlah Kebun Anda
Saya sangat bersemangat menanami kebun belakang rumah kami dengan buah-buahan dan sayur-mayur. Lalu saya melihat ada lubang-lubang kecil di tanah. Sebelum sempat panen, mendadak buah pertama kami hilang secara misterius. Pada suatu hari saya sangat kecewa ketika menemukan tanaman stroberi kami yang terbesar sudah tercabut hingga ke akar-akarnya dan kering terpanggang sinar matahari akibat ulah kelinci yang bersarang di bawahnya. Andai saja saya lebih memperhatikan tanda-tanda peringatannya!
Allah Memanggil Nama Anda
Natalia pergi ke negara lain dengan memegang janji bahwa ia akan disekolahkan. Namun, di sana, Natalia mengalami pelecehan fisik dan seksual dari si ayah di keluarga yang ditumpanginya. Ia dipaksa mengurus rumah dan anak-anaknya tanpa dibayar. Ia tidak diizinkan keluar rumah ataupun menggunakan telepon. Natalia pun dijadikan budak orang itu.
Seruan yang Berbeda
Ketika seorang bayi menangis, itu tandanya ia lelah atau lapar, bukan? Menurut para dokter di Brown University, perbedaan tipis dalam tangisan bayi yang baru lahir juga dapat menjadi petunjuk penting dari adanya masalah-masalah lain. Para dokter telah merancang sebuah program komputer yang bisa mengukur faktor-faktor tangisan seperti nada, volume, dan tingkat kejernihan suara tangisan untuk menentukan apakah ada yang salah dengan sistem saraf pusat si bayi.
Ketika dalam Ketakutan
Ketika saya masih kecil, lapangan sekolah adalah tempat para perundung beraksi dan anak-anak seperti saya pasrah menerimanya tanpa banyak protes. Ketika meringkuk ketakutan di hadapan para penyiksa itu, kami mengalami hal lain yang lebih buruk, yaitu ejekan-ejekan yang mereka lontarkan. “Kamu takut, kan? Kamu takut padaku, kan? Tidak ada siapa pun yang akan melindungimu di sini.”