Gurun yang Tandus
Gersang, berdebu, berbahaya. Itulah padang gurun—suatu wilayah yang hanya memiliki sedikit air dan yang tidak bisa menunjang kehidupan. Gurun juga dipakai untuk melukiskan suatu tempat yang tak berpenghuni. Kehidupan di gurun memang keras dan tidak banyak orang yang mau hidup di sana. Namun, terkadang kita tak dapat menghindarinya.
Meringankan Beban
Dengan sebuah sepeda, Anda dapat menarik beban yang luar biasa berat. Seorang dewasa dengan kereta gandeng khusus (dan ditambah sedikit tekad) dapat menggunakan sebuah sepeda untuk menarik beban hingga 135 kg dengan kecepatan sekitar 16 km/jam. Masalahnya: semakin berat beban yang ditarik, semakin lambat laju sepedanya. Seseorang yang menarik peralatan atau benda seberat 270 kg hanya mampu bergerak dengan kecepatan sekitar 13 km/jam.
Anugerah di dalam Hati Kita
Beberapa tahun lalu, Jenderal Peter Chiarelli (pimpinan tertinggi kedua di jajaran Angkatan Darat AS pada masa itu) pernah dikira sebagai pelayan oleh seorang penasihat senior bagi presiden pada sebuah acara jamuan makan malam kenegaraan. Penasihat senior itu tanpa sadar meminta sang jenderal yang sedang berdiri di belakangnya untuk mengambilkannya minuman. Saat penasihat itu menyadari kesalahannya, sang jenderal dengan ramah berusaha menolongnya agar tidak merasa malu dengan mengisi ulang gelasnya, bahkan mengundangnya untuk makan malam bersama keluarganya di lain kesempatan.
Orang Biasa
Gideon adalah orang biasa. Kisah hidupnya yang tertulis dalam kitab Hakim-Hakim 6 telah menginspirasi saya. Gideon adalah seorang petani dan mempunyai sifat pemalu. Ketika Allah memanggilnya untuk membebaskan umat Israel dari bangsa Midian, reaksi pertama Gideon adalah, “Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku” (Hak. 6:15). Allah berjanji bahwa Dia akan menyertai Gideon dan memampukannya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya (ay.16). Ketaatan Gideon membawa kemenangan bagi Israel, dan ia pun terdaftar sebagai salah satu pahlawan iman yang agung (Ibr. 11:32).
Berjalan Perlahan
Caleb, seorang anak berusia 5 tahun, menderita kelumpuhan sementara akibat suatu penyakit yang menyerang sistem saraf. Orangtuanya yang khawatir terus berdoa dan menunggu. Beberapa bulan kemudian, ketika Caleb mulai pulih dan diizinkan bersekolah lagi, ia hanya bisa berjalan dengan tertatih-tatih.
Kegelapan dan Terang
Ketika masih kecil, saya bekerja mengantarkan koran untuk sekitar 140 rumah di dua ruas jalan yang dihubungkan oleh sebuah pekuburan. Karena mengantarkan koran pagi, saya harus mulai mengantar koran pukul 3 pagi dan berjalan melalui pekuburan itu di tengah kegelapan. Adakalanya saya merasa sangat takut sehingga saya benar-benar melarikan diri! Saya merasakan ketakutan itu sampai saya tiba dengan aman di bawah sinar lampu jalanan di ujung jalan satunya lagi. Kegelapan yang mengerikan itu pun terhalau oleh cahaya.
Datanglah Kepada-Ku
Ketika Yesus hidup di atas bumi ini, Dia mengundang orang-orang untuk datang kepada-Nya, dan Dia masih melakukannya hingga hari ini (Yoh. 6:35). Namun apakah yang dimiliki oleh-Nya dan Bapa-Nya di surga yang sesungguhnya kita butuhkan?
Silinder Koresh
Pada tahun 1879, para arkeolog menemukan sebuah benda kecil yang luar biasa di daerah yang sekarang dikenal sebagai Irak (Babel pada masa Alkitab). Dengan panjang hanya 23 CM, Silinder Koresh itu mencatat perbuatan Raja Koresh dari Persia 2.500 tahun yang lalu. Di sana tercatat bahwa Koresh mengizinkan sekelompok orang untuk pulang ke tanah air mereka dan membangun kembali “kota-kota suci” mereka.
Surat dari Medan Perang
Selama lebih dari dua dekade, Andrew Carroll mendorong orang untuk tidak membuang surat-surat yang mereka terima dari anggota keluarga atau sahabat mereka selama masa perang. Carroll, direktur dari Center for American War Letters (Pusat Arsip Surat Perang Amerika) di Universitas Chapman, California, menganggap surat-surat itu sebagai jembatan tak tergantikan yang menyatukan keluarga dan pembuka jalan untuk memperoleh pengertian. “Generasi yang lebih muda membaca surat-surat itu,” kata Carroll, “dan mereka bertanya serta berkata, ‘Kini aku memahami apa yang engkau alami, apa yang engkau korbankan.’”