
Dalam Hadirat Allah
Pada tahun 1692, tulisan seorang biarawan bernama Brother Lawrence, The Practice of the Presence of God, pertama kali diterbitkan. Di dalamnya dijelaskan bagaimana ia mengundang Allah untuk hadir dalam aktivitas yang biasa dikerjakannya sehari-hari. Hingga saat ini, tulisan Brother Lawrence masih mendorong kita untuk sungguh-sungguh merindukan hadirat Allah dalam setiap hal yang kita lakukan—dari memotong rumput, berbelanja kebutuhan rumah tangga, atau menemani anjing peliharaan berjalan-jalan.

Berdiri Teguh di dalam Kristus
Baru-baru ini, ibu saya menceritakan dengan penuh semangat suatu konfrontasi mengejutkan yang ia saksikan melalui siaran langsung kamera web di sebuah sumber air di Afrika. Seekor Gemsbok—antelop berukuran besar dengan tanduk panjang hingga lebih dari 60 cm—terlihat seperti makhluk yang tangguh dan tidak mudah takut. Namun, sifat asli Gemsbok baru terlihat saat berhadapan dengan sekelompok burung unta yang berani dan liar.

Dikirim dengan Kasih
Saya baru mengetahui bahwa kata “CARE” dalam istilah “care package” (paket kasih)—sebutan untuk parsel kiriman kepada orang-orang terkasih yang tinggal jauh—berasal dari nama lembaga “Cooperative for American Remittances to Europe.” Lembaga tersebut mengirimkan kotak-kotak berisi makanan untuk membantu warga Eropa yang mengungsi dari negara mereka selama Perang Dunia II. Kini, parsel yang saya kirimkan untuk anak-anak saya yang berkuliah biasanya berisi camilan buatan rumah, permen, dan barang-barang kebutuhan seperti kaos favorit yang tertinggal di rumah atau alat-alat tulis yang baru.

Harapan dalam Iman
Putra Kristin meninggal dunia karena kanker saat usianya baru tujuh tahun. Tiga tahun kemudian, putranya yang lain didiagnosis dengan penyakit yang tak dapat disembuhkan. Teman-teman Kristin yang belum mengenal Kristus ikut berduka, tetapi mereka tak dapat memahami mengapa ia tetap mempercayai Tuhan. “Bagaimana mungkin Allah yang kamu sembah membiarkan semua ini terjadi? Mengapa kamu masih percaya kepada-Nya?” tanya mereka.
