
Nilai Diri Kita di dalam Kristus
Mario adalah seorang pecandu kokain dan alkohol berusia 28 tahun yang dipenjara karena melakukan perampokan. Pada saat dijatuhi hukuman, ia disebut hakim sebagai “sampah masyarakat.” Walau sedih, Mario tidak menyangkalinya. Pada pertengahan masa tahanannya, ia melihat sebuah iklan tentang kompetisi jurnalisme. Hal itu menarik perhatian Mario, maka ia mendaftarkan diri untuk berkuliah di sebuah universitas lokal. Ia langsung jatuh cinta dengan dunia jurnalisme. Karena senang bekerja dalam bidang penulisan berita, setelah dibebaskan dari penjara, Mario menuntaskan pendidikan tingkat magisternya dalam bidang jurnalistik dan kini bekerja sebagai penulis untuk harian The New York Times. Ia bukan lagi seorang sampah masyarakat!

Harta Kesayangan
Ayah saya pertama kali bertatapan dengan ibu saya dalam sebuah pesta di London. Setelah itu, ia menyelinap masuk ke pesta berikutnya, lalu mengadakan pesta yang lain, semuanya demi bertemu dengan ibu saya lagi. Akhirnya, ia berhasil mengajak Ibu pergi berjalan-jalan ke pedesaan, lalu menjemputnya dengan mobil Rover tua, harta milik yang paling disayanginya.

Allah Menjaga Kita
Dua pilot sempat tertidur di saat penerbangan mereka melintasi wilayah Indonesia. Si pilot utama, yang memang mendapat izin untuk tidur sejenak ketika pesawat mencapai ketinggian tertentu, terbangun dan menemukan bahwa kopilotnya juga tertidur. Keduanya tertidur sekitar 30 menit lamanya dalam pesawat yang membawa lebih dari 150 penumpang dan kru pada ketinggian 11.000 meter di atas permukaan laut. Pesawatnya sempat berbelok dari jalur, tetapi untungnya masih dapat mendarat di tujuan dengan selamat.

Sindrom Penipu
Apakah Anda pernah merasa seperti penipu? Jika ya, Anda tidak sendiri! Di akhir dekade 1970-an, dua peneliti menyebut “sindrom penipu” sebagai sebuah kondisi ketika seseorang meragukan keahlian, bakat, atau kemampuannya sendiri dan menganggap dirinya sendiri sebagai penipu. Orang-orang yang sukses dan cemerlang sekalipun bisa bergumul dengan perasaan tidak layak. Mereka khawatir apabila orang melihat lebih jauh ke dalam kehidupan mereka, mereka akan dapat melihat betapa banyak yang sebenarnya tidak mereka ketahui.
