Month: April 2026

Allah Yang Maha Menyediakan

Pada tahun 2024, seorang remaja bernama Keegan berhasil menangkap seekor ikan barramundi sepanjang 60 cm. Kegembiraannya yang sederhana berubah menjadi sukacita besar ketika adik perempuannya melihat suatu penanda pada ikan itu. Rupanya ikan tersebut adalah bagian dari kompetisi memancing di Australia yang berhadiah satu juta dolar! Sebelum Keegan, belum pernah ada orang yang meraih hadiah utama dari acara tahunan yang telah berlangsung sejak 2015 tersebut.

Menjadi Pelaku Firman

Di atas meja saya terdapat papan memo yang mencantumkan berbagai pengingat. Salah satunya adalah daftar berjudul “10 Kebiasaan untuk Menjaga Kesehatan” yang saya gunting dari majalah kesehatan bertahun-tahun lalu. Baru-baru ini saya tersadar, meski melihat daftar itu setiap hari, saya hanya dapat mengingat empat kebiasaan. Tulisan itu sudah menjadi begitu biasa, sehingga selama ini saya hanya melihatnya sekilas, tanpa benar-benar memperhatikan atau melakukan pesan di dalamnya.

Setia dan Rela Mengampuni

“Itu bukan salahku!” kata Han Solo dalam film The Empire Strikes Back saat pesawatnya diserang. Jalan keluar tampaknya mustahil, karena ada perbaikan yang belum dilakukan. Ucapan Han membuat penonton berpikir apakah sebenarnya ia ikut bertanggung jawab atas kesulitan tersebut, tetapi enggan mengakuinya.

Kuasa Kebangkitan

Tagihan listrik rumah Loretta mencapai 100 dolar, jauh lebih tinggi dari biasanya. “Tuhan pasti akan menyediakan uangnya,” ucap Loretta kepada putranya. Lalu, pada hari itu juga, ia menerima pesan singkat dari adiknya: “Kak, kamu selalu mendukungku dan aku ingin berterima kasih. Coba lihat, aku mengirimkan sesuatu kepadamu lewat pos.” Sore itu, Loretta menerima kartu hadiah, persis senilai 100 dolar. Sebagian orang mungkin menyebutnya kebetulan, tetapi bagi Loretta, itu sebuah mukjizat. Ia selalu berharap kepada Allah yang hidup untuk menyediakan kebutuhannya.

Melayani Allah karena Kasih

Ayah saya seorang pekerja keras di ladang dan di pabrik, tetapi ia tidak terampil memperbaiki barang. Ketika traktor, perapian, atau ledeng di rumah kami rusak, seorang tetangga atau teman yang akan memperbaikinya. Walau tahu ia tidak akan mampu membayar jasa mereka dengan setimpal, ayah saya tetap menawarkan bayaran. Namun, mereka pasti menolak untuk menerimanya; mereka menolong dengan sukarela. “Terima kasih,” katanya, “Semoga engkau akan dibayar dengan pantas.” Saya tidak yakin apa maksud ayah saya. Mungkin beliau atau orang lain akan melakukan sesuatu bagi mereka di kemudian hari.