Category  |  Santapan Rohani

Menolak Apatis

Ruangan itu sudah dihiasi beragam warna mempesona yang ditata oleh sejumlah wanita berpakaian sari. Mereka sedang bergegas menyelesaikan persiapan untuk suatu acara penggalangan dana. Para wanita asal India yang kini tinggal di Amerika Serikat itu hendak menunjukkan kepedulian mereka terhadap negara asalnya. Ketika mendengar tentang keadaan keuangan sebuah sekolah Kristen untuk anak-anak autis di India, mereka tidak sekadar mengetahui kebutuhan itu, tetapi juga memilih untuk bertindak.

Tempat Perlindungan

Para tunawisma di Vancouver, British Columbia, Kanada, mempunyai cara baru untuk menemukan tempat bermalam. Sebuah badan amal lokal, RainCity Housing, telah menciptakan bangku-bangku khusus yang bisa diubah menjadi tempat perlindungan sementara. Bagian belakang bangku tersebut bisa ditarik ke atas hingga menjadi atap yang dapat melindungi seseorang dari terpaan angin dan hujan. Pada malam hari, tempat tidur ini mudah terlihat karena di atasnya terpampang tulisan yang berpendar dalam gelap dan berbunyi: INI KAMAR TIDUR.

Debu Intan

Di suatu musim dingin yang sangat menusuk tulang di wilayah tempat tinggal kami di Michigan, ada perasaan campur aduk di antara warga tentang cuaca tersebut. Ketika musim dingin yang bersalju berlanjut hingga Maret, sebagian besar orang tidak lagi menyukai salju dan merasa jengkel pada ramalan cuaca yang memberitakan bahwa suhu rendah itu masih akan berlangsung lama.

Pengorbanan Natal

Cerita pendek klasik karya O. Henry yang berjudul The Gift of the Magi (Persembahan Orang Majus) mengisahkan tentang Jim dan Della, pasangan suami-istri muda yang mengalami kesulitan keuangan. Ketika Natal semakin dekat, masing-masing dari mereka ingin memberikan hadiah istimewa kepada pasangannya, tetapi dana yang tidak mencukupi membuat mereka melakukan tindakan yang ekstrem. Milik Jim yang paling berharga adalah jam saku emasnya, sementara milik Della yang paling berharga adalah rambut panjangnya yang indah. Jadi Jim menjual jam sakunya agar dapat membeli sejumlah sisir untuk rambut Della, sedangkan Della menjual rambutnya untuk membeli rantai bagi jam saku Jim.

Hadiah yang Mudah Pecah

Ketika kita memberikan sebungkus hadiah yang rapuh dan mudah pecah, kita akan menuliskan kata-kata “Mudah Pecah” dengan jelas pada kemasannya, karena kita tidak ingin seorang pun menjatuhkan atau merusakkan isinya.

Misteri Natal

Di awal kisah karya Charles Dickens yang berjudul A Christmas Carol (Sebuah Gita Natal), terdapat semacam misteri seputar tokoh utamanya yang bernama Ebenezer Scrooge. Mengapa ia begitu kejam? Bagaimana ceritanya hingga ia menjadi begitu egois? Lambat laun, sembari roh Natal membawa Scrooge untuk melihat hidupnya sendiri, jawaban demi jawaban pun terkuak. Kita melihat peristiwa-peristiwa yang mengubah wataknya dari seorang pemuda yang periang menjadi seorang kikir yang egois. Kita memperhatikan kesendirian dan kehancuran hati yang dialaminya. Ketika misteri itu terpecahkan, kita juga melihat terbukanya jalan menuju pemulihan. Kepeduliannya pada sesama menarik Scrooge keluar dari kegelapan jiwanya yang egois menuju pada kehidupan baru yang penuh sukacita.

Satu Ukuran untuk Semua

Waktu masih kecil, seperti kebanyakan anak, saya sangat menyukai Natal. Saya suka merangkak di bawah pohon Natal melihat-lihat hadiah yang ada sambil berharap isinya adalah mainan. Alangkah kecewanya saya apabila isinya baju dan celana. Hadiah orang dewasa itu tidak menarik! Pada Natal yang lalu, anak-anak memberi saya kaos kaki dengan warna dan corak yang cerah. Saya pun merasa seperti muda kembali! Orang dewasa sekalipun dapat memakai kaos kaki itu, seperti tertera pada labelnya, “Satu ukuran untuk semua.”

Penabuh Drum Cilik

The Little Drummer Boy” (Si Penabuh Drum Cilik) adalah lagu Natal populer yang ditulis pada tahun 1941. Lagu aslinya berjudul Carol of the Drum dan ditulis berdasarkan sebuah lagu Natal yang populer dari tanah Ceko. Meski tokoh penabuh drum cilik tidak disebut sama sekali dalam kisah Natal di Matius 1–2 dan Lukas 2, lagu tersebut langsung menyentuh makna ibadah yang sejati. Dalam lagu itu digambarkan bagaimana seorang anak laki-laki dipanggil oleh orang majus dalam peristiwa kelahiran Kristus. Namun tidak seperti orang majus, penabuh drum cilik itu tidak mempunyai hadiah yang bisa ia berikan. Jadi, ia memberikan apa yang memang dimilikinya. Ia pun menabuh drumnya, sambil berkata, “Aku memberikan permainanku yang terbaik bagi-Nya.”

Kasih yang Ajaib

Menjelang Natal pertama sejak suaminya meninggal, teman kami Davidene menulis sepucuk surat yang luar biasa. Di dalamnya ia membayangkan seperti apa suasana di surga ketika Yesus lahir ke dunia. “Allah sudah tahu itulah yang akan terjadi,” tulisnya. “Ketiganya adalah satu, dan Dia mengizinkan terjadinya keretakan dalam kesatuan-Nya yang mulia itu demi kita. Surga ditinggalkan oleh Allah Anak.”