Category  |  Santapan Rohani

Aman dalam Tangan-Nya

Saya duduk di samping tempat tidur putri saya di sebuah kamar pemulihan setelah ia menjalani operasi. Ketika ia mengedip-ngedipkan matanya, ia pun menyadari bahwa ia merasa tidak nyaman dan mulai menangis. Saya mencoba untuk menenangkannya dengan membelai lengannya, tetapi ia justru menjadi semakin kesal. Dengan bantuan perawat, saya memindahkan putri saya dari tempat tidur ke pangkuan saya. Saya mengusap air mata dari pipinya dan mengingatkannya bahwa nanti ia akan merasa lebih baik.

Berbagi Pergumulan

Tanggal 25 April 2015 adalah Peringatan Hari ANZAC ke-100. Peringatan itu dirayakan setiap tahunnya oleh Australia dan Selandia Baru untuk menghormati para anggota Kesatuan Angkatan Darat Australia dan Selandia Baru (ANZAC) yang berjuang bersama dalam Perang Dunia I. Kerja sama itu menandai suatu masa ketika masing-masing negara tersebut tidak perlu menghadapi kengerian perang itu sendirian, dan para tentara dari kedua negara itu turun tangan untuk berjuang bersama.

Siapa Diri Kita

Dalam autobiografinya, Corrie ten Boom menceritakan pengalaman mengerikan yang dialami dirinya dan saudarinya, Betsie, dalam kamp konsentrasi Nazi pada awal dekade 1940-an. Mereka pernah dipaksa untuk menanggalkan seluruh pakaian mereka dalam sebuah pemeriksaan. Saat berdiri di barisan itu, Corrie merasa begitu dipermalukan dan ditinggalkan. Tiba-tiba, ia teringat bahwa Yesus pernah tergantung telanjang di kayu salib. Dengan sikap takjub sekaligus tunduk menyembah, Corrie berbisik kepada kakaknya, “Betsie, Yesus juga pernah ditelanjangi.” Betsie terperanjat dan berkata, “Oh, Corrie, . . . dan aku tak pernah bersyukur kepada-Nya.”

Keberanian Bangsa Finlandia

Awalnya hanya terdengar dengung yang sayup-sayup, lalu makin lama, bunyi hiruk-pikuk yang menggetarkan itu makin terdengar. Ratusan tank dan ribuan pasukan musuh akhirnya muncul di hadapan para tentara Finlandia yang kalah jumlah. Melihat ancaman musuh yang mematikan itu, seorang Finlandia yang tak diketahui namanya menanggapi dengan luar biasa. Dengan berani, ia menyerukan pemikirannya tentang lawan mereka: “Di mana kita akan menguburkan mereka semua?”

Bau Busuk

Pada Agustus 2013, banyak orang berkumpul di Konservatori Phipps di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat, untuk menyaksikan mekarnya tanaman tropis yang dikenal sebagai bunga bangkai. Karena bunga itu berasal dari Indonesia, dan kemungkinan mekarnya hanya sekali dalam beberapa tahun, peristiwa tersebut menjadi tontonan menarik. Setelah mekar, bunga dengan kelopak besar yang berwarna merah, indah, dan lancip itu mengeluarkan bau seperti daging busuk. Karena bau busuknya, bunga itu memikat lalat dan kumbang yang mencari daging busuk. Akan tetapi, bunga tersebut tidak memiliki nektar.

Angsa dan Orang yang Sulit

Saat pertama kali pindah ke rumah yang kami tempati sekarang, saya menikmati keindahan angsa-angsa yang bersarang di dekat rumah. Saya mengagumi kepedulian angsa kepada sesamanya dan gaya angsa yang berbaris rapi di air serta terbang dengan formasi huruf V di langit. Saya juga asyik memperhatikan bagaimana angsa membesarkan anak-anaknya.

Sisa Waktu

Seorang teman sedang mengunjungi kota kami. Ia seorang yang sangat sibuk dan jadwalnya pun sangat padat. Namun, setelah melakukan rapat demi rapat sepanjang hari itu, ia menyempatkan diri untuk mampir ke rumah kami selama setengah jam untuk makan bersama yang singkat di larut malam. Kami menikmati kunjungannya, tetapi saya sempat terpikir, “Kami hanya mendapat sisa-sisa waktunya.”

Terang yang Lemah Lembut

Wang Xiaoying (dibaca Shao-ying) tinggal di wilayah pedesaan di propinsi Yunnan, Tiongkok. Karena masalah kesehatan, suaminya tak bisa bekerja di ladang dan memberatkan keadaan keluarga. Sang mertua menganggap masalah itu disebabkan oleh iman Xiaoying kepada Allah. Ia pun memperlakukan Xiaoying dengan kejam dan memaksanya untuk menganut kembali kepercayaan tradisi leluhur.

Charity Island

Charity Island adalah pulau terbesar di Teluk Saginaw yang menjadi bagian dari Danau Huron di Michigan. Selama bertahun-tahun pulau tersebut menyediakan sebuah mercusuar sebagai alat bantu navigasi dan pelabuhan yang aman bagi para pelayar di perairan tersebut. Nama Charity diberikan oleh para pelaut karena mereka percaya bahwa pulau itu ada di sana “karena kemurahan (charity) Allah.”