Category  |  Santapan Rohani

Mengasihi Yesus Terutama

Sejumlah anggota jemaat bertanya mengapa gereja mereka memasang menara gereja. Apakah itu cara terbaik untuk memakai dana yang disediakan Allah? Mengapa tidak dipakai untuk memberi makan orang miskin? Gembala gereja itu menjawab dengan mengatakan bahwa dana pemasangan menara itu berasal dari para donatur dan perlu digunakan sesuai dengan keinginan mereka. “Lagi pula” sambil mengutip Yesus, “orang-orang miskin selalu ada pada kamu” (Yoh. 12:8).

Kebiasaan dan Roh Kudus

“Apakah Anda dibesarkan di daerah ini?” Rasanya sulit untuk menjawab pertanyaan dokter gigi yang merawat saya ketika alat-alat pembersih giginya masih berada di dalam mulut saya. Ia menjelaskan bahwa pada tahun 1945, kota kami menjadi kota pertama di dunia yang menambahkan kandungan fluorida pada persediaan air minum untuk umum. Fluorida dianggap dapat mencegah gigi berlubang, dan tidak dibutuhkan dalam jumlah banyak: cukup 0,7 miligram fluorida untuk satu liter air. Dampak positifnya dapat terlihat jelas oleh seorang profesional yang terlatih. Namun, saya tidak menyangka telah meminum zat itu seumur hidup saya!

Doa Yesus

Yesus, bagaimana Engkau berdoa untukku? Saya tidak pernah terpikir untuk menanyakan hal itu sebelumnya, sampai teman saya, Lou, membagikan pengalaman tentang jeritan hatinya kepada Tuhan. Saat itu Lou sedang menghadapi situasi yang membutuhkan hikmat dan kekuatan hati yang lebih besar dari biasanya. Setelah mendengar teman saya mengungkapkan pertanyaan penting itu melalui doa, saya memperoleh dimensi baru dalam pemahaman dan praktik doa saya sendiri.

Menggali untuk Menemukan Makna

Kami memiliki anak anjing baru, yang kami beri nama Winston. Berbagai aktivitas dilakukannya: menggigit, tidur, makan. Oh, Winston juga menggali. Namun, ia tidak menggali dengan asal-asalan. Ia membuat semacam terowongan, seperti mau melarikan diri dari penjara. Ia melakukannya dengan beringas, rusuh, dan juga mengotori dirinya sendiri.

Berlomba bersama Kristus

Tom, bocah berusia tujuh tahun, mengagumi piala-piala berkilau milik sang ayah yang dipajang di rak. Piala-piala itu diterima ayah Tom dengan memenangi sejumlah perlombaan lari di sekolahnya. Ia berpikir, aku ingin mengambil satu dan menaruhnya di kamarku. Ia pun bertanya, “Ayah, boleh aku minta satu pialamu?” Secara mengejutkan, ayahnya menjawab, “Tidak, Tom, itu semua milik Ayah. Ayah berjuang mendapatkannya, dan kamu juga dapat berjuang untuk mendapatkan pialamu sendiri.” Kemudian, mereka berdua membuat rencana: apabila Tom berhasil berlari mengelilingi blok rumah mereka dalam waktu tertentu (sang ayah tahu putranya dapat melakukannya), maka ayahnya akan menghadiahkan sebuah piala khusus untuknya. Tom lalu berlatih di bawah bimbingan ayahnya, dan seminggu kemudian ia pun berhasil berlari dalam waktu yang ditentukan. Dari pengalaman itu, Tom belajar tentang disiplin diri dan kerja keras, dan sang ayah merayakannya dengan sebuah penghargaan.

Melayani Allah Setiap Waktu

Setelah bertahun-tahun memuridkan Kaleb seorang diri, Mark merasa kecewa saat mengetahui bahwa seorang pemimpin gereja telah menunjuk mentor lain untuk membina Kaleb. Pemimpin tersebut berujar, “Akhirnya, Kaleb mempunyai mentor.”

Hidup dalam Kristus

Sebuah keluarga yang kehilangan kontak dengan anak dan saudara laki-laki mereka, Tyler, menerima sebuah guci yang disebut berisi abu kremasinya. Tyler yang baru berusia 22 tahun diduga meninggal akibat overdosis narkoba. Selama bertahun-tahun, Tyler telah berjuang menghadapi efek kecanduan narkoba dan jalan hidup yang salah arah. Namun, sebelum peristiwa overdosis tersebut, ia sudah sempat pulih setelah menjalani waktu di rumah singgah dan menyelesaikan program pemulihan bagi para pecandu. Namun, pihak berwenang kemudian menemukan fakta mengejutkan—Tyler sebenarnya masih hidup! Mereka salah mengenali seorang pemuda lain yang meninggal karena overdosis. Setelah bertemu kembali dengan keluarganya dan merenungkan kematian pemuda tersebut, Tyler berkata, “Bisa jadi itu saya.”

Allah Ada di Sana

Ketika nenek saya menerima kabar bahwa usia kakek saya kemungkinan hanya tinggal beberapa hari lagi, kami sangat khawatir beliau akan menjadi sedih dan gelisah. Seseorang bertanya kepadanya, “Apakah engkau khawatir?” dengan mengira bahwa nenek saya akan menanyakan kondisi kakek saya atau meminta bantuan untuk kebutuhannya sendiri. Nenek saya pun terdiam beberapa saat. “Tidak,” jawabnya dengan tenang, “Aku tahu ke mana…

Kepanikan di dalam Gua

Tiga remaja laki-laki yang sangat bersemangat berkeliaran dalam sistem saluran bawah tanah besar yang terhubung dengan Gua Mammoth. Mereka disertai oleh Paman Frank, seorang penjelajah gua veteran yang akrab dengan daerah tersebut. Karena mengetahui titik-titik yang terjal dan tempat-tempat berbahaya di sana, ia terus-menerus berseru kepada ketiga remaja itu, “Adik-adik, lewat sini!” Namun, ketiganya tetap berkelana semakin jauh darinya.