Tidak, Terima Kasih
Sebuah sekolah Kristen untuk anak-anak autis di India menerima donasi dalam jumlah besar dari sebuah perusahaan. Setelah memastikan tidak ada syarat-syarat yang mengikat pemberian itu, sekolah pun menerimanya. Namun, di kemudian hari, pihak perusahaan meminta untuk dilibatkan dalam kepengurusan sekolah. Direktur sekolah menolak mengkompromikan nilai-nilai Kristen yang dipegang sekolah tersebut, maka ia pun memutuskan untuk mengembalikan uang itu. Ia berkata, “Melakukan pekerjaan Allah dengan cara Allah jauh lebih penting.”
Tidak Perlu Formula
Ketika Jen masih muda, seorang guru Sekolah Minggu yang berniat baik melatih anak-anak cara penginjilan. Mereka diajar untuk menghafal serangkaian ayat Alkitab dan langkah-langkah untuk mengabarkan Injil. Jen dan temannya mempraktikkan hal ini kepada seorang teman yang lain. Mereka gugup dan khawatir ada ayat atau langkah penting yang terlupakan. Jen tidak ingat persis apakah teman yang mereka datangi itu akhirnya bertobat, tetapi ia merasa hal itu tidak terjadi. Cara penginjilan tersebut tampaknya lebih mementingkan ketepatan formula ketimbang orang yang didekati.
Keadilan dan Kristus
Kaisar pertama Romawi, Augustus (63 SM–14 M), ingin dikenal sebagai penguasa yang menegakkan hukum. Meski membangun kekaisarannya lewat perbudakan, penaklukan militer, dan suap, ia berhasil memulihkan ketertiban hukum dan memberi warganya Iustitia, seorang dewi yang dalam sistem hukum kita sekarang disebut sebagai Dewi Keadilan. Ia juga mengadakan pendaftaran penduduk yang membawa Maria dan Yusuf ke Betlehem untuk kelahiran seorang Pemimpin yang telah lama dinantikan dan yang kebesaran-Nya akan tersebar sampai ke ujung bumi (Mi. 5:1-3).
Apa Adanya
Oliver Cromwell, yang dijuluki “Pelindung Inggris”, adalah seorang komandan militer dari abad ke-17. Para tokoh penting pada masa itu biasa diabadikan dalam bentuk lukisan. Sudah biasa pula apabila pelukisnya memoles bagian-bagian yang kurang menarik pada wajah sang tokoh. Akan tetapi, Cromwell tidak mau potretnya dibuat seperti itu. Ia mewanti-wanti si pelukis, “Kau harus melukis wajahku apa adanya—warts and all—atau kau tidak akan kubayar” (“warts” adalah kutil seperti jerawat pada kulit wajah).
Lagu Cinta
Di suatu Sabtu sore, taman di tepi sungai itu terasa begitu tenang dan damai. Ada yang joging, ada yang memancing, dan burung-burung camar berebut kertas pembungkus makanan, sementara saya dan istri duduk memperhatikan sepasang pria dan wanita. Mereka mungkin berusia sekitar akhir empat puluhan dan berbicara dalam bahasa yang tidak kami pahami. Si wanita duduk menatap mata pria yang sedang menyanyikan lagu cinta untuknya tanpa rasa risih sedikit pun, sambil semilir angin membuat kami semua bisa ikut mendengarkan suaranya.
Menaklukkan Kebimbangan
Kita hidup di dunia yang menawarkan begitu banyak pilihan—mulai dari merek tisu hingga produk asuransi jiwa. Pada tahun 2004, psikolog Barry Schwartz menulis buku berjudul The Paradox of Choice. Menurutnya, meski kebebasan memilih itu penting untuk kesejahteraan kita, terlalu banyak pilihan dapat membuat orang merasa kewalahan dan bimbang. Kebimbangan mungkin bukan masalah besar saat kita sedang memutuskan tisu mana yang akan dibeli, tetapi kita dapat dibuat tidak berdaya oleh kebimbangan kita dalam mengambil keputusan besar yang mempengaruhi arah hidup kita. Jadi, bagaimana kita dapat mengatasi kebimbangan dan melangkah maju dengan yakin dalam hidup kita bagi Tuhan?
Pengumuman dan Kepastian
Banyak acara pengumuman jenis kelamin bayi berlangsung dramatis. Di Juli 2019, sebuah mobil menghamburkan asap berwarna biru untuk mengumumkan bahwa jenis kelamin bayinya laki-laki. Kemudian, di bulan September, sebuah pesawat penyiram tanaman di Texas menumpahkan ratusan galon air berwarna merah muda sebagai pengumuman hadirnya bayi perempuan. Namun, ada “pengumuman” lain, yang mengungkapkan hal penting tentang dunia kita. Pada akhir tahun yang sama, YouVersion mengumumkan ayat yang paling banyak dibagikan, ditandai, dan disimpan tahun itu dalam versi daring dan aplikasinya adalah Filipi 4:6, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”
Semua Makhluk Besar dan Kecil
Michelle Grant melatih seekor bayi berang-berang bernama Timber untuk kembali ke alam bebas. Ketika dibawa Michelle berenang di danau, Timber akan kembali ke kayaknya untuk minta dipeluk dan dielus-elus. Suatu pagi, Timber tidak kembali. Setelah enam jam menjelajahi danau mencarinya, Michelle menyerah. Beberapa minggu kemudian ia menemukan sebuah tengkorak berang-berang. Karena mengira itu tengkorak Timber, ia pun menangis.
Indahnya Kabar Baik
John Nash dianugerahi Hadiah Nobel dalam bidang Ekonomi pada tahun 1994, sebagai pengakuan atas terobosan yang dicapainya dalam ilmu matematika. Sejak saat itu rumus yang ia ciptakan terus digunakan oleh kalangan bisnis di seluruh dunia untuk memahami dinamika kompetisi dan persaingan. Buku dan film yang mendokumentasikan hidup Nash, A Beautiful Mind, menyebutnya sebagai sosok dengan “pikiran yang indah”—bukan karena bentuknya yang memikat, melainkan karena apa yang sanggup dilakukan Nash dengan pikirannya.