Hidup untuk Yesus
Pada tahun 2023, kepolisian Kenya bertindak tegas untuk mengakhiri peristiwa “Pembantaian Shakahola,” sebuah tragedi yang menewaskan ratusan orang setelah mereka mengikuti ajaran seorang pemimpin sekte yang menyuruh mereka berpuasa sampai mati demi berjumpa dengan Yesus. Pemimpin tersebut konon berjanji akan mengikuti jejak mereka, tetapi setelah ditangkap, ia menyangkal pernah mengajarkan hal itu.

Kasih yang Melimpah
Todd mengajak adiknya, Alex, yang baru lulus kuliah, untuk tinggal bersama di rumahnya. Ia ingin membantu kondisi finansial Alex dengan mengizinkannya tinggal tanpa membayar sewa untuk sementara waktu. Todd baru mulai meminta Alex membayar sewa setelah enam bulan berlalu. Bertahun-tahun kemudian, saat Alex mengajukan pinjaman untuk membeli rumah, Todd mengejutkannya. Ternyata selama ini ia telah menyimpan uang sewa Alex di rekening tabungan, dan seluruh uang itu kini menjadi milik Alex! Alex pun menangis terharu karena menerima pemberian yang begitu melimpah.

Pemulihan Ilahi
Hati saya hancur. Pikiran saya kacau. Seorang teman yang membantu menyetel laptop baru saya tanpa sengaja menghapus semua foto dan video yang telah saya pindahkan ke sana. Kenangan berharga bersama keluarga dan teman-teman selama bertahun-tahun lenyap dalam sekejap. Saya panik. Momen-momen dari liburan, perjalanan, dan acara spesial itu tak mungkin bisa saya ulang kembali. Sebelum saya tenggelam dalam emosi, teman saya berkata ia akan mencoba mengembalikannya. Syukurlah, setelah melewati beberapa jam yang meresahkan, saya sangat lega dan gembira melihat semua foto dan video itu muncul kembali.

Iman Belle
Belle tidak ingin mengikuti iman orangtuanya di dalam Tuhan Yesus. Semasa kuliah, ia menyebut dirinya agnostik dan berusaha menjalani hidupnya tanpa Allah. Namun, ketika mengalami putus cinta yang berujung pada depresi, ia merasa hancur dan mulai berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Di tengah keputusasaan itu, Belle teringat akan kebahagiaan orangtuanya dalam mengikut Tuhan. Meski masih bergumul, ia akhirnya mau menerima Yesus sebagai Juruselamat.

Diperlukan Kerendahan Hati
Sepupu-sepupu saya tinggal hanya tiga kilometer dari rumah keluarga kami, tetapi mereka dilarang berinteraksi dengan kami. Mereka tidak pernah datang berkumpul bersama kami atau menyapa kami kalau bertemu di tempat perbelanjaan. Orangtua mereka berkata bahwa karena kami tidak beribadah di gereja pada waktu itu, kami dianggap memberi pengaruh buruk. Jadi, sungguh mengejutkan ketika bertahun-tahun kemudian salah seorang sepupu saya datang ke pemakaman kakak tertua saya, lalu menghampiri kami satu per satu dan dengan rendah hati meminta maaf atas sikap mereka. Hubungan kami pun mulai dipulihkan.