Bukan Mimpi
Rasanya seperti sedang bermimpi tetapi Anda tidak bisa bangun dari mimpi itu. Mereka yang bergumul dengan apa yang terkadang disebut sebagai “derealisasi” atau “depersonalisasi” sering merasa bahwa tidak ada yang nyata di sekitar mereka. Orang-orang yang merasakan hal itu untuk waktu yang lama bisa didiagnosis mengidap gangguan serius. Meski demikian, perasaan itu diyakini merupakan masalah kesehatan mental yang umum terjadi, terutama dalam masa-masa sulit. Namun, kadang kala perasaan itu tetap muncul meski hidup tampak baik-baik saja. Seolah-olah pikiran kita tidak bisa percaya bahwa hal-hal baik sungguh terjadi.
Ceritakan Kisah Itu
Robert Todd Lincoln, putra presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln, hadir pada tiga peristiwa besar—kematian ayahnya sendiri, juga pembunuhan dua presiden lain, James Garfield dan William McKinley.
Pilihan Kita Berarti
Suatu hari, seorang instruktur renang di New Jersey melihat sebuah mobil tenggelam di Teluk Newark. Ia mendengar si pengemudi berteriak, “Tolong, saya tidak bisa berenang!” di saat mobilnya terus tenggelam dalam air yang keruh. Sementara orang banyak menonton dari pinggir, Anthony berlari ke arah bebatuan di sepanjang tepian, melepaskan kaki palsunya, dan melompat ke air untuk menyelamatkan pengemudi berusia enam puluh delapan tahun serta menolongnya sampai ke pantai dengan selamat. Berkat keputusan Anthony yang penting, nyawa seseorang pun terselamatkan.
Tidak Kehilangan Kontak
Penulis rohani, Madeleine L’Engle, membiasakan diri menelepon ibunya seminggu sekali. Beberapa tahun kemudian, setelah ibunya makin lanjut usia, Madeleine lebih sering lagi menelepon, “supaya tidak kehilangan kontak.” Karena alasan yang sama, Madeleine senang jika anak-anaknya menelepon dan tetap menjaga hubungan dengannya. Kadang-kadang, obrolan mereka panjang dan berisi percakapan penting. Di lain waktu, mereka menelepon hanya untuk memastikan bahwa nomor yang digunakan masih aktif. Seperti yang Madeleine tulis dalam bukunya, Walking on Water, “Sungguh baik bila anak-anak tidak kehilangan kontak dengan kita. Begitu juga kita semua, anak-anak Allah. Sungguh baik bila kita tidak kehilangan kontak dengan Bapa kita.”
Anda Didengar
Dalam buku Physics, Charles Riborg Mann dan George Ransom Twiss bertanya, “Ketika sebatang pohon tumbang di suatu hutan yang sepi, dan tidak ada binatang di dekat situ yang mendengarnya, apakah pohon itu mengeluarkan suara?” Bertahun-tahun pertanyaan tersebut telah melahirkan diskusi filosofis dan ilmiah mengenai suara, persepsi, dan eksistensi. Namun, sejauh ini, belum pernah ada jawaban pasti.
Penelitian tentang Nenek
Para peneliti di Emory University menggunakan pemindai MRI (pencitraan resonansi magnetik) untuk mempelajari kinerja otak para nenek. Mereka mengukur reaksi empati mereka terhadap potret-potret yang menampilkan cucu mereka sendiri, anak mereka yang telah dewasa, dan seorang anak yang tidak dikenal. Hasilnya menunjukkan bahwa para nenek lebih berempati terhadap cucu mereka ketimbang anak mereka sendiri yang telah dewasa. Hasil itu dikaitkan dengan apa yang disebut sebagai “faktor imut”—para cucu lebih “imut dan menggemaskan” daripada anak-anak yang sudah dewasa.
Allah Mengingat Nama Kita
Pada hari Minggu pertama setelah saya mulai melayani sebagai pemimpin kaum muda di sebuah gereja dan berkenalan dengan beberapa anak muda, saya berbicara dengan seorang remaja yang duduk di sebelah ibunya. Sambil tersenyum, saya menyapa gadis pemalu itu dengan menyebut namanya dan menanyakan kabarnya. Gadis itu mengangkat kepala dan matanya yang cokelat indah berbinar. Ia ikut tersenyum sambil menjawab pelan: “Kakak ingat namaku.” Dengan hanya memanggil namanya—nama seorang gadis yang mungkin merasa tidak terlalu penting di dalam gereja yang penuh orang dewasa—saya dapat memulai sebuah hubungan yang berlandaskan kepercayaan. Ia merasa diperhatikan dan dihargai.
Siapa Aku?
Pada tahun 1859, Joshua Abraham Norton mengangkat dirinya sendiri sebagai Kaisar Amerika Serikat. Norton memperoleh—dan kemudian kehilangan—kekayaannya dari bisnis ekspedisi di San Francisco, tetapi ia menginginkan identitas baru: kaisar pertama Amerika. Saat surat kabar San Francisco Evening Bulletin menerbitkan pengumuman Norton sebagai “kaisar”, banyak pembaca menertawakannya. Norton membuat keputusan-keputusan yang ditujukan untuk memperbaiki masalah dalam masyarakat, mencetak mata uangnya sendiri, bahkan menulis surat kepada Ratu Victoria untuk meminangnya dan menyatukan kerajaan mereka. Ia juga mengenakan seragam militer kerajaan rancangan penjahit lokal. Seorang pengamat menyatakan Norton terlihat “seperti kaisar sesungguhnya”. Namun, tentu saja ia bukan kaisar. Kita tidak dapat seenaknya mereka-reka jati diri kita.
Menjelajahi Bintang-Bintang
Agar dapat menyelidiki luar angkasa dengan lebih baik, pada tahun 2021, beberapa negara bergabung untuk membuat dan meluncurkan Teleskop Antariksa James Webb, yang kemudian ditempatkan dalam jarak hampir satu juta mil dari Bumi. Teleskop tersebut sanggup melihat hingga kedalaman angkasa dan mempelajari bintang-bintang serta keajaiban semesta lainnya.