Category  |  Santapan Rohani

Maksud dan Tujuan

Pada tahun 2018, Colin O’Brady, seorang atlet olahraga ketahanan (endurance), melakukan perjalanan yang belum pernah dilakukan siapa pun sebelumnya. Sambil menarik kereta luncur berisi barang di belakangnya, O’Brady menempuh perjalanan seorang diri melintasi benua Antartika—dengan total jarak hampir 1.500 kilometer dalam waktu 54 hari. Sungguh perjalanan luar biasa yang membutuhkan keberanian dan tekad kuat.

Rahasia

Kadang-kadang saya merasa kucing saya, Heathcliff, begitu ingin tahu. Ketika saya pulang belanja, Heathcliff bergegas memeriksa isi kantong belanjaan saya. Saat saya memotong-motong sayuran, ia berdiri dengan kedua kaki belakangnya sambil memperhatikan sayur itu dan meminta bagiannya. Namun, ketika saya memberikan apa yang ia incar, tidak lama kemudian ia tidak lagi berminat, lalu pergi dengan tampang bosan.

Namun, melihat tingkah…

Iman yang Tabah

Ernest Shackleton (1874–1922) pernah gagal saat memimpin ekspedisi untuk melintasi Antartika pada tahun 1914. Ketika kapalnya yang diberi nama “Ketabahan” terperangkap es tebal di Laut Weddell, perjalanan tersebut berubah menjadi lomba untuk bertahan hidup. Tanpa dapat berkomunikasi sama sekali dengan dunia luar, Shackleton dan krunya menggunakan sejumlah sekoci untuk melakukan perjalanan ke pantai terdekat di Pulau Gajah. Sementara sebagian besar kru tetap bertahan di pulau tersebut, Shackleton dan lima awak kapal menempuh perjalanan sejauh 1.287 km selama dua minggu menyeberangi samudra sampai tiba di Georgia Selatan untuk meminta bantuan bagi mereka yang masih tertinggal di pulau. Ekspedisi “gagal” tersebut berubah menjadi catatan kemenangan dalam buku-buku sejarah ketika semua anak buah Schakleton selamat, berkat keberanian dan ketabahan mereka.

Perubahan Tak Terduga

Di bulan Januari 1943, angin panas Chinook menghantam kota Spearfish di Dakota Selatan, AS, sehingga temperatur udara naik drastis dari -20° ke 7°C. Perubahan cuaca drastis sebesar 27 derajat itu terjadi dalam waktu dua menit saja. Lonjakan suhu terbesar yang pernah tercatat di AS dalam kurun waktu dua puluh empat jam adalah 57 derajat! Hal itu terjadi pada tanggal 15 Januari 1972 di kota Loma, Montana, dengan suhu yang naik dari –48° ke 9°C.

Memikirkan Sukacita

Dalam buku koleksi wawancara Bill Shapiro yang berjudul What We Keep (Apa yang Kita Simpan), setiap orang bercerita tentang satu benda yang mereka anggap sangat penting dan membawa kesenangan hingga orang itu tidak mau berpisah darinya.

Kaya di Hadapan Allah

Kedua orangtua saya tahu apa artinya hidup susah sejak kecil karena mereka dibesarkan pada masa Depresi Besar. Alhasil, mereka suka bekerja keras dan sangat cermat mengatur uang. Namun, mereka tidak pelit. Mereka tidak segan-segan memberikan waktu, talenta, dan harta mereka kepada gereja, yayasan amal, dan kaum yang membutuhkan bantuan. Mereka benar-benar mengelola uang mereka dengan bijak dan memberi dengan sukacita.

Dibebaskan oleh Yesus

“Aku tinggal begitu lama di rumah ibuku sampai akhirnya beliau sendiri yang pindah!” Hal itu dikatakan KC tentang hidupnya yang kacau balau sebelum ia pulih dan percaya kepada Yesus. Dengan terus terang ia mengaku pernah mencuri demi membiayai kecanduannya, bahkan dari orang-orang yang ia cintai. Namun, kehidupan kelam tersebut sudah lama ia tinggalkan, dan secara rutin ia mengingat sudah berapa tahun, bulan, dan hari dimana ia telah bersih dari kecanduannya. Ketika kami duduk mempelajari firman Tuhan secara rutin, saya melihat KC benar-benar sudah berubah.

Kasih yang Tertikam

Carla sudah berusaha menelepon. Ia juga sudah mengirim pesan singkat ke adiknya. Sekarang ia berdiri di depan pagar rumah adiknya, tetapi tidak juga berhasil membuat sang adik menemuinya. Adiknya mengurung diri di rumah dalam keadaan depresi dan berjuang melawan kecanduan. Dalam upaya terakhirnya untuk menemui sang adik yang sedang mengurung diri, Carla mengumpulkan sejumlah makanan kesukaan adiknya dengan catatan ayat-ayat Alkitab yang menguatkan, lalu mencoba menurunkan bungkusan itu ke balik pagar rumah.

Janji Kuno

Pada tahun 1979, Dr. Gabriel Barkay dan timnya menemukan dua gulungan naskah berbahan perak di pekuburan di luar Kota Tua Yerusalem. Setelah diteliti secara saksama selama dua puluh lima tahun, pada tahun 2004 para ilmuwan mengonfirmasi bahwa kedua gulungan tersebut adalah naskah Alkitab tertua yang pernah ditemukan, yang terkubur sejak tahun 600 sm. Bagi saya, yang paling menyentuh adalah isi gulungan tersebut, yakni berkat imamat yang dikehendaki Allah untuk disampaikan kepada umat-Nya: “Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera” (Bil. 6:24-26).