Category  |  Santapan Rohani

Mendengarkan di Surga

Hingga usia delapan belas bulan, Maison belum pernah mendengar suara ibunya. Dokter memasangkan alat bantu dengarnya yang pertama, lalu ibunya, Lauryn, bertanya, “Kamu bisa mendengar suara Ibu, Nak?” Mata Maison berbinar-binar. “Hai, Sayang!” sapa Lauryn. Maison tersenyum dan mengoceh pelan. Sambil menangis, Lauryn tahu ia tengah menyaksikan suatu mukjizat. Ia melahirkan Maison secara prematur setelah tertembak tiga kali dalam perampokan bersenjata di rumahnya. Terlahir dengan berat hanya setengah kg, Maison dirawat secara intensif selama 158 hari dan sangat kecil kemungkinannya bertahan hidup, apalagi dapat mendengar.

Manjakan Diri atau Mencari Damai?

“MANJAKAN DIRIMU”. Begitulah bunyi iklan bak mandi air panas yang mencuri perhatian dan membuat saya berpikir. Belakangan ini saya dan istri sedang membicarakan keinginan kami memasang bak air panas . . . suatu saat nanti. Pasti asyik! Kecuali sesudah itu kami harus membersihkannya. Belum lagi tagihan listriknya. Dan . . . tahu-tahu sesuatu yang tadinya terkesan sebagai ide yang baik mulai terdengar mengerikan.

Sketsa Pengampunan

Etch a Sketch adalah mainan berbentuk kotak kecil warna merah yang ajaib. Waktu kecil, saya bisa berjam-jam memainkannya. Kalau salah satu tombolnya diputar, saya bisa membuat garis horisontal pada layarnya. Putar tombol lainnya dan simsalabim—garis vertikal pun muncul. Kalau kedua tombolnya diputar bersamaan, saya bisa membuat garis diagonal, lingkaran, dan pola-pola lain. Namun, yang paling ajaib adalah waktu saya membalikkan mainan itu, menggoyangnya sedikit, lalu menghadapkannya ke atas lagi. Layarnya kembali kosong, sehingga saya bisa membuat gambar baru.

Disucikan

Teman saya, Bill, menyebut kenalannya yang bernama Gerard, “sudah lama sekali jauh dari Allah”. Namun, setelah Bill bertemu Gerard dan menjelaskan kepadanya bagaimana kasih Allah telah menyediakan jalan bagi keselamatan kita, Gerard pun percaya kepada Tuhan Yesus. Sambil menangis, Gerard bertobat dari dosa-dosanya dan menyerahkan hidupnya kepada Kristus. Setelah itu, Bill menanyakan perasaannya. Sambil mengusap air mata, Gerard menjawab dengan sederhana, “Seperti disucikan.”

Boleh Mendekat

Akibat pandemi COVID-19, untuk mengambil sesuatu dari safe deposit box (fasilitas penyimpanan untuk menyimpan barang maupun dokumen berharga) dibutuhkan lebih banyak protokol daripada sebelumnya. Saya harus membuat janji terlebih dahulu, menelepon begitu sampai agar diizinkan masuk ke bank, menunjukkan kartu identitas dan tanda tangan, lalu menunggu untuk diantar ke lemari besi oleh petugas bank yang ditunjuk. Begitu tiba di dalam, pintu yang tebal kembali dikunci sampai saya menemukan yang saya perlukan. Saya tidak akan bisa masuk jika tidak mengikuti peraturan.

Pengharapan yang Tulus

Di awal tahun 1960-an, Amerika Serikat dipenuhi harapan akan masa depan yang cerah. Presiden John F. Kennedy yang berjiwa muda memperkenalkan inisiatif penjelajahan luar angkasa, Korps Perdamaian, dan target menjejakkan kaki di bulan. Perekonomian yang berkembang pesat membuat banyak orang yakin masa depan cerah itu sudah di depan mata. Namun, kemudian Perang Vietnam berkecamuk, terjadi kerusuhan berskala nasional, Kennedy dibunuh, dan optimisme yang sebelumnya dirasakan mulai memudar. Optimisme saja ternyata tidak cukup, sehingga akhirnya tinggallah kekecewaan.

Menghadapi Perbedaan Pendapat

Media sosial raksasa Twitter telah menciptakan wadah bagi orang-orang di seluruh dunia untuk mengungkapkan pendapat dalam kalimat-kalimat singkat. Namun, belakangan tujuan ini menjadi makin ruwet, karena banyak orang memanfaatkan media tersebut untuk menegur sikap dan gaya hidup orang lain yang tidak mereka setujui. Kapan pun masuk ke sana, Anda akan menemukan setidaknya nama seseorang yang sedang “trending”. Klik nama tersebut, Anda akan mendapati jutaan orang menyatakan pendapat mereka tentang kontroversi apa pun yang tengah berlangsung.

Kembali ke Dasar

Tampaknya resolusi memang dibuat untuk dilanggar. Sejumlah orang mengolok-olok fakta ini dengan mengusulkan resolusi Tahun Baru yang, bisa dibilang, mudah dicapai. Berikut ini beberapa usul dari media sosial:

Iman yang Tangguh

Bukit-bukit pasir yang menjulang tinggi di sepanjang pesisir utara Danau Perak membuat rumah-rumah di sekitarnya terancam ditenggelamkan oleh pasir yang terus bergerak. Meski sudah mencoba memindahkan gundukan pasir supaya rumah mereka tetap aman, warga hanya bisa pasrah menyaksikan rumah-rumah mereka yang bagus terkubur di depan mata. Ketika petugas setempat mengawasi pembersihan reruntuhan sebuah pondok baru-baru ini, ia menegaskan bahwa hal ini tak terhindarkan. Sekeras apa pun upaya pemilik rumah menghindari ancaman kerobohan, bukit pasir tidak akan pernah menjadi fondasi yang kuat bagi suatu bangunan.