Category  |  Santapan Rohani

Digerakkan oleh Iman

J.D. menyaksikan banyak hal menakjubkan dalam perjalanannya ke beberapa negara Afrika. Pesan singkat yang dikirimnya dari Zambia Timur memperlihatkan foto para wanita beriman yang memaparkan rencana penginjilan mereka untuk tiga tahun mendatang. “Itu salah satu pemaparan strategi paling berkesan yang pernah saya dengar. Alih-alih memakai papan tulis, mereka menggambar di tanah. Rencana yang mereka bagikan tidak dibuat di atas kertas yang rapi, melainkan pada kertas kusut seukuran poster yang dipegang oleh dua orang. Sungguh luar biasa!”

Hidup dan Mati

Setelah mengucapkan sumpah jabatan, seorang presiden baru Amerika Serikat akan menghadiri berbagai upacara penyambutan dan menandatangani sejumlah kebijakan. Namun, selain itu semua, ia harus menghadapi kenyataan pahit: Ia harus merancang upacara pemakamannya sendiri. Ini dilakukan untuk menyiapkan negara dalam memberikan penghormatan terakhir kepada para presiden ketika mereka meninggal dunia. Presiden George H. W. Bush pernah ditanya apakah “aneh” merencanakan pemakamannya sendiri. Ia menjawab, “Lama kelamaan akan terbiasa.” Sejarawan akan menulis tentang warisan dan jasa mereka, tetapi para presiden sendiri yang merencanakan seluk-beluk upacara pemakaman itu sesuai pilihan pribadi dan tradisi serta hal-hal yang ingin dikenang dari kehidupan mereka.

Tidak Perlu Takut Hari Kiamat

Pada tahun 1859, terjadi badai matahari terbesar dalam sejarah. Peristiwa yang dikenal sebagai Peristiwa Carrington ini menimbulkan gangguan geomagnetik yang sangat besar dan mengacaukan sistem telegraf. Situs Space.com menyatakan, “Apabila badai matahari seperti Peristiwa Carrington terjadi pada masa kini, hal itu diperkirakan dapat mengakibatkan kiamat internet.”

Kasih yang Melampaui Segala Jarak

“Kita melambaikan tangan sampai mereka tidak terlihat lagi. Itulah caranya menunjukkan rasa sayang kita.” Demikian ucapan ibu saya ketika saya kecil, yang menjelaskan kebiasaan dirinya dan ayah saya setiap kali salah seorang anggota keluarga pulang setelah berkunjung. Mereka berdiri di luar rumah dan melambaikan tangan sampai orang itu benar-benar tak terlihat. Kadang mereka berdiri lumayan lama, tetapi itu tidak masalah bagi mereka. Saya baru mengerti alasannya ketika saya sendiri meninggalkan rumah.

Pertahanan yang Kokoh

Tim basket cucu kami yang duduk di kelas tujuh berusaha keras mencetak angka di lapangan. Mereka begitu bersemangat menyerang. Namun, setiap kali berhasil mencetak angka, pelatih segera mendesak mereka kembali ke area pertahanan untuk menjaga lawan—sesuatu yang sering kali enggan mereka lakukan. Semua ingin mencetak angka, tetapi tampaknya tidak ada yang mau bekerja keras untuk bertahan.

Spesifikasi Sempurna dari Allah

Pada tahun 1960-an, sebuah perusahaan gagal memenuhi spesifikasi untuk pulpen yang digunakan di sejumlah kantor pemerintahan Amerika Serikat. Badan Layanan Umum lalu meminta lembaga nasional yang mempekerjakan tunanetra untuk membuat 70 juta pulpen, meski lembaga tersebut belum pernah melakukannya. Namun, mereka menerima pekerjaan itu dan berhasil memenuhi semua spesifikasi yang dibutuhkan. Sejak 1967, para pekerja tunanetra telah merakit alat tulis yang digunakan secara luas oleh personel militer. Pulpen tersebut dapat digunakan menulis dalam posisi terbalik, menorehkan garis sepanjang satu mil, dan tahan terhadap suhu ekstrem.

Mengikuti Jalan Allah

Selama ini, Ken selalu menghindari para buruh migran yang bekerja di kompleks apartemennya. Kebiasaan dan gaya hidup mereka yang begitu berbeda membuatnya kesal. Namun, suatu hari saat ia berdoa, timbul pikiran yang menusuk hatinya: Mereka sudah menjadi tetanggamu selama bertahun-tahun, tetapi belum pernah sekali pun engkau membagikan Injil kepada mereka. Karena itu, pikirkan baik-baik sikapmu terhadap mereka.