Category  |  Santapan Rohani

Melihat Sebuah Kebutuhan

Beberapa hari sebelum ayah saya meninggal, seorang perawat datang ke kamarnya dan bertanya kepada saya apakah ia boleh mencukur ayah saya. Sambil mencukur wajah beliau dengan lembut, Rachel menjelaskan, “Orang tua seumur beliau biasanya senang bercukur setiap hari.” Rachel melihat adanya sebuah kebutuhan dan bertindak mengikuti dorongan hatinya untuk menunjukkan kebaikan, penghargaan, dan sikap hormat kepada seseorang. Perawatan penuh kasih yang diberikannya mengingatkan saya pada teman saya Julie yang masih mengecat kuku ibunya yang sudah tua karena penting bagi beliau untuk “terlihat cantik”. 

Apakah Ini Pertanda?

Tawaran pekerjaan itu tampak bagus, dan tepat seperti apa yang Peter butuhkan. Sebagai tulang punggung dari keluarga muda, ia berdoa sungguh-sungguh untuk mendapatkan pekerjaan baru setelah di-PHK dari pekerjaan sebelumnya. “Pasti ini jawaban Allah untuk doa-doamu,” teman-temannya berkata.

Teruslah Berbicara tentang Yesus!

Dalam sebuah wawancara, seorang musikus yang juga seorang percaya, bercerita bagaimana ia pernah didesak untuk “berhenti berbicara tentang Yesus” terlalu sering. Mengapa? Mereka menganggap grup musiknya bisa lebih terkenal dan menghasilkan lebih banyak uang untuk memberi makan orang miskin jika ia berhenti mengatakan bahwa semua karyanya adalah untuk Yesus. Setelah memikirkan hal tersebut, musikus itu memutuskan, “Tujuan saya bermusik adalah untuk membagikan iman saya dalam Kristus. . . . Jadi tidak mungkin [saya] diam.” Ia berkata bahwa “dalam hati[nya] ada panggilan yang berkobar-kobar untuk memberitakan tentang Yesus.” 

Berdoa di Saat Sulit

Russell Moore, penulis sekaligus teolog, bercerita bagaimana ia menyadari keheningan yang membuatnya merinding saat berada di sebuah panti asuhan di Rusia, tempat ia mengadopsi anak laki-lakinya. Belakangan ia diberi tahu bahwa bayi-bayi tersebut berhenti menangis karena mereka belajar tidak ada orang yang bakal menanggapi tangisan mereka. 

Air Hidup

Kondisi keluarga Andrea sangat buruk, sehingga ia memutuskan kabur dari rumahnya pada usia empat belas tahun. Ia mencari pekerjaan dan menumpang di rumah teman-temannya. Karena merindukan kasih sayang dan penerimaan, ia pun sempat tinggal bersama seorang pria, yang kemudian memperkenalkannya pada narkoba. Namun, hubungannya dengan pria itu, serta minuman keras dan narkoba yang dikonsumsinya, tak dapat memuaskannya. Andrea terus mencari, hingga beberapa tahun kemudian bertemu dengan beberapa orang percaya yang dengan tulus melayani dan mendoakannya. Beberapa bulan kemudian, akhirnya ia bertemu dengan Pribadi yang dapat memuaskan dahaganya akan kasih sayang, yaitu Yesus sendiri.

Hari Kerendahan Hati

Saya sering merasa geli mengetahui hari-hari perayaan tidak resmi yang diciptakan orang-orang. Sebagai contoh, ada Hari Tertawa Sedunia, Hari Berbicara dalam Bahasa Bajak Laut, bahkan Hari Biskuit Anjing pun ada! Di Amerika, hari ini ternyata dirayakan sebagai Hari Kerendahan Hati. Rasanya kita semua sepakat bahwa kerendahan hati adalah sifat yang luhur, sehingga rasanya wajar untuk dirayakan. Akan tetapi kenyataannya, sifat itu tidak selalu dijunjung tinggi. 

Lindungi Hati Anda

Setelah kepindahannya ke Amerika Serikat pada tahun 1938, Abraham Wald, ahli matematika kelahiran Hungaria, menyumbangkan keahliannya untuk membantu dalam Perang Dunia II. Pihak militer sedang mencari cara untuk melindungi pesawat-pesawat mereka dari tembakan musuh, jadi Wald dan rekan-rekannya dalam Tim Riset Statistik diminta menyumbangkan solusi bagi persoalan tersebut. Mereka memulai dengan memeriksa pesawat-pesawat yang pernah tertembak dan telah kembali ke pangkalan, untuk menemukan pada bagian mana saja terjadi kerusakan terbesar. Saat itu, Wald memberikan kontribusi yang penting dengan memperhatikan bahwa kerusakan pada pesawat yang kembali hanya menunjukkan tempat pesawat itu dapat tertembak, tetapi masih bisa selamat. Ia menyadari bahwa bagian-bagian yang paling membutuhkan perlindungan ekstra hanya dapat ditemukan pada pesawat yang jatuh. Pesawat-pesawat yang tertembak di titik paling rentan, yaitu mesin, sudah jatuh dan oleh karena itu tidak dapat diteliti.

Yang Benar-Benar Dibutuhkan 

Ketika memasak, seorang ibu muda memotong daging sapinya menjadi dua, lalu memasukkannya ke sebuah panci besar. Suaminya bertanya mengapa ia memotong dagingnya menjadi dua. Istrinya menjawab, “Karena begitulah ibuku melakukannya.”

Kebangunan Datang

Aurukun adalah kota kecil di Australia utara dengan penduduk warga asli Aborigin yang terdiri dari tujuh suku. Ketika Injil tiba di Aurukun seabad yang lalu, praktik balas dendam seperti mata-ganti-mata terkadang masih dilakukan. Pada tahun 2015, terjadi ketegangan antarsuku. Ketika terjadi sebuah pembunuhan, hukum balas dendam menuntut adanya satu orang dari keluarga penyerang yang dihukum mati sebagai balasan.