Category  |  Santapan Rohani

Paradoks dari Penganiayaan

Sesuatu yang tidak biasa terjadi dalam rangkaian sepuluh ayat yang dimulai dengan Kisah Para Rasul 7:59. Kisahnya begitu cepat beralih dari kematian mengerikan dari Stefanus yang dirajam batu, kepada pengalaman orang-orang percaya lainnya yang tersebar dan “memberitakan Injil,” hingga akhirnya tiba pada kalimat yang luar biasa ini: “Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu” (8:8).

Kumpulan Besar Orang Banyak

Pada tahun 2010, hampir 4.000 orang percaya berkumpul di Cape Town, Afrika Selatan. Para peserta konferensi dari 198 negara hadir dalam pertemuan yang dianggap paling mewakili gereja Kristen dalam 2.000 tahun terakhir, sejak masa Yesus hidup di dunia.

Apa yang Sudah Yesus Perbuat bagi Kita

Andres, pemilik sebuah perusahaan elektronik, membagi-bagikan hadiah liburan satu hari ke resor pantai kepada para karyawan dengan rekor penjualan yang melampaui target. Andres juga mengajak Jimmy, putranya yang berusia tujuh tahun. Sebelum berangkat, ia dengan bersemangat menggandeng tangan ayahnya sementara orang-orang masuk ke dalam van. “Kamu juga ikut? Berapa banyak hasil penjualanmu?” tanya salah satu karyawan kepada Jimmy dengan bercanda. “Tidak ada!” jawabnya, sambil menunjuk ayahnya. “Ayah memperbolehkan aku ikut!”

Dibentuk dan Dipakai Ulang oleh Allah

Pada awal dekade 1930-an, Cleo McVicker menciptakan sebuah produk yang dapat digunakan sebagai pembersih wallpaper. Di masa itu, sebagian besar rumah menggunakan pemanas dari batu bara, dan itu menyebabkan dinding rumah tertutup dengan jelaga. Produk yang ditemukan Cleo dapat digulirkan di atas wallpaper untuk mengangkat kotoran tersebut. Memang pembersih tersebut tidak pernah menjadi populer, tetapi puluhan tahun kemudian, seorang guru menggunakan produk buatan Cleo di kelasnya untuk membuat ornamen-ornamen Natal. Dari situ lahirlah sebuah perusahaan baru, yaitu Rainbow Crafts, dan pembersih wallpaper itu dibentuk dan dipakai ulang menjadi mainan anak-anak yang diberi nama “Play-Doh.”

Peringatan dan Pengingat

Tidak lama setelah kematian ayahnya yang mendadak, Aaron menghadiahi ibunya sebuah foto berukuran poster dalam bingkai, yang menampilkan puluhan benda yang merangkum kehidupan sang ayah—koleksi, foto-foto, bebatuan, buku-buku, karya seni, dan lainnya—masing-masing memiliki makna khusus di baliknya. Aaron menghabiskan waktu berhari-hari mengumpulkan dan menyusun barang-barang tersebut, lalu Rachel, saudara perempuannya, mengabadikan susunan itu dalam sebuah foto. Hadiah itu menjadi peringatan visual terhadap sang ayah, yang meski bergumul dengan masalah rendah diri dan kecanduan, tetapi tidak pernah lalai mengungkapkan kasihnya pada mereka. Foto itu juga menjadi kesaksian tentang keajaiban kasih dan kuasa penyembuhan Allah, yang memampukan sang ayah mengalahkan kecanduannya di penghujung masa hidupnya.