Category  |  Santapan Rohani

Anda Punya Sahabat

Salah satu konsekuensi ironis dari pesat-nya pertumbuhan media sosial adalah kita justru sering merasa semakin terasing dan sendirian. Sebuah artikel online memperingat-kan: “Orang-orang yang menolak untuk mengutamakan atau semata-mata menjalani kehidupan melalui dunia maya mengakui bahwa teman-teman di dunia maya tidaklah sebanding dengan para sahabat di dunia nyata, dan . . . orang-orang yang menjadikan teman-teman di dunia maya sebagai pengganti dari sahabat-sahabat di dunia nyata justru lebih merasa kesepian dan lebih mengalami depresi daripada sebelumnya.”

Tomat Gratis

Saat sedang memasukkan belanjaan ke bagasi mobil, saya melirik sekilas ke mobil di sebelah saya. Melalui kaca belakang-nya, saya bisa melihat sejumlah keranjang penuh tomat merah yang segar, bulat, dan lebih bagus daripada tomat yang dijual di toko-toko. Ketika kemudian si pemilik mobil itu muncul, saya berkata, “Tomat-tomat Anda kelihatan sangat enak!” Ia menjawab, “Panenan tomat saya sangat bagus tahun ini. Anda mau mencicipinya?” Terkejut oleh kemurahan hatinya, dengan senang hati saya menerima tawarannya. Ia pun memberi saya beberapa buah tomat dengan cuma-cuma—dan tomat-tomatnya tidak hanya sedap dipandang tetapi juga sedap di lidah.

Menikmati Air Minum Kemasan

Di Amerika Serikat, sudah bertahun-tahun kami menikmati air minum kemasan secara berlebihan. Meski kebanyakan orang memiliki persediaan air yang layak minum dan tersedia cuma-cuma dari keran dan pancuran minum, mereka masih saja membeli air minum kemasan. Bagi saya, memilih untuk membeli sesuatu yang sebenarnya bisa diperoleh secara cuma-cuma tidaklah masuk akal. Namun sebagian orang meyakini bahwa suatu produk yang mereka beli pastilah lebih unggul daripada apa pun yang bisa mereka terima secara cuma-cuma.

Berbahagialah Orang Yang Lemah Lembut

Dalam bahasa Inggris, istilah meek (lemah lembut) sering kali disalahkaitkan dengan kata weak (kelemahan). Sebuah kamus yang populer memberikan pengertian sekunder tentang istilah “lemah lembut”: “terlalu tunduk; mudah dipengaruhi; tidak bernyali; tidak bersemangat”. Pengertian itu membuat sebagian orang bertanya-tanya mengapa Yesus berkata, “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi” (Mat. 5:5).

Dunia Yang Lebih Baik

Dalam Peanuts, salah satu kartun kegemaran saya yang menampilkan Charlie Brown, tokoh Lucy yang selalu percaya diri menyatakan, “Bagaimana mungkin dunia ini menjadi semakin buruk dengan aku hidup di dalamnya? Sejak aku lahir, jelas-jelas dunia menjadi semakin baik!”

Menanti . . .

Selama bertahun-tahun, hari demi hari, Harry mencurahkan beban hatinya kepada Tuhan tentang John, menantunya, yang telah meninggalkan Allah. Namun suatu hari, Harry meninggal dunia. Beberapa bulan kemudian, John pun bertobat dan kembali percaya kepada Allah. Ketika ibu mertuanya, Marsha, memberitahukan kepada John bahwa Harry telah berdoa baginya setiap hari, John menjawab, “Aku telah menunda terlalu lama.” Namun Marsha dengan penuh sukacita mengatakan kepada John: “Tuhan masih menjawab doa-doa yang dipanjatkan Harry semasa hidupnya.”

Penghubung Kehidupan

Saat Morris Frank (1908–1980) berusia 16 tahun, ia telah kehilangan seluruh penglihatannya. Beberapa tahun kemudian, ia berkunjung ke Swiss dan bertemu dengan Buddy, seekor anjing yang berperan besar untuk mendorong keterlibatan Frank dalam membangun suatu sekolah bagi anjing pemandu yang disebut Seeing Eye.

Dari Suatu Kekacauan

Semua yang saya amati membuat saya meyakini kebenaran ini: Keteraturan sesungguhnya tidak alami. Kalau saya mengingat ruang kerja saya sendiri, saya terheran-heran betapa cepatnya ruangan itu berubah menjadi berantakan dan betapa lamanya waktu yang saya butuhkan untuk merapikan semuanya kembali. Keteraturan perlu diusahakan dan tidak terjadi dengan sendirinya.

Siapa Yang Berada Di Pusat?

Baru-baru ini, saya mengalami kondisi yang disebut sebagai “Momen Copernicus”. Saya dibuat tersadar bahwa diri saya bukanlah pusat dari alam semesta ini. Dunia ini tidak berputar mengitari saya. Dunia juga tidak bergerak menurut kecepatan, keadaan, atau kehendak saya.