Category  |  Santapan Rohani

Bukan Tips Biasa

Baru-baru ini, salah seorang cucu saya mencoba menghangatkan boneka kelincinya dengan meletakkannya pada kaca pembatas perapian. Akibatnya, bulu boneka itu menempel pada kaca dan terlihat sangat mengganggu, tetapi untunglah saya mendapat tips yang bermanfaat dari seorang tukang perapian untuk membuat kaca perapian terlihat baru. Tips itu sangat jitu, dan sejak saat itu, saya melarang orang menaruh boneka di dekat perapian!

Perubahan Hidup

Stephen tumbuh besar di kawasan timur kota London yang keras dan sudah terlibat dalam tindak kejahatan di usia 10 tahun. Ia berkata, “Semua orang di sini menjual narkoba, merampok, dan menipu. Lama-lama, kita akan terpengaruh dan melakukan hal yang sama. Itulah jalan hidup semua orang.” Namun, saat berusia 20 tahun, ia memimpikan sesuatu yang mengubah hidupnya: “Saya mendengar Tuhan berkata, Stephen, kamu akan masuk penjara karena membunuh.” Mimpi yang sangat jelas itu menjadi peringatan baginya, maka ia pun berpaling kepada Allah dan menerima Yesus sebagai Juruselamatnya—dan Roh Kudus berkarya mengubah hidupnya.

Dijamah oleh Kasih Karunia

Novel Leif Enger berjudul Peace Like a River (Damai Bak Aliran Sungai) berkisah tentang Jeremiah Land, seorang ayah tunggal beranak tiga yang bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah sekolah. Sebagai seorang yang beriman teguh, Jeremiah pernah mengalami sejumlah mukjizat, tetapi tidak jarang imannya juga diuji.

Rumah Baru Kita

Sebagai imigran pertama yang tiba di Amerika Serikat melalui Pulau Ellis pada tahun 1892, pastilah Annie Moore merasakan kegembiraan luar biasa saat membayangkan rumah dan awal yang baru. Jutaan orang lain akan melewati juga gerbang yang sama sesudah dirinya. Meski masih remaja, Annie telah meninggalkan kesulitan hidup di Irlandia dan memulai hidup baru di Amerika. Dengan hanya menjinjing sebuah tas kecil, ia datang dengan impian, harapan, dan keyakinan yang begitu besar akan suatu negeri yang penuh kesempatan.

Anda Letih?

“Adakalanya, secara emosional, kita merasa sudah bekerja sehari penuh hanya dalam waktu satu jam,” tulis Zack Eswine dalam buku The Imperfect Pastor (Gembala Gereja yang Tidak Sempurna). Meski yang dimaksudkannya adalah beban yang sering ditanggung oleh para gembala gereja, pernyataan tersebut juga berlaku bagi setiap dari kita. Beban emosional dan tanggung jawab yang berat dapat menyebabkan kita lelah secara fisik, mental, dan spiritual. Ketika itu terjadi, yang kita inginkan hanyalah tidur.

Diciptakan untuk Hubungan

Belakangan mulai marak bisnis “penyewaan keluarga” di banyak negara untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang kesepian. Ada yang menggunakan jasa itu untuk menjaga gengsi, supaya saat menghadiri suatu acara, mereka terlihat seperti memiliki keluarga yang bahagia. Ada juga yang menyewa aktor untuk berperan sebagai anggota keluarga yang sudah jauh, agar mereka dapat merasakan, walaupun sebentar, hubungan keluarga yang masih didambakan.

Kisah Sedih

Sangatlah menyedihkan mendengar tentang terkuaknya kejahatan yang sudah sekian lama diabaikan—pelecehan seksual terhadap banyak wanita yang dilakukan oleh laki-laki yang berkuasa atas mereka. Saat membaca berita demi berita, hati saya sedih saat mendengar bukti pelecehan seksual yang dilakukan oleh dua laki-laki yang saya kagumi. Gereja pun tidak kebal terhadap masalah ini.

Isi Saku Lincoln

Pada saat presiden Amerika Serikat, Abraham Lincoln, ditembak di Ford Theatre di tahun 1865, dalam saku bajunya ditemukan benda-benda berikut: dua pasang kacamata, selembar pembersih lensa, sebilah pisau lipat, sebuah jam saku, sehelai saputangan, sebuah dompet kulit berisi lembaran uang senilai 5 dolar, dan delapan lembar guntingan koran, beberapa di antaranya berisi pujian terhadap dirinya dan kebijakan-kebijakan yang diambilnya.

Ilusi Memegang Kendali

Penelitian Ellen Langer pada tahun 1975 yang berjudul “The Illusion of Control” (Ilusi Memegang Kendali) dilakukan untuk menguji seberapa besar manusia dapat mempengaruhi peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidupnya. Ia menemukan bahwa sering kali kita terlalu berlebihan dalam mengukur pengaruh kita terhadap berbagai situasi. Penelitian tersebut juga menunjukkan bagaimana kenyataan hampir selalu menghancurkan ilusi kita.