Agar Kita Mengerti
Saya senang mengunjungi museum seperti Galeri Nasional di London dan Galeri Negara Tretyakov di Moskow. Meskipun sebagian besar karya seni di dalamnya sangat mengagumkan, ada juga di antaranya yang membingungkan saya. Saya bisa melihat sesuatu yang tampak seperti percikan warna yang serampangan di atas kanvas dan menyadari bahwa saya sama sekali tidak mengerti apa yang sedang saya lihat, meskipun pelukisnya adalah ahli di bidangnya.
Lebih Besar dari Semua Kekacauan
Bisa dikatakan bahwa tema utama dari kitab 2 Samuel di Perjanjian Lama adalah “Hidup ini memang kacau!” Membaca kitab itu seperti menyaksikan sebuah serial televisi yang seru dan menegangkan. Sementara Daud berusaha memantapkan kedudukannya sebagai raja di Israel, ia dihadapkan pada tantangan militer, intrik politik, dan pengkhianatan dari sahabat dan anggota keluarganya. Raja Daud sendiri tentu tidak lepas dari kesalahan, seperti yang dinyatakan dengan jelas melalui hubungannya dengan Batsyeba (pasal 11–12).
Kelegaan bagi yang Tertindas
Salah satu adegan favorit saya dalam karya sastra terdapat di novel yang ditulis oleh Charles Dickens dengan judul yang diambil dari nama tokoh utamanya, David Copperfield. Novel itu mengisahkan tentang seorang bibi yang berani menentang seorang ayah tiri jahat yang telah melecehkan David keponakannya.
Firman Allah yang Kekal
Di awal Perang Dunia II, serangan bom udara meluluhlantakkan sebagian besar isi kota Warsawa, Polandia. Balok-balok semen, pipa yang meledak, dan pecahan kaca berserakan di seluruh kota tersebut. Namun di pusat kota, sebagian besar dinding dari sebuah bangunan yang sudah rusak masih berdiri dengan kokoh. Itulah kantor pusat British and Foreign Bible Society (Lembaga Alkitab Britania dan Luar Negeri) di Polandia. Pada dinding yang masih bertahan tersebut tertulis kata-kata berikut: “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Mat. 24:35).
Roh Kudus Menyampaikan
Hingga beberapa tahun lalu, banyak kampung di pelosok Irlandia tidak memakai nomor rumah atau kode pos. Jika ada tiga orang bernama Patrick Murphy di kampung itu, Patrick Murphy yang paling belakangan tinggal di sana tidak akan menerima suratnya sebelum surat itu diantar terlebih dahulu pada dua warga bernama sama yang sudah lebih awal menetap. “Patrick-Patrick yang lain akan membaca suratnya terlebih dahulu,” kata Patrick Murphy (yang belakangan). “Setelah mencermatinya, mereka akan berkata, ‘Surat ini bukan untuk kami.’” Untuk mengakhiri kebingungan, baru-baru ini pemerintah menerapkan untuk pertama kalinya sistem kode pos yang akan menjamin pengiriman surat sebagaimana mestinya.
Yesus Menangis
Saya sedang asyik membaca sebuah buku ketika seorang teman melongok untuk melihat apa yang sedang saya baca. Seketika itu juga ia terperanjat dan menatap saya dengan ngeri. “Judulnya suram sekali!” katanya. Saya sedang membaca “The Glass Coffin” (Peti Mati Kaca) dari Grimm’s Fairy Tales (Serial Dongeng karya Grimm), dan ia terganggu dengan kata peti mati. Banyak dari kita tidak suka diingatkan tentang kematian kita. Padahal kenyataannya, setiap manusia pasti akan menemui ajalnya.
Jalan Tuhan
Kami sungguh membutuhkan petunjuk dari Allah. Kami diminta mengasuh dua anak kecil untuk sementara waktu selama tiga bulan dan kami harus memberikan keputusan. Karena kami sudah mempunyai tiga anak kandung, menjadi orangtua angkat bagi anak balita tampaknya tidaklah sesuai dengan rencana hidup kami. Kemudian kami membaca renungan karya seorang misionaris veteran, Amy Carmichael, yang mengarahkan kami pada beberapa ayat yang asing di kitab Bilangan pasal ke-7.
Allah yang Melukis
Nama Nezahualcoyotl (1402–1472) mungkin sulit untuk diucapkan, tetapi nama itu sarat dengan makna. Nama itu berarti “Anjing Hutan Lapar”, dan tulisan-tulisan karyanya menunjukkan adanya suatu kelaparan rohani. Sebagai seorang penyair dan penguasa di Mexico sebelum kedatangan orang-orang Eropa, ia menulis, “Sesungguhnya para dewa, yang kusembah, adalah berhala-berhala dari batu yang tak bisa bicara dan tak berperasaan. . . . Ada satu Allah yang mahakuasa, tersembunyi, dan tidak dikenal yang merupakan pencipta alam semesta ini. Dialah satu-satunya yang dapat menghiburku dalam kesusahanku dan menolongku ketika hatiku merasakan penderitaan, aku mau Dia menjadi penolong dan pelindung saya.”
Taktik yang Tidak Lazim
Pada tahun 1980, seorang wanita naik ke kereta bawah tanah ketika lomba maraton di Boston sedang berlangsung. Masalahnya, wanita itu adalah peserta lomba maraton itu! Ada sejumlah saksi mata yang melihat wanita itu masuk lagi ke dalam perlombaan kurang dari dua kilometer sebelum garis finis. Wanita itu berhasil menyelesaikan lomba jauh lebih cepat daripada para peserta wanita lainnya, dan anehnya, ia tampak tidak terlalu lelah atau banyak berkeringat. Untuk sesaat, wanita itu terlihat sebagai pemenang.