Ketika Allah Mengampuni
Seorang bocah berusia empat tahun secara tak sengaja merusak kendi langka berusia 3.500 tahun dari Zaman Perunggu yang dipamerkan di sebuah museum di Israel. Namun, respons yang diterimanya sungguh tak terduga. Pihak museum memaafkan perbuatan anak itu, bahkan mengundangnya untuk kembali. Roee Shafir, juru bicara Museum Hecht, menjelaskan bahwa sikap itu akan meningkatkan perhatian dunia pada proses restorasi dan bisa jadi menumbuhkan ketertarikan si anak terhadap sejarah dan arkeologi. Dengan kata lain, tindakan itu diyakini akan membawa pemulihan dan dampak yang positif.

Bertumbuh Kuat dalam Allah
Sewaktu saya masih kecil, saya suka membaca kisah-kisah tentang bajak laut. Cerita petualangan mereka benar-benar menggugah imajinasi saya! Sekarang saya tinggal di daerah yang pernah menjadi markas dari salah satu bajak laut yang paling terkenal, yaitu Blackbeard (yang bernama asli Edward Teach). Kapal Blackbeard, yang bernama Queen Anne’s Revenge, kandas di perairan lepas pantai dekat tempat tinggal saya.

Ditajamkan dengan Besi
Louise, seorang manajer proyek, menyesal telah mengambil pekerjaan tambahan yang sekarang dilakukannya. Baik klien maupun desainernya terus menguji kesabarannya. Mengapa pekerjaan ini begitu sulit? pikirnya. Mengapa mereka tidak bisa bekerja sama dengan baik?
![Karena [Yesus], pengalaman manusiawi kita tidak perlu membuat kita merasa takut atau sendirian. Karena [Yesus], pengalaman manusiawi kita tidak perlu membuat kita merasa takut atau sendirian.](https://da4kwgmu3ugvs.cloudfront.net/wp-content/uploads/sites/60/2025/09/18095553/SOCIAL-POST_20251022-940x1175.jpg)
Allah Mengerti
Di dalam buku Dictionary of Obscure Sorrows (Kamus Penderitaan yang Tidak Mudah Dipahami), John Koenig menyusun sekumpulan kata-kata baru yang diciptakan untuk menamai perasaan-perasaan rumit yang sebelumnya tidak memiliki istilah. Bukunya mencakup kata-kata seperti dés vu, “kesadaran bahwa momen ini akan menjadi kenangan,” dan kata onism, “rasa frustrasi karena terperangkap dalam satu tubuh jasmani, yang hanya bisa berada di satu tempat pada satu waktu.” Koenig mengatakan bahwa ia bermaksud untuk menjelaskan semua hal unik dan asing yang dialami manusia pada umumnya, supaya mereka tidak merasa sendirian dalam pengalaman tersebut.

Meredakan Badai
Keponakan perempuan saya yang berusia tiga tahun mulai mengerti bahwa ia dapat mempercayai Yesus dalam situasi apa pun. Suatu malam, saat terjadi badai petir dan ia berdoa sebelum beranjak tidur, ia mengatupkan kedua tangannya, menutup matanya, dan berkata, “Tuhan Yesus, aku tahu Engkau beserta kami. Aku tahu Engkau sayang kami. Aku juga tahu badai ini bisa berhenti kalau Engkau menyuruhnya berhenti.”