Category  |  Santapan Rohani

Merindukan Pertumbuhan

Axolotl (dibaca ACK soh LOH tel) merupakan suatu satwa yang misterius. Alih-alih menjadi dewasa secara fisik, salamander dari Mexico yang terancam punah itu tetap bertahan seumur hidupnya dengan wujud mirip kecebong. Para penulis dan filsuf sering menggunakan axolotl sebagai simbol dari seseorang yang takut untuk bertumbuh.

Perbekalan Rohani

Di musim dingin tahun 2009, sebuah pesawat penumpang berukuran besar melakukan pendaratan darurat di Sungai Hudson, New York. Kapten Chesley Sullenberger adalah pilot yang berhasil mendaratkan pesawat itu dengan selamat tanpa jatuh korban. Ia kemudian ditanya tentang saat-saat di udara ketika ia dihadapkan pada keputusan antara hidup atau mati. “Saya melihatnya begini,” katanya, “Selama 42 tahun terakhir ini sedikit demi sedikit saya telah membekali diri secara teratur dengan pengalaman, pendidikan, dan pelatihan. Dan pada [hari itu], perbekalan saya sudah cukup sehingga saya mampu menggali kekayaan dari perbekalan tersebut untuk mengatasi masalah besar yang menghadang.”

Mengucapkan Selamat Tinggal

Tidak mudah mengucapkan “selamat tinggal” pada keluarga dan teman, pada lokasi favorit yang telah mendapat tempat di hati, atau pada pekerjaan atau mata pencaharian tertentu.

Gerbang Surga

Seniman asal Italia, Lorenzo Ghiberti (1378–1455) menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk memahat dengan indahnya lukisan tentang kehidupan Yesus pada pintu-pintu perunggu dari gedung Florence Baptistery di Italia. Relief perunggu tersebut begitu menggetarkan jiwa sampai-sampai Michelangelo menyebutnya sebagai Gerbang Surga.

Berpeganglah!

Seorang teman saya yang bekerja sebagai koboi dan tumbuh besar di sebuah peternakan di Texas mempunyai sejumlah ungkapan yang menarik. Salah satu yang saya sukai adalah “Kopi enak tidak butuh banyak air.” Dan ketika ada seorang koboi yang berusaha menjerat seekor lembu jantan muda yang terlalu besar untuk dikendali-kannya atau tengah mengalami masalah, teman saya akan berseru, “Pegang erat-erat apa yang sedang kamu pegang!” yang berarti, “Bantuan akan segera tiba! Jangan menyerah!”

Kamu Berharga

Setelah ibu mertua saya meninggal dunia, saya dan istri menemukan setumpuk uang sen logam Amerika Serikat, yang bergambar kepala orang Indian, di dalam laci meja rias di apartemennya. Ibu mertua saya bukanlah kolektor koin, tetapi ia hidup di zaman ketika uang logam itu masih beredar dan ia pernah mengumpulkan sejumlah uang tersebut.

Tempat Perlindungan Sejati

Pada Maret 2014, terjadi konflik antar suku di kota kelahiran saya yang memaksa keluarga ayah saya, bersama para pengungsi lainnya, mencari perlindungan di ibu kota provinsi tersebut. Sepanjang sejarah, orang-orang yang merasa nyawa mereka terancam di tanah kelahirannya telah berkelana untuk mendapatkan rasa aman dan hidup yang lebih baik.

Mata Air Keselamatan

Biasanya orang mengebor hingga ke dalam perut bumi guna mengambil contoh bebatuan, menggali sumber minyak, atau mencari air.

Kebahagiaan Tertinggi

Semua orang melakukannya” tampaknya menjadi argumen terbaik saat saya masih muda. Namun argumen semacam itu tak pernah berhasil melunakkan orangtua saya, sekalipun saya telah berusaha keras memperoleh izin untuk melakukan sesuatu yang mereka anggap tidak aman atau tidak bijaksana.