Category  |  Santapan Rohani

Sukacita dan Hikmat

Setiap kali musim semi tiba, bunga-bunga sakura yang harum tumbuh mekar dan membanjiri Jepang dengan keindahan warna merah muda yang pucat maupun cerah, memanjakan indra penduduk lokal dan wisatawan yang menikmatinya. Mekar bunga yang tidak bertahan lama tersebut mendorong kesadaran orang Jepang untuk menikmati keindahan dan aromanya selagi masih ada—singkatnya pengalaman itu bahkan menjadikannya lebih berkesan dan emosional. Dalam bahasa Jepang, usaha menikmati sesuatu yang begitu cepat berubah itu disebut mono no aware.

Suara Kebenaran

Setelah berlangsungnya Konferensi Perdamaian Paris yang mengakhiri Perang Dunia I, Marsekal Prancis Ferdinand Foch dengan getir berkomentar, “Ini bukan perdamaian, melainkan gencatan senjata untuk dua puluh tahun mendatang.” Pandangan Foch ini bertentangan dengan pendapat populer yang menyatakan bahwa konflik mengerikan tersebut akan menjadi “perang yang mengakhiri semua peperangan.” Dua puluh tahun dan dua bulan kemudian, Perang Dunia II pecah. Foch ternyata benar.

Meninggalkan Warisan Rohani

Ketika remaja, saya dan saudara perempuan saya tidak memahami keputusan ibu kami untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Namun, kami tidak dapat menyangkal perubahan yang kami lihat dalam dirinya. Hatinya lebih dipenuhi damai sejahtera serta sukacita, dan beliau mulai setia melayani di gereja. Dalam kerinduan yang besar untuk mempelajari Alkitab, beliau menempuh kuliah sampai lulus di sekolah teologi. Beberapa tahun setelah keputusan ibu saya, saudara perempuan saya pun menerima Kristus dan mulai melayani-Nya. Kemudian, beberapa tahun setelah itu, saya juga percaya kepada Tuhan Yesus dan mulai melayani-Nya. Bertahun-tahun kemudian, ayah saya mengikuti jejak kami dengan mempercayai Kristus. Keputusan ibu saya untuk percaya kepada Kristus telah menciptakan gelombang perubahan hidup dalam keluarga inti, bahkan juga keluarga besar kami.

Tetap Berada di Jalan Kristus

Saat Gandalf si Kelabu menghadapi Saruman si Putih, jelaslah bahwa Saruman telah berpaling dari tugas yang seharusnya ia lakukan, yakni membantu melindungi Dunia Tengah dari pengaruh jahat Sauron. Bukan itu saja, Saruman bahkan sudah bersekutu dengan Sauron! Dalam adegan film The Fellowship of the Ring, yang didasarkan pada karya klasik J. R. R. Tolkien, kedua mantan sahabat itu kemudian terlibat dalam pertarungan epik antara kekuatan yang baik dan yang jahat. Seandainya saja Saruman tidak melenceng dan melakukan apa yang ia tahu benar!

Mencoba Menyelamatkan Diri Sendiri

Bertahun-tahun lalu, kota New York meluncurkan kampanye dengan slogan “Tetap Aman. Tetap di Tempat” untuk mengedukasi masyarakat agar tetap bersikap tenang dan mencari aman saat terjebak di dalam lift. Para ahli melaporkan sejumlah kasus yang fatal ketika orang-orang yang terjebak di dalam lift justru kehilangan nyawa ketika mereka mencoba membuka paksa pintu lift atau berusaha keluar dengan cara lain. Tindakan terbaik yang dapat dilakukan ketika terjebak dalam lift adalah dengan memencet tombol alarm untuk meminta bantuan dan menunggu petugas tanggap darurat tiba.

Padang Belantara yang Rimbun

Seabad yang lalu, hutan rimbun pernah menutupi sekitar 40 persen wilayah Etiopia, tetapi sekarang, tinggal 4 persen yang tersisa. Penebangan hutan yang dilakukan untuk pertanian tetapi tanpa melindungi pepohonan telah menimbulkan krisis ekologi. Mayoritas dari sisa-sisa wilayah yang masih hijau berada di bawah perlindungan gereja. Selama berabad-abad, jemaat-jemaat lokal dari Gereja Ortodoks Etiopia Tewahido telah memelihara oasis-oasis di tengah padang belantara yang tandus. Foto-foto yang diambil dari ketinggian memperlihatkan pulau-pulau rimbun yang dikelilingi pasir berwarna cokelat. Para pemimpin gereja tersebut dengan tegas menyatakan bahwa menjaga keberlangsungan hidup pepohonan hijau itu adalah bagian dari ketaatan mereka kepada Allah sebagai pengelola ciptaan-Nya.

Mata untuk Melihat

Joy mengkhawatirkan seorang kerabatnya, Sandy, yang sudah bertahun-tahun bergumul dengan kecanduan alkohol dan gangguan mental. Suatu hari, ketika mengunjungi apartemen Sandy, ia mendapati pintu-pintunya terkunci dan unitnya tampak kosong. Sementara ia dan beberapa orang lain berusaha mencari Sandy, Joy berdoa, “Ya Allah, tolonglah aku melihat apa yang tidak kulihat.” Ketika mereka hendak meninggalkan tempat itu, Joy mengedarkan pandangannya dan melihat tirai apartemen itu bergerak pelan. Saat itulah ia tahu bahwa Sandy masih hidup. Meski dibutuhkan bantuan darurat untuk menolong Sandy, Joy sangat bersukacita karena doanya terjawab.

Karunia Pemberian Allah

Beberapa dekade yang lalu, saya pernah mengikuti kegiatan retret sebuah kampus. Di sana semua orang membicarakan tentang hasil tes kepribadian mereka. “Saya seorang ISTJ!” kata seseorang. “Saya ENFP,” kata yang lain. Saya takjub. “Kalau saya ABCXYZ,” canda saya.

Ketaatan Penuh Kasih

Pada upacara pernikahan kami, pendeta bertanya kepada saya, “Bersediakah engkau berjanji untuk mencintai, menghormati, dan menaati suamimu, hingga maut memisahkan kalian?” Sambil menatap calon suami saya, saya berbisik, “Taat?” Kami sudah membangun hubungan kami berdasarkan rasa cinta dan hormat—bukan ketaatan buta, seperti yang saya pikir dimaksudkan dalam janji pernikahan itu. Saya betul-betul menggumulkan makna kata taat tersebut, sebelum kemudian berkata, “Ya, saya bersedia.”