Berseluncur Dan Berdoa
Ketika salju turun di Michigan, Amerika Serikat, saya suka mengajak cucu-cucu saya berseluncur di halaman belakang rumah dengan seluncuran plastik. Kami berseluncur menuruni bukit sekitar 10 detik, naik kembali ke atas bukit, lalu berseluncur ke bawah lagi, hingga berulang-ulang.
Sumber Pertolongan Kita
Lygon Stevens, pemudi berusia 20 tahun, adalah seorang pendaki gunung yang telah kenyang pengalaman. Ia telah berhasil mendaki sampai ke puncak Gn. McKinley, Gn. Rainier, empat puncak Andes di Ekuador, dan 39 dari gunung tertinggi yang ada di Colorado, Amerika Serikat. “Aku mendaki karena mencintai pegunungan,” katanya, “dan aku bertemu Allah di sana.” Pada Januari 2008, Lygon meninggal karena bencana longsor saat mendaki Little Bear Peak di wilayah selatan Colorado bersama kakaknya, Nicklis, yang selamat dari bencana itu.
Mengatasi Pengalih Perhatian
Setiap hari saya berkendara di jalan raya yang sama dari rumah ke kantor dan sebaliknya. Dari hari ke hari saya melihat semakin bertambahnya jumlah pengemudi yang teralihkan perhatiannya. Biasanya mereka sedang berbicara di telepon atau mengirim/membaca SMS, tetapi saya juga pernah melihat pengemudi yang membaca koran, merias wajah, dan makan semangkuk sereal sambil berusaha mengemudikan mobil yang melaju dengan kecepatan lebih dari 110 km per jam! Dalam keadaan tertentu, pengalih perhatian itu akan berlalu dengan cepat dan tidak membahayakan. Namun dalam sebuah kendaraan yang sedang melaju, pengalih perhatian bisa mematikan.
Tangan Allah
Ketika NASA (Lembaga Aeronautik dan Ruang Angkasa Amerika Serikat) mulai menggunakan sebuah teleskop ruang angkasa jenis baru untuk menangkap spektrum-spektrum cahaya yang berbeda, para peneliti dikejutkan oleh salah satu foto yang dihasilkannya. Foto itu menunjukkan sesuatu yang tampak seperti jari-jari tangan, sebuah jempol, dan telapak tangan yang terbuka dengan perpaduan warna biru, ungu, hijau, dan emas yang sangat spektakuler. Beberapa orang menyebutnya sebagai “Tangan Allah”.
Kuatkanlah Aku
Perdana Menteri pertama Singapura, Lee Kuan Yew, adalah tokoh yang dipuji karena telah membawa Singapura hingga menjadi seperti sekarang ini. Di bawah kepemimpinannya, Singapura bertumbuh menjadi kaya dan makmur serta menjadi salah satu negara yang paling maju di Asia. Ketika ditanya apakah ia pernah merasa ingin menyerah ketika dihadapkan pada kritik dan tantangan selama bertahun-tahun melayani masyarakat, ia pun menjawab, “Semua ini adalah komitmen seumur hidup.”
Istirahat Yang Tenang
Beberapa tahun lalu, saya dan Brian, putra saya, sepakat untuk bersama-sama meng-angkut beberapa peralatan untuk seorang teman yang tinggal di suatu peternakan terpencil di Idaho, Amerika Serikat. Tidak ada jalan menuju ke wilayah tersebut yang dapat dilewati truk saya. Jadi Ralph, anak muda yang menjadi manajer di peternakan itu, berencana menemui kami di ujung jalan dengan sebuah gerobak kecil yang ditarik sepasang keledai.
Menjawab Seruan
Ketika cucu-cucu saya masih kecil, putra saya membawa mereka untuk menyaksi-kan sandiwara The Lion King (Singa Sang Raja Rimba). Dalam salah satu adegan, Simba sang singa muda tengah berdiri di atas jasad ayahnya, Raja Mufasa, yang telah dibunuh oleh pamannya yang jahat. Karena ketakutan dan sendirian, si kecil Simba pun berseru, “Tolong, Tolong, Tolong!” Pada saat itu, cucu saya yang masih berusia 3 tahun berdiri dari bangkunya dalam gedung pertunjukan yang sunyi senyap itu dan berseru, “Mengapa tak ada yang menolongnya?”
Saat Orang Tak Mau Mengampuni
Saya pernah makan siang bersama dua pria yang telah menerima Kristus saat mereka mendekam di penjara. Pria yang lebih muda merasa kecewa setelah mengetahui bahwa keluarga yang telah ia curi hartanya ternyata tidak bersedia mengampuninya.
Letupan Indah
Dalam buku Kisses from Katie (Ciuman Katie), Katie Davis menceritakan sukacita yang dirasakannya ketika ia pindah ke Uganda dan mengadopsi beberapa anak perempuan asal Uganda. Suatu hari, salah satu putrinya bertanya, “Mama, jika aku mengizin-kan Yesus masuk ke dalam hatiku, apakah aku akan meletup?” Awalnya, Katie mengatakan tidak. Ketika Yesus masuk ke dalam hati kita, itu adalah sebuah pengalaman rohani.