Hadiah Untuk Sikap Baik
Dalam pelayanan sekolah Minggu bagi anak-anak di gereja saya, kami memberikan selembar kartu kepada anak-anak yang kami lihat telah bersikap baik. Mereka dapat mengumpulkan kartu-kartu tersebut dan menerima hadiah atas sikap baik mereka. Kami berusaha mendorong anak mengembangkan sikap yang baik ketimbang berfokus pada sikap yang tidak baik.
Melompati Tembok
Sersan Richard Kirkland adalah seorang anggota pasukan Konfederasi (negara-negara bagian selatan) pada Perang Saudara Amerika Serikat (1861–1865). Dalam pertempuran di Fredericksburg, pasukan Serikat (negara-negara bagian utara) menderita kekalahan di Dataran Tinggi Marye. Melihat banyaknya prajurit yang terluka di daerah tak bertuan, Kirkland meminta izin untuk menolong mereka. Setelah mengumpulkan ransum, ia pun melompati tembok yang memisahkannya dengan tentara musuh dan menolong seorang prajurit yang memerlukan bantuannya. Dengan mempertaruhkan nyawa, Kirkland yang disebut “Malaikat dari Dataran Tinggi Marye” itu menjadi saluran belas kasihan Kristus bagi musuhnya.
Berdiamlah
Eric Liddell, tokoh yang dikenang dalam film Chariots of Fire, memenangi medali emas pada Olimpiade Paris tahun 1924 sebelum kemudian ia pergi ke negeri China untuk menjadi seorang misionaris. Beberapa tahun kemudian, setelah pecah Perang Dunia II, Liddell mengungsikan keluarganya demi keamanan mereka ke Kanada, tetapi ia tetap tinggal di China. Segera setelah itu, Liddell dan sejumlah misionaris asing lainnya diasingkan oleh tentara Jepang ke dalam kamp tahanan. Setelah beberapa bulan ditahan, Liddell mengidap penyakit yang diduga para dokter sebagai tumor otak.
Siapa Yang Mengatakan Kebenaran?
Di sepanjang kampanye kepresidenan Amerika Serikat di tahun 2012, liputan stasiun-stasiun televisi terhadap pidato dan debat para calon sering disertai dengan “pengujian fakta” oleh para pengamat yang membandingkan pernyataan para kandidat dengan rekam jejak mereka. Apakah mereka mengatakan kebenaran ataukah memanipulasi fakta-fakta demi keuntungan mereka sendiri?
Dikasihi Untuk Mengasihi
Hati seseorang tidak dinilai dari seberapa besar ia mengasihi, tetapi dari seberapa besar ia dikasihi oleh orang lain.” Saya membaca kutipan dari The Wizard of Oz ini pada suatu hiasan dinding yang dipajang di sebuah toko yang menjual oleh-oleh.
Mata Kasih
Banyak orang yang datang ke pertunjukan mentalist Marc Salem berpikir bahwa Marc dapat membaca pikiran seseorang. Namun ia tidak mengaku bahwa itulah yang dilakukannya. Ia mengatakan bahwa ia bukanlah seorang paranormal atau pesulap, tetapi seorang pengamat manusia yang sangat cermat. Katanya kepada penulis Jennifer Mulson, “Kita hidup di dunia yang sebagian besarnya tidak terlihat oleh kita karena kita tidak menaruh perhatian . . . . Saya sangat peka pada apa yang dipancarkan oleh seseorang” (The Gazette, Colorado Springs).
Bab Terakhir
Saya punya seorang sahabat yang biasa membaca terlebih dahulu bab terakhir dari sebuah buku baru yang menegangkan. “Untuk mengurangi kecemasan saat membaca,” jelasnya. Demikian juga dengan orang-orang Kristen: Karena kita sudah tahu akhir kisah dari dunia ini, kita bisa menjadi sumber damai di tengah keadaan yang begitu kacau, dan tetap bersikap tenang di tengah bencana yang mengancam.
Ajaib!
Ketika pesawat kami sudah hendak mendarat, seorang pramugari datang dan membacakan sebuah daftar panjang tentang informasi kedatangan. Ia membacakannya seolah-olah untuk keseribu kalinya pada hari itu—tanpa emosi atau minat sembari ia terus membeberkan informasi menjelang pen-daratan dengan gaya yang monoton. Lalu, dengan suaranya yang tetap terdengar lelah dan tanpa semangat, ia mengakhiri pengumumannya dengan mengatakan, “Selamat menikmati hari yang indah ini.” Datarnya nada bicara pramugari ini sungguh bertolak belakang dengan kata-kata penutup yang diucapkannya tadi. Ia memang menyebutkan kata “indah”, tetapi dengan cara yang sama sekali tidak menunjukkan rasa takjub atas keindahan yang ada.
Nantikanlah Tuhan
Dengan begitu banyaknya media komunikasi instan dewasa ini, ketidaksabaran kita dalam menantikan jawaban dari seseorang terkadang sangat menggelikan. Seorang kenalan saya mengirim e-mail kepada istrinya, tetapi ia kemudian menghubungi istrinya itu dengan telepon genggam karena merasa tidak sabar dalam menunggu jawabannya!