Category  |  Santapan Rohani

Tantangan Dari Batasan

Pada usianya yang ke-86, Ken Deal mengakhiri lebih dari 3 dekade masa pelayanannya sebagai sukarelawan dalam pelayanan penjara dengan memberikan sebuah khotbah Minggu. Pesan yang Ken sampaikan kepada para narapidana adalah tentang melayani Tuhan meski berada di penjara. Banyak contoh yang disebutnya dalam khotbah berasal dari para narapidana yang diantaranya menjalani hukuman penjara seumur hidup. Di suatu tempat di mana setiap orang enggan untuk tinggal, Ken justru mendorong mereka untuk terus bertumbuh dan membagikan kabar baik tentang Yesus Kristus kepada orang lain.

Kehadiran

Setelah 20 anak dan 6 karyawan terbunuh di sebuah sekolah di Connecticut, seluruh bangsa tertegun karena tidak pernah menyangka bahwa peristiwa mengerikan seperti itu bisa terjadi. Perhatian semua orang berfokus pada tragedi itu dengan pertanyaan-pertanyaan: Orang macam apa yang dapat melakukan hal seperti itu, dan apa alasannya? Bagaimana mencegah agar hal itu tidak terjadi lagi? Bagaimana cara menolong korban yang selamat? Di tengah kekacauan itulah sebuah kelompok yang tidak terduga telah melakukan aksi yang berpengaruh besar.

Christingle

Di Republik Ceko dan di tempat-tempat lain, perayaan Natal melibatkan sesuatu yang disebut “Christingles”. Christingle merupakan sebuah jeruk yang melambang-kan dunia dengan sebatang lilin yang ditempatkan di atasnya untuk melambang- kan Kristus yang adalah Terang dunia. Pita merah pun dililitkan pada jeruk ini untuk melambangkan darah Yesus. Ada empat tusuk gigi dengan buah-buahan kering yang ditancapkan dengan menembus pita merah itu pada sisi-sisi dari jeruk tersebut, dan ini melambangkan segala buah yang ada di bumi.

Satu Malam Yang Sunyi

Simon telah beremigrasi dari Belanda ke Amerika Serikat. Istrinya, Kay, dan ketiga anak mereka, Jenny, Bill, dan Lucas, lahir di Amerika Serikat. Kemudian Jenny menikah dengan Roberto asal Panama. Bill menikahi Vania dari Portugal. Dan Lucas menikah dengan Bora dari Korea Selatan.

Allah Menyertai Kita

Kehadiran sang pemuda di dalam ruangan itu jelas menjadi pusat perhatian. Semua orang berpakaian agak formal kecuali dirinya. Pemuda ini mengenakan celana jeans, kaos oblong, dan topi bisbol yang sudah pudar warnanya. Mata saya tidak bisa tidak memperhatikannya saat saya menyapa para mahasiswa pada suatu hari ketika saya melayani dalam sebuah kebaktian di sebuah seminari di Bukares, Rumania. Saya tidak tahu mengapa ia tidak menaati aturan berpakaian dalam seminari itu, tetapi nama-nya akan selalu saya ingat.

Keajaiban Natal

Setelah melalui semester pertama saya di seminari, keluarga kami diberi tiket pesawat untuk pulang merayakan Natal. Pada malam sebelum penerbangan kami, kami menyadari bahwa uang yang kami miliki masih kurang $20 (±Rp. 200.000) untuk biaya parkir, transportasi, dan hal-hal tak terduga lainnya di sepanjang perjalanan. Dengan hati sedih, kami memutuskan untuk mendoakan hal ini. Meskipun anak-anak masih kecil (usia 6 dan 2 tahun), kami mengajak mereka untuk berdoa bersama.

Sinar Dan Bayangan

Seymour Slive, seorang sejarawan dalam bidang seni, menyebut Rembrandt, sang seniman besar asal Belanda (1606–1669), sebagai pakar dalam penggunaan sinar dan bayangan. Rembrandt disebutnya sebagai seorang pencerita yang ulung dengan kanvas lukisnya. Lukisan Rembrandt yang bertajuk The Adoration of the Shepherds (Pemujaan oleh Para Gembala) menggambarkan sebuah kandang gelap di Betlehem di mana ada dua gembala berlutut di samping palungan sementara sejumlah orang lainnya berdiri di kejauhan. Salah seorang dari mereka terlihat memegang lentera, tetapi cahaya yang bersinar paling terang bukan bersumber dari lentera itu, tetapi datang dari Kristus sang bayi, cahaya terang yang menyinari setiap orang yang berada di dekat-Nya.

Mencari Perlindungan

Pada masa abad pertengahan, para petani biasanya menjaga hasil panen mereka sampai waktunya ketika serangan musuh sudah terlihat dari jauh, maka mereka beserta keluarga akan melarikan diri ke kota pertahanan yang berbenteng untuk melindungi diri dari para penjarah.

Seorang Putra Telah Diberikan

Salah satu bagian yang saya sukai dari oratorio Messiah karya Handel adalah irama sukacita dari pujian “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita” yang terdapat di bagian pertama. Saya paling suka ketika paduan suara menyanyikan, “Seorang putra telah diberikan untuk kita” dengan suara yang semakin keras. Kata-kata itu jelas diambil dari Yesaya 9:5, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita.” Karya musik Handel yang agung itu dipenuhi dengan pemujaan kepada Sang Putra Allah yang datang bagi kita dalam rupa manusia pada hari Natal yang pertama di masa lampau itu.