Category  |  Santapan Rohani

Batu Coade

Di seluruh penjuru kota London, terdapat banyak patung dan benda-benda lain yang terbuat dari bahan bangunan unik yang disebut batu Coade. Batu buatan yang dirancang oleh Eleanor Coade sebagai produksi usaha keluarganya di akhir abad ke-18 ini hampir tidak terhancurkan dan punya kemampuan untuk bertahan terhadap waktu, cuaca, dan polusi buatan manusia. Meski hal ini merupakan suatu penemuan yang hebat pada masa Revolusi Industri, batu Coade tidak lagi dibuat sejak 1840-an setelah kematian Eleanor, dan digantikan dengan semen Portland sebagai suatu bahan bangunan. Meski demikian, dewasa ini masih terdapat banyak karya berbahan batu keras mirip keramik ini yang telah bertahan selama lebih dari 150 tahun di tengah iklim London yang sering tak menentu.

Impian Masa Kanak-kanak

Bertahun-tahun yang lalu, saya meminta sejumlah murid kelas lima untuk mempersiapkan daftar pertanyaan yang akan ditanyakan kepada Yesus seandainya Dia hadir pada minggu berikutnya. Saya juga meminta beberapa kelompok orang dewasa melakukan hal yang sama. Hasilnya sungguh berbeda. Pertanyaan anak-anak itu berkisar dari yang menggemaskan hingga yang mengharukan: “Akankah kami terus duduk memakai jubah dan menyanyi sepanjang hari di surga? Apakah aku akan bertemu anak anjingku di surga? Apakah ikan paus ada di dalam atau di luar bahtera Nuh? Apa kabar kakekku di surga sana dengan-Mu?” Hampir semua pertanyaan mereka bebas dari keraguan pada keberadaan surga atau cara kerja Allah yang supernatural.

Benih Dan Tanah

Jika Anda suka menanam buah labu, Anda mungkin pernah mendengar tentang benih biji labu premium varietas raksasa yang disebut Dill’s Atlantic Giant. Dikembangkan di tengah suatu perkebunan keluarga di wilayah Atlantik Kanada, buah-buah labu yang tumbuh dari benih ini terus mencatat rekor di berbagai belahan dunia. Pada tahun 2011, sebuah labu yang ditanam di Quebec berhasil mencetak rekor dunia baru karena beratnya 825 kg. Dari labu sebesar itu dapat dibuat hampir 1000 potong kue labu!

Menghadapi Masa Lalu Kita

Chuck Colson, pendiri Prison Fellowship (Persekutuan Penjara), menghabiskan 40 tahun hidupnya membantu orang-orang menerima dan memahami kabar baik tentang Yesus Kristus. Ketika ia meninggal pada bulan April 2012, judul artikel pada sebuah surat kabar berbunyi “Charles Colson, ‘kaki tangan’ Nixon yang licik, meninggal pada usia 80 tahun”. Sungguh mencengangkan melihat seorang pria yang telah begitu diubahkan oleh iman masih saja dikenal dari hal-hal yang dilakukannya sebagai seorang pembantu presiden yang zalim berpuluh-puluh tahun sebelum ia mengenal Sang Juruselamat.

Saya Tidak Dipandang

Teman saya Jane pernah mengatakan sesuatu dalam suatu rapat kerja dan tidak ada yang menanggapinya. Jadi ia mengulangi perkataannya dan sekali lagi tidak ada yang menanggapinya; rekan sekerjanya mengabaikannya sama sekali. Ia menyadari bahwa pendapatnya tidak berpengaruh besar. Ia pun merasa diabaikan dan tidak dipandang. Anda mungkin pernah merasakannya juga.

“Sangat Indah Di Dalam”

Di pinggir suatu jalan yang ramai terletak sebuah rumah yang terlihat biasa-biasa saja. Orang bisa saja melewatkannya karena rumah itu tidak punya ciri khas apa pun. Namun beberapa hari yang lalu ketika melewatinya, saya melihat ada papan tanda “Dijual” di halamannya. Sebuah tulisan yang lebih kecil ditambahkan pada papan tersebut yang mengumumkan dengan nada riang: “Masuklah, aku sangat indah di dalam.” Meski saya tidak sedang mencari rumah baru, tanda yang terpampang itu memikat saya. Hal apa yang dapat membuat rumah yang terlihat biasa dari luar itu sangat indah di dalamnya?

Menjadi Saksi

Ketika saya masih remaja, saya pernah menyaksikan sebuah kecelakaan mobil. Pengalaman itu sendiri begitu mengejutkan, dan semakin diperburuk dengan apa yang harus saya jalani selanjutnya. Sebagai satu-satunya saksi atas kecelakaan itu, saya menghabiskan bulan-bulan berikutnya untuk berbicara dengan serentetan pengacara dan petugas asuransi tentang apa yang telah saya lihat. Saya tidak diminta untuk menjelaskan keadaan fisik dari mobil yang hancur atau rincian dari trauma medisnya. Saya diminta untuk hanya mengatakan apa yang telah saya saksikan.

Hidup Tanpa Roti

Di dalam budaya-budaya yang berlimpah dengan pilihan makanan, roti tidak lagi menjadi unsur penting dari menu makanan.Jadi karena berbagai alasan, ada sebagian orang yang memilih untuk tidak meng-konsumsi roti. Namun di abad pertama, roti dipandang sebagai bahan makanan pokok yang sangat penting. Makan tanpa roti adalah sesuatu yang tidak lazim.

Bagaimana Cara Allah Memelihara?

Di luar jendela kantor saya, sekawanan tupai sedang menyambut datangnya musim dingin dengan cepat-cepat menimbun biji pohon ek di tempat yang aman dan mudah mereka jangkau. Kegaduhan mereka menarik perhatian saya. Sekelompok besar rusa bisa melintasi halaman belakang kami tanpa mengeluarkan suara, akan tetapi seekor tupai saja bisa menimbulkan kegaduhan.