Bagaimana Saya Bisa Menolong?
Musim dingin yang lalu, sebuah badai es sempat menghantam kota kami. Karena dijejali oleh es, ada ratusan cabang pohon ambruk dan membuat putus kabel listrik sehingga ribuan rumah dan kantor mengalami pemadaman listrik berhari-hari lamanya. Keluarga kami tetap bisa mendapatkan daya listrik yang terbatas melalui generator, tetapi kami tidak bisa memasak makanan. Waktu pergi mencari tempat untuk makan, kami menempuh jarak yang jauh dan melewati toko-toko yang sudah tutup. Akhirnya kami menemukan tempat sarapan di suatu restoran yang tidak mengalami gangguan listrik. Hanya saja, restoran itu penuh sesak dengan para pelanggan yang kelaparan karena mengalami masalah yang sama seperti kami.
Kesalahan Yang Diubah Menjadi Indah
Di awal kariernya, pemain jazz Herbie Hancock diundang untuk bermain dalam kuintet pimpinan Miles Davis, seorang pemusik legendaris. Dalam suatu wawancara, Hancock mengakui bahwa ia memang merasa gugup, tetapi ia juga menikmati pengalaman yang luar biasa karena Davis sangat mendu-kungnya. Dalam satu penampilan, ketika Davis hampir tiba di bagian puncak solonya, Hancock memainkan paduan nada yang salah. Ia merasa sangat malu, tetapi Davis tidak berhenti, seolah tidak terjadi apa-apa. “Davis memainkan sejumlah nada yang membuat nada saya terdengar benar,” kata Hancock.
Perlu Dipasang
Putri kami dan calon suaminya sangat gembira menerima hadiah pernikahan sebelum hari pernikahan mereka. Salah satu hadiah itu adalah sebuah rak kayu yang harus dipasang—dan saya mengajukan diri untuk membantu memasangnya karena mereka sudah sangat sibuk dalam mempersiapkan pernikahan mereka. Memasang rak itu ternyata lebih mudah daripada yang saya bayangkan, meski tetap butuh beberapa jam untuk menyelesaikannya. Semua bagiannya yang dari kayu sudah dipotong dan dilubangi, dan semua perkakas yang dibutuhkan untuk memasangnya sudah tersedia. Instruksinya sangatlah jelas dan lengkap.
Mempelai Wanita Yang Cantik
Saya sudah memberikan pemberkatan pada banyak pernikahan. Masing-masing acara pernikahan tersebut terasa unik karena biasanya dirancang sesuai dengan impian sang mempelai wanita. Namun ada satu hal yang selalu sama: sang mempelai wanita, yang mengenakan gaun pengantin dengan rambut tertata apik dan wajah yang bersinar-sinar itu, selalu menjadi pusat perhatian.
Aku Sudah Ditebus!
Suatu hari, ketika mengunjungi suaminya di rumah sakit, Ann mengobrol dengan seorang perawat pria yang sedang melayani suaminya. Ann senang bercakap-cakap dengan siapa saja di mana pun ia berada, dan selalu berusaha mencari celah untuk berbicara tentang Yesus kepada mereka. Ann bertanya apakah perawat itu tahu apa yang ingin dilakukannya di masa depan. Ketika perawat itu menjawab bahwa ia masih ragu, Ann menyebut tentang pentingnya mengenal Allah terlebih dahulu, agar Allah bisa menolongnya mengambil keputusan tentang masa depannya. Perawat pria itu lalu menggulung lengan bajunya dan menunjukkan tato di sepanjang lengannya yang bertuliskan, “Aku sudah ditebus!”
Di Manakah Engkau?
Ketika mendengar suara mobil orangtua mereka mendekati rumah, kedua remaja pria itu menjadi panik. Bagaimana mereka akan menjelaskan kekacauan yang terjadi di rumah? Pagi itu, sebelum orangtua mereka pergi ke luar kota, sang ayah sudah jelas-jelas memberikan instruksi: tidak boleh berpesta-pora dan tidak boleh mengundang teman yang ugal-ugalan. Namun kedua remaja itu mengabaikan peringatan sang ayah, dan mengizinkan teman-teman mereka yang nakal untuk datang dan tinggal di rumah mereka. Sekarang rumah mereka porak-poranda dan kedua anak tersebut dalam keadaan mabuk dan berantakan. Mereka pun bersembunyi karena ketakutan.
Membaik Atau Memburuk?
Pada setiap permulaan tahun baru, ada ahli-ahli dari berbagai bidang yang mencoba memaparkan perkiraan mereka tentang keadaan ekonomi, politik, cuaca, dan banyak lagi topik yang lain. Akankah terjadi perang atau perdamaian? Akankah masyarakat semakin miskin atau bertambah sejahtera? Adakah kemajuan atau justru stagnasi? Semua orang mengharapkan tahun ini akan lebih baik daripada tahun sebelumnya, tetapi tidak seorang pun mengetahui apa yang akan terjadi.
Berdiri Di Tepi
Putri kecil saya berdiri gelisah di pinggir kolam renang. Karena tidak bisa berenang, ia sedang belajar untuk merasa nyaman berada di dalam air. Guru renangnya menunggu di dalam kolam dengan kedua lengan yang terbuka lebar. Saat putri saya ragu, ada beragam pertanyaan tebersit di matanya: Apakah kau akan menangkapku? Apa yang akan terjadi bila kepalaku masuk ke dalam air?
Dia Membimbingku
Di Istanbul, Turki, pada tahun 2005, ada seekor domba meloncat dari sebuah tebing, lalu hampir 1.500 domba lain ikut terjun! Alhasil, kira-kira sepertiga dari kawanan domba itu mati. Karena tidak tahu ke mana harus melangkah, domba akan tanpa sadar mengikuti saja apa yang dilakukan domba-domba lain dalam kawanannya.