Category  |  Santapan Rohani

Penghiburan dari Allah

Saya tidak sabar. Saya dan suami baru saja kembali dari pasar swalayan, dan saat kami membongkar belanjaan, saya panik mencari kantong berisi donat—tetapi tidak menemukannya. Setelah memeriksa struk belanja, saya melihat ternyata donat itu tidak terbeli. Dengan kesal saya berteriak, “Yang aku mau beli tadi cuma donat!” Lima belas menit kemudian, suami saya datang dan menyodorkan sekantong donat. Tanpa sepengetahuan saya, ia menembus jalanan penuh salju dan kembali ke toko demi memenuhi keinginan saya. Saya pun memeluknya erat, lalu dengan malu-malu berkata, “Syukurlah kamu tidak kenapa-kenapa demi memuaskan keinginanku!”

Berpegang Teguh kepada Allah

Dalam kejuaraan gulat tingkat distrik di sekolah kami, anak-anak berusia delapan tahun bertanding di atas matras dengan menerapkan teknik pegangan yang cerdik untuk menjatuhkan lawan demi meraih kemenangan. Gulat adalah olahraga kuno yang menuntut strategi cermat dalam memadukan gerakan menjatuhkan, melepaskan diri, mengunci, dan berbagai teknik lain yang menghasilkan poin untuk mencapai kemenangan. Seorang gadis kecil dari kelas tiga, yang menjadi kesayangan penonton, memiliki gerakan yang sangat cepat sehingga ia dengan lincah dapat mengecoh dan menaklukkan lawan-lawannya.

Mata yang Melihat Segalanya

Jason dan Pierre telah bekerja bersama selama satu dekade memasang pelapis dinding luar rumah. Mereka berdua sahabat baik, meski jarang berbicara. Saat bekerja, hampir tak ada kata yang terucap di antara mereka. Namun, mereka mengenal baik satu sama lain sehingga untuk berkomunikasi, mereka cukup menganggukkan kepala atau menggunakan lirikan mata. Isyarat-isyarat kecil seperti itu memiliki makna yang mendalam.

Mensyukuri Pemberian Allah

Seorang pria tua menghabiskan waktu yang panjang di dalam toko, sambil memperhatikan satu demi satu tas ransel anak-anak. Ia berkata kepada saya, “Cucu saya berulang tahun hari ini. Saya harap ia menyukai hadiah ini.” Akhirnya ia mendatangi kasir dengan menggenggam sebuah ransel merah muda bergambar karakter kartun, wajahnya penuh harap dan semangat.

Hari Ini Sangat Berharga

Pham, seorang kolektor asal Vietnam, telah menyelamatkan 20 buah jam gereja dari berbagai penjuru Eropa—jam-jam tua yang kini banyak digantikan oleh versi elektronik. Salah satu jam tersebut dibuat di Italia pada tahun 1750 dan, secara luar biasa, masih menunjukkan waktu dengan akurat. Pham menikmati proses perbaikan dan pelestarian benda-benda bersejarah itu. Baginya, jam-jam tersebut menjadi pengingat akan betapa berharganya waktu dan pentingnya menikmati setiap momen yang ada.