Anjing Penerjun Payung
Saya sangat kagum dengan kisah tentang anjing-anjing penerjun payung (paradogs) dari masa Perang Dunia II. Dalam persiapan menjelang serangan D-Day (6 Juni 1944), pasukan Sekutu membutuhkan ketajaman indra penciuman dari anjing untuk mengendus letak ranjau dan memperingatkan pasukan akan bahaya yang mendekati mereka. Satu-satunya cara agar anjing-anjing itu dapat menyelinap ke garis pertahanan musuh adalah dengan terjun payung. Namun secara naluriah, anjing takut melakukannya, dan jujur saja, manusia pun demikian. Meskipun demikian, setelah dilatih berminggu-minggu, anjing-anjing itu belajar mempercayai pawang-pawangnya untuk berani melompat saat diperintahkan.
Seperti Menembak Seekor Lalat
Kemampuan Macarena Valdes dalam memetakan tambang-tambang bawah tanah sangat berperan penting dalam upaya penyelamatan 33 penambang asal Cile yang terperangkap akibat ledakan di dalam tambang pada bulan Oktober 2010. Upaya pengeboran untuk menemukan titik persis tempat mereka terperangkap itu ibarat “mencoba menembak seekor lalat dari jarak 700 meter,” kata Valdes. Dengan pengalamannya, Valdes dapat mengarahkan alat pencarian untuk sampai ke tempat para penambang itu terkubur dan menolong berhasilnya penyelamatan yang dramatis itu.
Hanya Sebuah Surat Tilang
Ketika seorang polisi menghentikan seorang pengendara wanita karena putrinya yang masih kecil ikut di dalam mobil tanpa duduk di kursi khusus anak-anak, ia dapat saja menuliskan surat tilang atas pelanggaran lalu lintas tersebut. Namun, ia justru meminta ibu dan putrinya itu untuk menemuinya di toko terdekat.Kemudian, dengan uangnya sendiri, polisi itu membelikan kursi khusus yang dibutuhkan. Wanita itu sedang mengalami masa-masa yang sulit dan tidak mempunyai cukup uang untuk membeli kursi khusus tersebut.
Hadiah yang Istimewa
Tiap tahun kebun raya di kota kami menyelenggarakan perayaan Natal dengan tema dari berbagai negara di dunia. Pameran kesukaan saya adalah penggambaran kelahiran Yesus ala Prancis. Yang ditampilkan bukanlah suasana tradisional dengan para gembala dan orang majus membawa emas, kemenyan, dan mur berkumpul di sekeliling palungan, melainkan penduduk desa di Prancis yang membawa hadiah mereka untuk bayi Yesus. Mereka membawa roti, sari anggur, keju, bunga, dan hasil pertanian mereka lainnya. Saya pun teringat pada perintah di Perjanjian Lama untuk membawa hasil pertama dari pekerjaan kita ke rumah Tuhan (Kel. 23:16-19). Penggambaran di atas melukiskan bahwa segala yang kita miliki berasal dari Allah, sehingga satu-satunya hal yang patut kita berikan adalah apa yang telah Allah berikan kepada kita.
Hamba yang Setia
Madaleno adalah seorang tukang bangunan. Tiap Senin sampai Kamis, ia membangun tembok dan memperbaiki atap rumah. Ia seorang yang pendiam, dapat diandalkan, dan pekerja keras. Kemudian tiap Jumat sampai Minggu, ia pergi ke kawasan pegunungan untuk mengajarkan firman Tuhan. Madaleno cakap berbicara dalam bahasa Nahuatl (salah satu dialek di Meksiko) sehingga ia dapat dengan mudah menceritakan kabar baik tentang Yesus kepada penduduk di wilayah itu. Di usia 70 tahun, ia masih menggunakan kedua tangannya untuk bekerja membangun rumah, sekaligus juga ia bekerja membangun keluarga Allah.
Lahirnya Natal
Ketika malaikat Gabriel menampakkan diri kepada Maria dan kemudian kepada para gembala untuk menyampaikan kabar baik bagi dunia (luk. 1:26-27; 2:10), apakah itu benar-benar kabar baik bagi Maria yang masih remaja itu? Mungkin Maria berpikir: Bagaimana aku akan menjelaskan kehamilanku pada keluargaku? Akankah tunanganku, Yusuf, membatalkan pertunangan kami? Apa yang akan dikatakan orang-orang di desaku? Walaupun hidupku tidak terancam, bagaimana aku akan bertahan hidup sendirian sebagai seorang ibu?
Makna Natal yang Sejati
Lima puluh tahun lalu, suatu program berjudul A Charlie Brown Christmas (Natal Charlie Brown) pertama kalinya disiarkan di televisi Amerika. Sejumlah pihak di pertelevisian menganggap program itu tidak akan memikat banyak orang, sementara yang lain khawatir pembacaan Alkitab dalam tayangan itu akan menyinggung perasaan pemirsa. Ada pihak yang ingin agar Charles Schulz, pencipta tokoh kartun itu, untuk meniadakan kisah tentang Natal, tetapi Schulz berkeras untuk mempertahankannya. Program itu ternyata diterima luas dan selalu disiarkan ulang setiap tahun sejak tahun 1965.
Bebas dari Kekhawatiran
Usaha untuk tetap mengikuti perkembangan berita terkini memiliki sisi negatifnya, karena kabar buruk lebih laku daripada kabar baik. Dengan mudah kita menjadi terlalu khawatir dengan tindak kriminal yang dilakukan oleh perorangan, sekelompok massa, atau pemerintah yang berada di luar kendali kita.
Saat untuk Tidak Bersukacita
Suku Akan di Ghana mempunyai pepatah yang sepadan dengan ungkapan di Indonesia, yaitu “menari di atas penderitaan orang lain”. Bersukacita atas musibah yang menimpa seseorang sama saja dengan ikut serta menyebabkan musibah itu, atau bahkan mengharapkan sesuatu yang lebih buruk lagi terjadi atas orang tersebut.