Kerendahan Hati Bukti Kebesaran Jiwa
Ketika Revolusi Amerika tanpa diduga berakhir dengan menyerahnya Inggris, banyak politikus dan pemimpin militer berniat menjadikan Jenderal George Washington sebagai raja yang baru. Seluruh dunia mengamati dengan bertanya-tanya apakah Washington akan tetap memegang teguh prinsip-prinsip kebebasan dan kemerdekaan ketika godaan meraih kekuasaan mutlak ada dalam genggamannya. Namun, Raja Inggris, George III, melihat realitas lain. Ia yakin, jika Washington dapat menahan diri dan menolak rayuan banyak orang untuk berkuasa serta kembali ke tanah pertaniannya di Virginia, maka ia akan menjadi “tokoh terbesar di dunia.” Sang raja tahu bahwa kesanggupan menolak daya tarik kekuasaan merupakan pertanda seseorang itu benar-benar berjiwa besar dan mulia.
Butuh Diselamatkan
Aldi adalah seorang remaja yang bekerja sendirian di sebuah jermal, gubuk kayu yang didirikan di tengah laut untuk menangkap ikan. Lokasinya sekitar 125 kilometer dari lepas pantai Sulawesi, Indonesia. Suatu hari, angin kencang mengguncang gubuk itu hingga terlepas dari tiang-tiang penyangganya dan terhanyut ke laut. Selama empat puluh sembilan hari, Aldi terombang-ambing di lautan. Setiap kali ada kapal lewat, ia menyalakan lampu untuk menarik perhatian para pelaut, tetapi mereka tidak melihatnya dan terus melewatinya. Sekitar sepuluh kapal melewati remaja yang kekurangan gizi itu sebelum akhirnya ia diselamatkan.
Tersisih tetapi Ditemukan
Suatu hari saya mengunjungi ajang akrobatik motor tempat para peserta melakukan aksi-aksi yang mencengangkan. Karena ramainya, saya sampai harus berjinjit agar bisa menonton dengan jelas. Saat melihat-lihat keadaan sekitar, saya memperhatikan ada tiga anak duduk di atas sebatang pohon, karena rupanya mereka tidak bisa menerobos ke depan kerumunan orang untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.
Pencobaan yang Bermanfaat
Dalam The Imitation of Christ (Mengikuti Jejak Kristus), biarawan Thomas à Kempis dari abad ke-15 memberikan pandangan yang mungkin mengagetkan tentang pencobaan. Ketimbang berfokus pada penderitaan dan kesulitan yang dialami akibat pencobaan, Kempis menulis, “[pencobaan] bermanfaat karena dapat membuat kita rendah hati, membersihkan kita, dan mengajar kita.” Ia menjelaskan, “Kunci kemenangan adalah kerendahan hati dan kesabaran yang sungguh; olehnya kita dapat mengalahkan musuh.”
Anak Ayah
Mereka memandangi lembaran foto yang sudah memudar itu, lalu menatap saya dan ayah saya silih berganti. Mata mereka terbelalak. “Ayah mirip sekali dengan Kakek waktu muda!” Saya dan kakek mereka tersenyum simpul, karena kami sudah lama menyadari hal itu tetapi anak-anak baru menyadarinya sekarang. Meski kami berdua berbeda, tetapi orang yang melihat saya ibarat melihat ayah saya di masa muda: tinggi, kurus, jangkung, rambut hitam lebat, hidung mancung, dan telinga yang agak besar. Memang saya bukan ayah saya, tetapi yang jelas saya adalah anak ayah saya.
Pertemuan Kudus
Pada suatu akhir minggu yang panjang, saya mengikuti reuni bersama beberapa teman di tepi sebuah danau yang indah. Hari-hari itu diisi keseruan dengan bermain air dan makan bersama, tetapi yang paling saya nikmati adalah obrolan santai di malam hari. Di saat hari mulai gelap, kami pun mencurahkan isi hati masing-masing untuk membicarakan berbagai hal dengan terus terang dan cukup mendalam, seperti kepedihan dari pernikahan yang retak dan trauma yang dialami oleh sebagian anak-anak kami. Tanpa menutup-nutupi kenyataan hidup yang tidak ideal, kami berusaha mengingatkan satu sama lain akan Allah dan kasih setia-Nya yang telah membawa kami melewati berbagai kesulitan hidup tersebut. Saya sangat mensyukuri malam-malam kebersamaan yang kami lalui itu.
Dipilih untuk Mengampuni
Sebagai seorang pelajar sekolah menengah, Patrick Ireland pernah merasa Allah telah memilihnya untuk tujuan tertentu. Namun, ia tidak yakin apa tujuan yang dimaksud. Kemudian terjadilah peristiwa penembakan massal di SMA Columbine (Colorado, Amerika Serikat). Tiga belas orang tewas dan dua puluh empat orang terluka termasuk Patrick. Setelah peristiwa yang mengerikan itu, ia mulai mengerti jawabannya.
Butuh Tuntunan Allah
Paman Zaki lebih dari sekadar teman bagi Kenneth Bailey, seorang ahli Alkitab; ia juga pemandu kepercayaan Bailey dalam perjalanan melintasi Gurun Sahara yang sangat luas dan menantang. Bailey berkata bahwa ia dan timnya menunjukkan kepercayaan penuh kepada Paman Zaki dengan cara mengikuti panduannya. Intinya, mereka menegaskan kepada Zaki, “Kami tidak tahu jalan, dan seandainya engkau tersesat kami pun akan tersesat dan mati. Kami percaya penuh kepada kepemimpinanmu.”
Pelan-pelan Saja
Saya dan ayah saya dahulu suka menebang pohon dan memotong-motongnya dengan gergaji besar yang harus dipegang dua orang. Karena waktu itu masih muda dan bertenaga besar, saya sering mendorong gergaji kuat-kuat saat memotong kayu. Ayah saya sering mengingatkan, “Pelan-pelan saja. Biarkan gergajinya yang bekerja.”