Month: September 2019

Kesatuan

Pada tahun 1722, sekelompok kecil orang Kristen Moravia, yang hidup di wilayah yang sekarang menjadi Republik Ceko, berlindung dari penganiayaan dengan tinggal di tanah milik seorang bangsawan Jerman yang murah hati. Dalam tempo empat tahun, lebih dari 300 orang datang ke sana. Namun, alih-alih menjadi komunitas yang ideal bagi para pengungsi yang teraniaya, di tempat pengungsian itu justru timbul banyak perselisihan. Perspektif yang berbeda-beda tentang iman Kristen telah menimbulkan perpecahan. Yang mereka lakukan selanjutnya mungkin terlihat sepele, tetapi ternyata melahirkan kebangunan yang luar biasa: mereka mulai memusatkan perhatian pada apa yang mereka sepakati bersama dan bukan pada perbedaan yang ada. Hasilnya adalah kesatuan.

Berapa pun yang Harus Dibayar

Film “Paul, Apostle of Christ” menggambarkan dengan kuat penganiayaan yang dahulu dialami jemaat Kristen mula-mula. Bahkan para tokoh figuran dalam film itu memperlihatkan bahaya besar yang diterima pengikut Yesus. Lihat saja daftar peran yang tercantum di akhir film: Perempuan yang Dipukuli; Lelaki yang Dipukuli; Korban Kristen 1, 2, dan 3.

Segala Sesuatu yang Kita Lakukan

Dalam buku Surprised by Joy, C. S. Lewis mengakui bahwa ia mengenal iman Kristen pada usia tiga puluh tiga tahun, tetapi dengan “meronta, melawan, dongkol, dan mencari-cari celah untuk melarikan diri.” Meskipun Lewis berusaha melawan, dan ia juga menghadapi banyak kendala serta kelemahan diri, Tuhan mengubahnya menjadi seorang pembela iman yang berani dan kreatif. Lewis menyerukan kebenaran dan kasih Allah lewat banyak karya esai dan novel luar biasa yang masih dibaca, dipelajari, dan dibagikan orang sampai sekarang, lebih dari lima puluh lima tahun setelah ia meninggal dunia. Hidupnya mencerminkan keyakinannya bahwa tidak ada orang yang “terlalu tua untuk menetapkan tujuan lain atau merajut impian baru.”

Penjinak Lidah

Dalam buku West with the Night, penulis Beryl Markham menerangkan usahanya menjinakkan Camciscan, seekor kuda jantan yang beringas. Ternyata upaya itu tidak mudah. Apa pun strategi yang diterapkan, Markham tidak pernah benar-benar berhasil menjinakkan kuda jantan itu, bahkan hanya pernah menaklukkannya satu kali.

Selalu Diperbarui

Katedral Notre Dame di Paris adalah bangunan yang sangat menakjubkan. Arsitekturnya memukau, jendela-jendelanya yang berkaca patri dan interiornya yang indah sangatlah mempesona. Namun, setelah berabad-abad menjulang di atas kota Paris, sudah saatnya gereja itu diperbaiki—dan prosesnya telah berjalan pada saat kebakaran besar mengakibatkan kerusakan hebat pada bangunan kuno yang megah itu.