Menyertai dalam Kesendirian Kita
Henry David Thoreau pernah menyebut kota sebagai tempat banyak orang mengalami “kesepian bersama-sama.” Kata-kata ini ada benarnya. Saat saya masih muda, lagu-lagu populer seperti “Mr. Lonely,” “Only the Lonely,” dan “Eleanor Rigby” menggambarkan rasa terasing dan kesepian yang mendalam. Beberapa tahun lalu, pandemi membuat dunia mengalami masa isolasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Media sosial juga memperparah kesendirian itu, dengan menawarkan koneksi tanpa hubungan yang nyata. Kesepian, tampaknya, sudah menjadi pandemi tersendiri.

Tenang di dalam Allah
Suatu malam, tetangga saya, Sam, pulang tanpa mobilnya. Dengan tenang ia berkata kepada istrinya, “Mobilnya dicuri. Aku mau tidur saja. Besok akan kuurus.” Istrinya tertegun, tidak tahu mengapa Sam bisa bersikap begitu santai. Sam hanya menjawab, “Tidak ada yang bisa kulakukan, dan panik juga tidak akan mengubah keadaan.”
Karunia dari Allah
Ludwig van Beethoven dikenal sebagai salah satu komposer paling legendaris sepanjang masa. Meski telah wafat hampir dua abad lalu pada tahun 1827, karya Beethoven masih sering dimainkan di seluruh dunia. Namun, studi terbaru terhadap DNA Beethoven mengungkap fakta mengejutkan: secara genetik, kemungkinan ia tidak terlahir dengan keahlian yang kemudian dimilikinya. Ketika gen Beethoven dibandingkan dengan 14.500 individu yang menunjukkan kemampuan…


Berharga di Mata Allah
Selama bertahun-tahun, sebuah lukisan tergantung di dinding sebuah rumah, terabaikan dan nyaris tak diperhatikan. Hingga suatu hari, lukisan itu terjatuh. Ketika dibawa untuk diperbaiki, sang pemugar lukisan menemukan fakta yang mengejutkan: lukisan itu adalah mahakarya Rembrandt yang telah lama hilang, The Adoration of the Magi (Penghormatan Para Majus). Selama ini, orang mengira hanya salinannya yang masih ada. Namun ternyata, yang tergantung diam selama ini adalah karya asli. Nilainya pun melonjak seketika menjadi ratusan juta dolar.

Siapakah Sesamaku Manusia?
Dari ranjang rumah sakitnya, wajah Marie Coble berseri-seri menyambut kedatangan seorang kurir yang telah menyelamatkan nyawanya. Marie sempat terjatuh di jalan masuk rumahnya, kepalanya terbentur, hingga mengalami pendarahan otak. Raheem Cooper, si kurir yang menyaksikan kejadian itu, segera memberikan pertolongan dan menelepon petugas medis. Atas undangan keluarga, Raheem sering menjenguk Marie sambil membawa camilan manis untuk mendukung proses pemulihannya.