Category  |  Santapan Rohani

Harta yang Kristus Tawarkan

Michael Sparks masuk ke sebuah toko barang bekas dan membeli salinan suvenir Deklarasi Kemerdekaan AS seharga USD 2,48 sebagai oleh-oleh. Di kemudian hari, saat melihat lebih dekat salinan tersebut, ia merasa ada sesuatu yang tidak lazim. Jadi ia meminta sejumlah ahli untuk memeriksanya, dan mereka menyatakan bahwa itu adalah salah satu dari 36 salinan yang tersisa dari 200 salinan resmi yang ditugaskan oleh John Quincy Adams pada tahun 1820. Sparks lalu menjual salinan Deklarasi Kemerdekaan yang langka itu seharga USD 477.650!

Yesus: Segala-galanya bagi Kita

Dengan isyarat terakhir dari wasit, pegulat Kennedy Blades dinyatakan menang dan berhak lolos ke Olimpiade 2024. Ia menempelkan kedua telapak tangannya, mengangkat tangannya dan pandangannya ke atas, lalu memuji Allah. Seorang wartawan bertanya tentang perkembangannya selama tiga tahun terakhir. Atlet papan atas tersebut bahkan sama sekali tidak menyebut tentang latihan fisiknya. “Saya hanya mendekatkan diri dengan Tuhan Yesus,” katanya. Dengan mengakui Kristus sebagai Raja, Blades menyatakan bahwa Dia akan datang kembali dan mendorong orang lain untuk percaya juga kepada-Nya. “Dialah alasan utama saya mampu mencapai prestasi setinggi ini,” katanya. Dalam wawancara yang lain, ia dengan terbuka menyatakan bahwa Yesus adalah segalanya bagi dirinya, sekaligus sumber setiap hal yang baik dalam hidupnya.

Dari Kemuliaan kepada Kemuliaan

Tinggal di sebuah kota pesisir, Valerie menikmati cuaca yang hangat, kegiatan memotret satwa liar, dan menyelam dalam air. Namun, yang paling ia sukai adalah melihat matahari terbit di atas cakrawala. Setiap pagi, ia bangun sebelum fajar untuk mengejar pemandangan laut. Menurut perhitungannya, di luar cuaca yang mendung atau waktu ia tidak di rumah, ia masih dapat melihat matahari terbit dari tepi pantai lebih dari 300 kali setiap tahunnya. Val tidak pernah bosan menyaksikan peristiwa tersebut. Baginya, matahari terbit menampilkan keagungan yang tidak ingin ia lewatkan.

Mengasihi Sesama Melalui Doa

“Aku tidak tahu bagaimana keadaanku saat ini seandainya ibuku tidak mendoakanku. Sangat mungkin aku sudah tiada,” cerita teman saya, Rahim. Ia seorang mantan pecandu yang pernah dipenjara karena mengedarkan narkoba. Suatu hari, sambil minum kopi, ia menceritakan bagaimana doa-doa ibunya telah mengubah hidupnya. “Bahkan ketika aku telah membuatnya sangat kecewa, beliau tetap mengasihiku dengan doa-doanya. Aku mengalami banyak masalah, tetapi jika ibuku tidak berdoa untukku, aku tahu keadaanku akan lebih buruk.”

Sulit Tidur?

Teman saya bercerita bahwa belakangan ini ia sulit untuk tidur nyenyak. Masalah yang dialaminya itu berkaitan dengan kesulitan dalam keluarga yang sering membuatnya terjaga di malam hari. Bukan kebetulan, pada hari itu saya sedang menyiapkan diri untuk membahas Mazmur 3 di kelas pembinaan bagi kaum dewasa.

Doa Seorang Nenek

Dalam acara reuni keluarga bertahun-tahun lalu, ibu saya membagikan sejumlah tulisan yang pernah dibuatnya. Salah satu tulisan beliau adalah untuk menghormati neneknya, seseorang yang tidak pernah saya temui, tetapi yang kisahnya sering saya dengar dari ibu saya. Ibu saya menulis bahwa ia mengingat sosok yang dipanggilnya Mama Susan itu bangun “sebelum fajar menyingsing” dan mendoakan seisi rumahnya. Kenangan yang sangat berkesan itu berdampak besar bagi kehidupan ibu saya, dan menjadi satu hal yang terus saya pegang sampai hari ini, walaupun saya belum pernah bertemu dengan nenek buyut saya itu.

Interupsi yang Tak Terduga

Manuel sudah terlambat ke gereja, tetapi sekarang ia terjebak di lampu merah. Saat ia menunggu dengan tidak sabar, putrinya melihat seorang pengemudi telantar yang sedang mencoba mengganti ban mobilnya. “Ayah ‘kan jago mengganti ban,” katanya. “Ayah harus membantunya.” Meski akan sangat terlambat, Manuel tahu interupsi itu adalah rencana Allah. Ia berhenti untuk membantu, bahkan mengajak pengemudi itu ke gereja.

Menangkap Rubah-Rubah Kecil

Nenek saya pernah mengatakan ungkapan ini: “Rubah-rubah kecil itulah yang merusak pohon anggur”. Kemudian ibu saya juga mengulang ungkapan yang sama. Lalu sekarang, sayalah yang mengatakannya kepada anak-anak saya. Namun, apakah sebenarnya arti mewaspadai “rubah-rubah kecil”?

Kristus Prioritas Kita

“Bolehkah kami mengundang Anda menjadi pembicara utama dalam konferensi nasional kepemimpinan gereja kami?” Setelah membaca undangan dari organisasi ternama itu, Jose membalas, “Saya akan mendoakannya terlebih dahulu.” Di kemudian hari, setelah menolak tawaran itu, Jose berkata kepada temannya, “Aku menyadari bahwa panggilan Allah untukku adalah mengelola bagian editorial dari sebuah proyek misi, sedangkan melayani sebagai pembicara akan merenggut banyak waktu dan tenaga dari tanggung jawabku tadi. Jadi, aku menolaknya, supaya aku bisa mengerjakan apa yang Allah ingin aku lakukan.”