Category  |  Santapan Rohani

Allah Menjaga Kita

Dua pilot sempat tertidur di saat penerbangan mereka melintasi wilayah Indonesia. Si pilot utama, yang memang mendapat izin untuk tidur sejenak ketika pesawat mencapai ketinggian tertentu, terbangun dan menemukan bahwa kopilotnya juga tertidur. Keduanya tertidur sekitar 30 menit lamanya dalam pesawat yang membawa lebih dari 150 penumpang dan kru pada ketinggian 11.000 meter di atas permukaan laut. Pesawatnya sempat berbelok dari jalur, tetapi untungnya masih dapat mendarat di tujuan dengan selamat.

Sindrom Penipu

Apakah Anda pernah merasa seperti penipu? Jika ya, Anda tidak sendiri! Di akhir dekade 1970-an, dua peneliti menyebut “sindrom penipu” sebagai sebuah kondisi ketika seseorang meragukan keahlian, bakat, atau kemampuannya sendiri dan menganggap dirinya sendiri sebagai penipu. Orang-orang yang sukses dan cemerlang sekalipun bisa bergumul dengan perasaan tidak layak. Mereka khawatir apabila orang melihat lebih jauh ke dalam kehidupan mereka, mereka akan dapat melihat betapa banyak yang sebenarnya tidak mereka ketahui.

Berdoa Saja

Proyek lepasan yang saya kerjakan tidak berjalan dengan baik. Klien-klien saya menuntut sesuatu yang tampaknya mustahil, dan saya merasa begitu tertekan dan kecil hati. Awalnya saya terpikir untuk mundur saja, tetapi itu berarti saya tidak akan menerima bayaran atas pekerjaan yang sudah saya lakukan dan membuang kesempatan untuk mengerjakan lagi proyek-proyek mereka berikutnya. Namun kemudian, sebuah pemikiran terlintas di benak saya: Sudahkah saya berdoa kepada Allah?

Hidup bersama Yesus

Dokter Christian Ntizimira merasa Allah memanggilnya untuk menyediakan perawatan paliatif di wilayah-wilayah yang kurang terlayani di negara asalnya, Rwanda. Banyak rekannya tidak bisa melihat nilai penting dari perawatan tersebut karena “pasien-pasien itu sepertinya tidak lagi memiliki harapan.” Namun, Ntizimira mendapati bahwa bagi para pasien dan keluarga mereka, “kehadirannya menyalakan kembali harapan di tengah keadaan yang kelam.” Semangat Ntizimira dijaga oleh keyakinannya bahwa kematian dan kebangkitan Yesus sanggup memperbarui cara kita menghadapi kematian, sebab “kematian Kristus adalah sumber kehidupan.”